RSS Feed

2012: PARANOIA KIAMAT DAN KOMERSIALISASI RAMALAN

Posted by Teguh Hindarto




Film 2012 Dan Efeknya

Sejak ditayangkannya film berjudul 2012 karya sutradara Roland Emmerich dengan beberapa tokoh utama Ciwetel Ejiovor (pemerian ilmuwan Amerika bernama Adrian Helmsey), Danny Glover (pemeran Presiden Amerika Serikat yang menolak proses evakuasi saat terjadi bencana, bernama Thomas Wilson) serta John Cusack (pemeran penulis buku kurang laris bernama Jack Curtis), ketakutan akan kiamat merebak di berbagai negara[1].

Jika sebagian orang merasa panik dan paranoid maka untuk sebagian orang menanggapi dengan melakukan sejumlah antisipasi ilmiah teknis sebagaimana nampak dalam program televisi yang disiarkan National Geographic dengan judul “Doom’s Day Prepper” (Penyosong Kiamat). Ada yang mempersiapkan pembuatan rumah bawah tanah. Ada yang mempersiapkan penimbunan makanan untuk beberapa tahun. Ada yang mempersiapkan rumah dengan perlindungan maksimal dll[2]

Film-film bertema kerusakan bumi seperti Deep Impact (1998) dan The Day After Tomorrow (2004) sudah pernah ditayangkan. Namun penggambaran dahsyatnya kehancuran bumi, dalam film “2012” benar-benar mempengaruhi penontonnya seperti adegan lembah dan gunung meletus hingga membumbungkan cawan asap maha raksasa, hujan batu api, daratan amblas ke dalam perut bumi, tsunami setinggi ribuan meter, hingga robohnya patung Yesus Kristus di Rio de Janeiro, Brazil, digambarkan dengan sempurna. Tidak heran, dengan biaya produksi mencapai USD200 juta, kualitas efek visual 2012 jauh lebih baik. Bahkan, menyerupai nyata.

Bukan hanya kedahsyatan efek film yang menciptakan ketakutan namun dikait-kaitkannya sebuah ramalan kuno dari kalender Maya yang telah meramalkan kiamat akan terjadi pada tanggal 21-12-12. Sejak itulah tanggal 21-12-12 menjadi sebuah tanggal yang menjadi perbincangan baik dengan terma ilmiah maupun mitologis yang dapat kita baca dari berbagai media baik elektronik maupun surat kabar.

Bahkan sebelum isu kiamat 21-12-12 berhembus kuat, di kalangan jemaat Kristen khususnya di Jakarta. Selebaran dengan judul Akhir Dunia 21 Oktober 2011 adalah hasil terjemahan dan tidak ada nama penulis dan alamat pembuat selebaran kecuali alamat darimana tulisan berbahasa Inggris ini bermula yaitu di Sharon Hill, Amerika Serikat. Isi brosur tersebut nampaknya dibuat sebelum tahun 2011 karena ada petikan kalimat, “Kita sebentar lagi akan menginjak tahun 2011 M!” (hal 3) 

Dalam selebaran tersebut diperingatkan bahwa Tanggal 21 Mei 2011 akan terjadi Penghakiman Tuhan dan Pengangkatan orang Kristen ke awan-awan menyongsong Yesus Sang Mesias di udara. Selengkapnya selebaran tersebut menuliskan demikian:  

Dengan karunia dan kasih yang luar biasa dari (Tuhan), Dia memberi kita peringatan dini mengenai apa yang akan Dia lakukan. Tanggal 21 Mei 2011 akan mengawali masa penyiksaan mengerikan selama 5 bulan bagi semua penghuni bumi. Pada Hari Penghakiman, 21 Mei 2011, masa penyiksaan yang mengerikan selama 5 bulan akan dimulai untuk semua penghuni bumi. Pada tanggal 21 Mei inilah (Tuhan) akan mengangkat semua orang mati yang pernah mati dari kubur mereka. Gempa bumi akan membinasakan seluruh dunia ketika bumi tidak lagi menutupi orang-orang yang mati terbunuh di sana (Yesaya 26:21). Orang yang meninggal sebagai orang yang diselamatkan akan mengalami kebangkitan dari tubuh mereka dan segera meninggalkan dunia ini untuk selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. Mereka yang mati sebagai orang yang belum diselamatkan juga akan dibangkitkan, tetapi mereka hanya memiliki badan-badan tanpa nyawa yang berserakan di seluruh permukaan bumi. Kematian akan terjadi di mana-mana. Tuhan juga menekankan pembinasaan mengerikan selama 5 bulan ini di ayat akhir dari kitab Kejadian bab 7: Dan berkuasalah air itu di atas bumi seratus lima puluh hari lamanya. Kejadian 7:24.Tanggal 21 Oktober 2011 merupakan lima bulan setelah tanggal 21 Mei 2011. Adapun tanggal 21 Oktober 2011 juga merupakan hari terakhir dari Hari Raya Tabernakel Alkitabiah (diadakan bersamaan dengan Hari Raya Pengumpulan Hasil). Tabernakel diadakan pada bulan ke-7 dari kalender Ibrani” (hal 6-7). 

Apakah Kalender Maya Memprediksikan Mengenai Kiamat?

Mark Hitchchok dalam bukunya yang berjudul 2012: The Bible and the End of the World (2009, p.102) mengatakan sbb, “The oldest surviving prediction of the world’s imminent demise was found inscribed upon an Assyrian clay tablet which stated, ‘Our earth is degenerated in these latter days. There are signs that the world is speedily coming to end. Bribery and corruption are common”[3] (Ramalan tertua yang masih bertahan perihal kehancuran dunia yang semakin mendekat telah ditemukan tertulis dalam lembaran tanah liat bangsa Assiria yang menyatakan bahwa dunia kita mengalami kemerosotan di akhir zaman. Ada sejumlah tanda-tanda bahwa dunia sedang menuju ambang kemusnahannya. Perilaku menyuap dan korupsi merajalela). Benarkah dunia saat ini sedang dalam ambang kemusnahan? Benarkah berbagai prediksi yang menghubungkan tahun 2012 sebagai  akhir dunia? Apakah berbagai bencana alam yang bersifatmassiv (besar-besaran) dan global akhir-akhir ini memberikan petunjuk perihal akhir dunia?


Bangsa Maya kuno berpusat di Amerika Tengah dan puncak kejayaan peradaban mereka adalah disekitar tahun 250 sampai 900 Ms. Imam-imam bangsa Maya menemukan sistem kalender yang dihubungkan dengan pengamatan astronomis dan yang dipercaya oleh beberapa orang lebih akurat dibandingkan kalender yang kita pergunakan sekarang ini. Meskipun demikian mereka sama sekali tidak mempergunakan alat-alat modern seperti teleskop dan cukup hanya dengan mempergunakan mata telanjang untuk mempelajari langit.

Seperti apakah kalender bangsa Maya itu? Mereka mendasarkan pada penyelidikan astronomis dan menciptakan sistem kalender yang merancang sejarah yang diawali dengan permulaan dunia pada tanggal 11 Agustus 3114 sM. Dengan mempergunakan sistem kalender matahari, bangsa Maya mengukur waktu dalam 20 unit. Sebanyak 20 kin (hari) mengasilkan winal (bulan); 18 winal menghasilkan tun (tahun); 20 tun menghasilkan katun (20 tahun) dan 20 katun menghasilkan baktun (400 tahun). Untuk memastikan kapan dunia berakhir, mereka menghitung dari awal penciptaan dan mencatat telah berapa lama waktu berjalan. Dengan berbagai kalkulasi rumit dari tahun ke tahun dari sejak awalnya penciptaan, mereka menemukan bahwa dunia akan berakhir pada 13 baktun (5200 tahun).

Dan jika dikomparasikan (diperbandingkan) ke dalam kalender Gregorian maka dunia akan berakhir pada tanggal 21-12-2012 sebagaimana dikatakan oleh Raymond Hundley dalam bukunya berjudul Will the World End in 2012? (2010, p. 7-8) Sbb, “Translating the Mayan calendar date into the Gregorian calendar system used today produces a date of December 21, 2012 as the end-date for the present age”[4] (menerjemahkan kalender bangsa Maya ke dalam sistem kalender Gregorian yang kita pergunakan saat ini, maka dihasilkan angka 21 Desember 2012).

Minat bangsa Maya terhadap penghitungan waktu terlihat dalam kenyataan bahwa mereka mengembangkan 20 sistem kalender yang berbeda dan tiga diantaranya dijadikan rujukan oleh bangsa Maya dimana salah satunya yang berisikan predikisi dunia akan berakhir pada tahun 2012 dan dari kalender ini berasal kepercayaan bahwa dunia akan berakhir pada tahun 2012 (Mark Hitchchok, p.32-33)[5].

Informasi di atas berbeda dengan pernyataan Ahli epigrafi yang juga Direktur Pusat Mesoamerika Universitas Texas di Austin Amerika Serikat bernama David Stuart dalam artikelnya The Truth About 2012 dalam situs internet pusat riset Amerika Tengah pada 20 April 2012 lalu menyatakan bahwa info tentang 13.0.0.0.0 di tahun 2012 hanya berasal dari monumen 6 prasasti Tortuguero di Meksiko Selatan. Namun prasasti itu tidak menjelaskan makna 2012. “yang pasti, tak ada klaim dunia akan berakhir” tulisnya[6].

Protes Terhadap Komersialisasi Ramalan Kiamat

Saat saya menonton salah satu program di chanel National Geographic (NGC) ada penanyangan wawancara pengampu program dengan penduduk yang berjualan di sekitar situs suku Maya dan ketika ditanya apakah mereka mengerti hingar bingar ramalan mengenai kiamat yang melanda masyarakat Barat khususnya? Mereka menggelengkan kepala dan berkata tidak tahu. Sungguh ironis. Bagaimana mungkin dari sebuah tempat lahirnya ramalan dunia akan berakhir pada tanggal 21-12-2012 justru mereka sama sekali tidak mendengar apapun?

Pemimpin Alinsi Suku Maya Oxlaljuj Ajpop Felipe Gomez, meminta lembaga pariwisata memikirkan ulang soal ramalan hari kiamat. Suku Maya di Guatemala ini menuduh pemerintah memanfaatkan mitos hari kiamat versi suku tersebut untuk keuntungan finansial. "Kami menentang penipuan, kebohongan, manipulasi kebenaran, dan menjadikan kami alat untuk mendapatkan keuntungan. Mereka tak mengatakan yang sebenarnya soal siklus waktu," ujarnya. "Siklus waktu suku Maya berarti akan terjadi perubahan besar terhadap diri seseorang, keluarga, dan komunitas. Akan terwujud keseimbangan dan harmoni antara manusia dan alam" tambahnya[7]

Koran Kompas tanggal 14 Oktober 2009 melansir pernyataa Tetua bangsa Maya berkewarganegaraan Guatemala bernama Apolinario Chile Pixtun yang menghubungkan tanggal 21-12-2012 dengan kiamat bukanlah prediksi bangsa Maya melainkan gagasan Barat[8].

Jika saya memperhatikan berbagai program yang membahas isu kiamat 2012 di chanell tv History dan National Geographic, hampir selalu pembahasan dikupas dengan tanpa beban dan rasa takut serta kepanikan. Bahkan dalam setiap penutup program tidak ada panggilan untuk melakukan langkah-langkah yang diperlukan. Dari sini saja sudah bisa ditebak bahwa penayangan program-program tersebut lebih bersifat memanipulasi ramalan yang belum jelas isinya dengan memanfaatkan paranoia kiamat yang menakutkan masyarakat Barat yang hampir kebanyakan sudah meninggalkan agama.

Berbagai Isu Petaka 2012

Sejumlah isu petaka dan bencana dihubungkan dengan kiamat 2012 khususnya 21-12-12 al., kesegarisan bumi dan matahari serta galaksi Bima Sakti yang memiliki lubang hitam (blackhole) bermassa 4 juta kali massa matahari. Kesegarisan ini diyakini akan mengoyak matahari dan anggota tata surya lainnya. Isu lainnya berkaitan dengan eksistensi planet X dan planet Nibiru yang akan menabrak bumi. Kemudian akan terjadi pula tabrakan komet dan asteroid dengan bumi. Tidak kalah serunya dengan isu di atas adalah perubahan kutub magnet bumi sebesar 180 derajat dan mengubah kutub utara dan selatan. Perubahan ini akan melemahkan kemampuan bumi menahan sinar kosmik dan radiasi matahari. Isu badai matahari meramaikan kemungkinan bencana lainnya yang akan berdampak pada bumi melalui pelepasan partikel matahari. Dan terakhir adalah ledakan gunung berapi besar (super vulcano).

Mengenai kesejajaran atau kesegarisan bumi, matahari dan Galaksi Bima Sakti, M. Ikbal Ariyanto, dosen struktur galaksi Program Studi Astronomi Institut Teknologi Bandung menjelaskan, “Arah bumi ke pusat Galaksi tidak menimbulkan masalah apa-apa. Itu hanya orientasi arah saja”[9]. M. Zaid Wahyudi mengulas bahwa, “Lubang hitam memang akan menarik benda-benda dalam batasa jarak tertentu. Matahari berjarak sekitar 30.000 tahun cahaya (285.000 trilyun kilometer) dari pusat Bimasakti. Kini matahari berumur 5 miliar tahun dan tetap ada di posisinya dan tidak tersedot lubang hitam”[10].

Mengenai planet Nibiru hanyalah mitos isapan jempol belaka. Istilah planet Nibiru bersumber dari novel karya Zecharia Sitchin pada tahun 1976 dengan judulThe Twelfth Planet. Karangan imajinatif ini didasarkan pada teks kuno bangsa Sumeria pada 6000 tahun lalu. Nibiru adalah planet yang dikendarai mahluk asing bernama Annunaki yang akan mengunjungi bumi untuk memodifikasi primata bumi menjadi manusia untuk mengurus bumi. Annunaki akan kembali pada 2012 untuk menyebar teror[11]. Namun sebenarnya gagasan tahun 2012 sebagai kedatangan Annunaki bukanlah gagasan Zecharia Sitchin. Zecharia hanya mengatakkan Annunaki akan datang 2900 – 900 hingga sekarang. Seorang cenayang bernama Nancy Lieder sekaligus pemilik situs Zeta Talk yang meramalkan datangnya Annunaki bulan Mei 2003. Namun ketika prediksi itu gagal kemudian digeser untuk tahun 2012[12]. Dalam kajian sanggahan mengenai Nibiru disimpulkan, “Serious scholars of Sumerian texts have challenged his work on issues of poor translations, poor scholarship, and special pleading. Sitchin's concept of Nibiru is not supported by the texts that he uses as the basis for his claims” (Sarjana yang serius mengenai teks-teks Sumeria telah menantang karyanya pada berbagai isu mengenai terjemahan yang miskin, kesarjanaan yang miskin, dan himbauan khas. Konsep Sitchin tentang Nibiru tidak didukung oleh teks-teks yang ia gunakan sebagai dasar untuk klaimnya)[13].

Mengenai komet dan asteroid, setidaknya ada tiga asteroid pernah memasuki bumi yaitu 4179 Toutatis (12 Desember 2011), 99942 Apophis (9 Januari 2013), 2012 DA14 (15 Februari 2013). Studi orbit asteroid menyatakan bahwa mereka tidak akan menabrak bumi melainkan hanya akan melintasi bumi saja[14]
Mengenai perubahan medan magnet bumi, mantan Ketua Umum Ikatan Ahli Geologi Indonesia Lambok Hutasoit mengatakan bahwa rekaman batuan selama 76 juta tahun menunjukkan telah terjadi puluhan kali perubahan kutub magnet berkebalikan namun tidak ada yang aneh dengan batuan bumi. Jeda waktu perubahan arah kutub 25.000 tahun hingga jutaan tahun[15]

Mengenai badai matahari, Clara Yono Yatini, Kepala Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional mengatakan bahwa aktivitas matahari meningkat sejak tahun 2010. Ini bagian dari siklus 11 tahunan matahari. Selama 2012 aktivitasnya akan meningkat dan diperkirakan puncaknya pada bulan Mei-Juni 2013 namun belum tentu berdampak bagi bumi karena tergantung ke arah mana ledakannya[16]

Mengenai ledakan besar gunung berapi (super volcano) tidak akan datang tiba-tiba. Akan muncul gejala pendahulu minimal satu tahun agar dapat dianalisis dan diprediksi kejadiannya, ungkap Surono, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi bencana Geologi[17].

Kiamat Dalam Perpektif TaNaKh dan Kitab Perjanjian Baru

Kitab Yesaya 24 memberikan deskripsi mengenai kerusakan yang akan menimba bumi dibeberapa ayat sbb:

Sesungguhnya, YHWH akan menanduskan bumi dan akan menghancurkannya, akan membalikkan permukaannya, dan akan menyerakkan penduduknya” (Yes 24:1)


Bumi akan ditanduskan setandus-tandusnya, dan akan dijarah sehabis-habisnya, sebab YHWHlah yang mengucapkan firman ini” (Yes 24:3)

Bumi remuk redam, bumi hancur luluh bumi goncang-gancing. Bumi terhuyung-huyung sama sekali seperti orang mabuk dan goyang seperti gubuk yang ditiup angin; dosa pemberontakannya menimpa dia dengan sangat, ia rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi” (Yes 24:19-20)

Kitab Daniel 12 memberikan deskripsi mengenai penghakiman terhadap orang benar dan orang fasik, “Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal” (Dan 12:2)

Kitab Matius 24:29 memberikan gambaran mengerikan mengenai kerusakan tata surya sbb, "Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang

Kitab 2 Petrus 3:10 menggambarkan perihal hancurnya unsur-unsur dunia sbb, “Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran”.

Bahkan Kitab Wahyu 9:13-19 memberikan deskripsi kematian sepertiga manusia di bumi sbb, “Lalu malaikat yang keenam meniup sangkakalanya, dan aku mendengar suatu suara keluar dari keempat tanduk mezbah emas yang di hadapan Tuhan, dan berkata kepada malaikat yang keenam yang memegang sangkakala itu: "Lepaskanlah keempat malaikat yang terikat dekat sungai besar Efrat itu." Maka dilepaskanlah keempat malaikat yang telah disiapkan bagi jam dan hari, bulan dan tahun untuk membunuh sepertiga dari umat manusia. Dan jumlah tentara itu ialah dua puluh ribu laksa pasukan berkuda; aku mendengar jumlah mereka. Maka demikianlah aku melihat dalam penglihatan ini kuda-kuda dan orang-orang yang menungganginya; mereka memakai baju zirah, merah api dan biru dan kuning belerang warnanya; kepala kuda-kuda itu sama seperti kepala singa, dan dari mulutnya keluar api, dan asap dan belerang. Oleh ketiga malapetaka ini dibunuh sepertiga dari umat manusia, yaitu oleh api, dan asap dan belerang, yang keluar dari mulutnya. Sebab kuasa kuda-kuda itu terdapat di dalam mulutnya dan di dalam ekornya. Sebab ekornya sama seperti ular; mereka berkepala dan dengan kepala mereka itu mereka mendatangkan kerusakan

Refleksi

Iman Kristen menjadikan kiamat, kemusnahan dunia adalah bagian dari keimanan. Namun iman Kristen tidak meletakkan dasar kepercayaannya pada kapan kiamat datang. Melainkan apa yang harus kita kerjakan sebelum kiamat datang. Suatu ketika murid-murid Yesus bertanya, "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?" (Mat 24:3). Yesus tidak menjawab kapan waktunya sebagaimana yang ditanyakan para muridnya. Yesus hanya memberikan deskripsi panjang lebar mengenai tanda-tanda kiamat dalam Matius 24:1-51 baik itu berupa peperangan, kelaparan, kerusakan lingkungan, penyesatan yang merajalela.

Yesus Mesias dan Junjungan Agung kita Yang Ilahi menekankan dua hal yaitu: Pertama, kita tidak perlu mencari tahu rahasia Ilahi tersebut sebagaimana dikatakan, “Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri” (Mat 24:36). Jika Yesus tidak mengatakan kapan tanggal, hari, bulan dan tahun kiamat terjadi, lalu atas dasar apa kita mempercayai sebuah ramalan bangsa Maya yang tidak menyembah apa yang oleh umat Kristen sembah yaitu Tuhan YHWH yang telah datang melalui Putra-Nya, yaitu Sang Firman yang menjadi manusia, Yesus Sang Mesias? Jika Tuhan YHWH dan Yesus Mesias kita tidak memberitahukan kapan kiamat tiba, mengapa kita harus mempercayai berita-berita menakutkan mengenai kiamat tanggal 21-12-12?

Kedua, kita diminta untuk waspada dan berjaga-gaga sebagaimana dikatakan, “Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuanmu datang. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga” (Mat 24:42-44).

Dengan cara apa kita berjaga dan berwaspada? Rasul Petrus berkata, “Tetapi hari YHWH akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari YHWH. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran. Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia” (2 Ptr 3:10-14).

Kiamat pasti datang. Cepat atau lambat. Suka atau tidak suka. Siap atau tidak siap. Kiamat bukanlah hanya sekedar bencana ekologi dan bencana kemanusiaan sehingga harus dihadapi dengan berlatih dan melatih keluarga kita untuk menguasai bagaimana menggunakan senjata organik. Bukan pula menimbun sejumlah makanan yang diawetkan untuk beberapa tahun. Bukan pula dengan cara membuat bunker bawah tanah agar kita bisa bertahan dari berbagai kondisi buruk yang melanda lingkungan kita. Bukan pula mendirikan bangunan besar dan kokoh di pegunungan dan menyimpan sejumlah bibit tumbuhan dari berbagai dunia dan persedia makanan. Semua persiapan di atas menggambarkan kiamat versi komunitas “Domm’s Prepper” (penyongsong kiamat) sebagaimana ditayangkan oleh sejumlah channel televisi Barat.

Mereka menggambarkan versi kiamat mereka dan mereka membuat antisipasi kiamat seolah-olah kiamat adalah kerusakan lingkungan akibat hancurnya reaktor nuklir atau kehancuran ekonomi serta perubahan iklim. Kiamat adalah kemusnahan dunia dan alam semesta sebagaimana digambarkan dalam kutipan ayat-ayat Kitab Suci di atas.

Karena kita meyakini, seperti layaknya peristiwa kematian, maka kiamat bukanlah akhir segala-galanya melainkan sebuah periode waktu yang menandakan akhir kehidupan dunia di sini dan akan dilanjutkan dengan sebuah kehidupan di sana dengan sebelumnya ditandai dengan penghakiman orang benar (ish ha tsadik) dan orang fasik (ish ha resha) sebagaimana dikatakan Wahyu 20:11-15, “Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya. Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu. Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya. Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api. Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu

Dan inilah episode terakhir kehidupan manusia, “Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi. Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Tuhan, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: "Lihatlah, kemah Tuhan ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Tuhan mereka. Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu” (Why 21:4)

Akhir kata, “sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia” (2 Ptr 3:10-14), Amin!



END NOTES

[1] 2012 Prophecies Sparking Real Fears, Suicide Warnings
http://news.nationalgeographic.com/news/2009/11/091106-2012-movie-end-world-fears-maya-predictions.html


[2] Orang yang Bersiap-siap untuk Kiamat Buktikan Mereka Gila Sekaligus Cemerlang
http://id.berita.yahoo.com/orang-yang-bersiap-siap-untuk-kiamat-buktikan-mereka-gila-sekaligus-cemerlang-20121114.html

[3] Noel Hornor, Will the World End in 2012? in Good News: A Magazine of Understanding, September-October 2011, p.5

[4] Ibid.,


[5] Ibid.,


[6] M. Zaid Wahyudi, Kiamat 2012 (1): Bermula dari Kalender Maya, Kompas 12 Desember 2012, hal 13


[7] Ramalan Kiamat Dikomersilkan, Suku Maya Protes
http://news.liputan6.com/read/447863/ramalan-kiamat-dikomersilkan-suku-maya-protes


[8] Op.Cit., Kiamat 2012: Bermula dari Kalender Maya,

[9] M. Zaid Wahyudi, Kiamat 2012 (2): Isu Petaka dari Antariksa, Kompas, 13 Desember 2012, hal 14


[10] Ibid.,


[11] Ibid.,


[12] Bruce McClure, Planet Nibiru is not Real
http://earthsky.org/space/planet-nibiru-is-not-real


[13] Nibiru
http://www.2012hoax.org/nibiru


[14] Op.Cit., Isu Petaka dari Antariksa


[15]M. Zaid Wahyudi,  Kiamat 2012 (3): Gejolak Bumi dan Matahari, Kompas, 14 desember 2012, hal 14


[16] Ibid.,


[17] Ibid.,

2 komentar:

  1. You'll Save

    Luar biasa pak, sangat memberkati....

    Tuhan Yesus memberkati pelayanan Anda.... Maju terus dalam Tuhan.

  1. Teguh Hindarto

    Terimakasih atas apresiasi dan supportnya. Segala kemuliaan bagi Tuhan (Kevod le Elohim)

Posting Komentar