RSS Feed

MENGAPA NAMA YHWH TIDAK TERTULIS DALAM KITAB PERJANJIAN BARU BERBAHASA YUNANI?

Posted by Teguh Hindarto



Tanggapan Makalah DR Bambang Noorsena, S.H., M.A.

“Tidak Ada Dasar Mempertahankan Nama YHWH
Karena Tidak Ditemukan Dalam Manuskrip Asli Perjanjian Baru”



Dalam makalah yang disampaikan oleh DR. Bambang Noorsena di atas, sebenarnya lebih ditujukkan kepada kelompok Saksi Yehuwa, karena isi pemaparan lebih bersifat pernyataan Saksi Yehuwa yang ditanggapi khususnya terkait dengan penyematan dan penggunaan nama YHWH (Tetragrammaton – Empat Huruf) dalam Kitab Perjanjian Baru. Namun dikarenakan isi argumentasi dan sanggahannya berkaitan dengan prinsip-prinsip yang diyakini oleh kelompok Sacred Name dan kelompok Messianic Judaism serta Mazhab Yudeo Kristen di Indonesia – yaitu perlunya memulihkan nama Tuhan YHWH dalam Kitab TaNaKh dan Kitab Perjanjian Baru, maka kajian tersebut perlu mendapatkan perhatian serius.

Dalam makalahnya, DR. Bambang mengatakan, “Apakah daarnya mengembalikan nama YHWH tersebut? Sebab sekitar 15.000 manuskrip PB (Papyrus, Codex dan Lectiionaries) semua menerjemahkan YHWH menjadi Kurios (Tuhan)? Diantara naskah-naskah tersebut, beberapa manuskrip Injil Yohanes yang berasal dari tahun 125 M (P66, Papyrus Bodmer) yang hanya berjarak 35 tahun dari Rasul Yohanes yang meningal di Efesus tahun 90 M. Bahkan di antara surat-surat Paulus ada papyrus yang berasal dari tahun 85 M (P46), yang berjarak hanya 25 tahun dari kematian syahid Rasul di Roma tahun 67 M. Semua naskah kuno PB tersebut yang mengutip Perjanjian Lama tidak ada yang mempertahankan nama YHWH, semua menerjemahkannya menjadi Kurios (Tuhan). Ada yang menduga-duga bahwa naskah-naskah asli tertua PB dahulu memuat nama YHWH, tetapi kemudian dihilangkan dalam naskah-naskah yang lebih muda. Klaim itu tidak benar. Sampai saat ini fragmen-fragmen PB tertua yang tertulis dalam papyrus juga menerjemahkan YHWH menjadi Kurios (Tuhan). Manuskrip-manuskrip papyrus tertua itu antara lain: