RSS Feed

BENARKAH YAHWEH ADALAH NAMA DEWA BULAN?

Posted by Teguh Hindarto



Saat saya hendak menyampaikan kotbah di Madiun, seorang rekan hamba Tuhan memberikan informasi mengejutkan pada saya bahwa terjadi perdebatan ramai di forum diskusi dunia maya baik melalui facebook maupun milis-milis diskusi lainnya, yaitu anggapan/tuduhan bahwa YHWH yang dieja dengan Yahweh adalah nama dari dewa bulan bangsa Mesir kuno. Kemudian teman saya memberikan beberapa referensi situs internet yang menuliskan pembahasan tersebut dan dia meminta saya untuk memberikan tanggapan serius terkait tuduhan tersebut.

Sepulang saya dari Madiun, saya kembali melakukan penggalian data dan mencari bahan-bahan yang lebih banyak lagi karena saya belum puas mengenai literatur yang diberikan oleh teman saya. Dan berikut hasil kajian yang saya lakukan beberapa minggu ini terkait tuduhan bahwa YHWH adalah nama dewa bulan.

Untuk pertama kalinya saya menemukan kajian yang menghubungkan bahwa nama Yah terkait dengan nama dewa bulan Mesir Ya dalam artikel berjudul Yah – Another Moon Godhttp://www.allegyptiangods.com/gods/yah/). Berikut saya ringkaskan pokok pikiran dalam artikel tersebut sbb: (
  1. Leluhur Israel telah mencampuradukkan (intermingled) antara Tuhan yang mereka sembah dengan tuhan Mesir
  2. Sumber rujukan untuk menyimpulkan bahwa Yah adalah nama dewa Mesir yang diadopsi orang Yahudi adalah Papirus Ani di mana disebutkan nama Yah 2 kali yaitu dalam pasal 2 dan pasal 18 yang berbunyi sbb:

“A spell to come forth by day and live after dying. Words spoken by the Osiris Ani: O One, bright as the moon-god Iah; O One, shining as Iah; This Osiris Ani comes forth among these your multitudes outside, bringing himself back as a shining one. He has opened the netherworld. Lo, the Osiris Osiris [sic] Ani comes forth by day, and does as he desires on earth among the living.”

“[A spell to] cross over into the land of Amentet by day. Words spoken by the Osiris Ani: Hermopolis is open; my head is sealed [by] Thoth. The eye of Horus is perfect; I have delivered the eye of Horus, and my ornament is glorious on the forehead of Ra, the father of the gods. Osiris is the one who is in Amentet. Indeed, Osiris knows who is not there; I am not there. I am the moon-god Iah among the gods; I do not fail. Indeed, Horus stands; he reckons you among the gods.”


Nama Yah berasal dari penduduk Levant dan Hyksos yang berimigrasi dan memerintah serta menguasai Mesir. Tersebarluasnya dewa Yah tidak terlepas dari kontak dengan penduduk Palestina, Syria dan Babilonia. Nama raja Mesir dinasti ke-17 Tao I adalah Yah-hotep. Kemudian raja Mesir dinasti ke-18 bernama Ahmose atau Yah-mose. Dalam kuburan Tuthmosis III dari dinasti ke-18 dijuluki Sit-Yah

Sementara itu dalam artikel The Hallelujah god ( http://yahwehism.com/yah-god.html) dikatakan bahwa nama dewa bulan Yah diambil dari Babilonia dan Mesir. Nama dewa Ya di Mesir yang merupakan seorang dewa diubah menjadi dewi di Mesir dengan sebutan Shua yang merupakan nama dewa langit. Penulis artikel ini pun membuat teori khayalan bahwa nama Yahshua artinya Ya adalah dewa langit. 
Judul yang memberikan kajian serupa di atas al.,

Yahweh: The Pagan God of Mythology oleh Ryan Hicks

Bagaimanakah tanggapan kita atas tuduhan tersebut? Pertama, jika kita menyelidiki Papirus Ani yang menjadi sumber rumor tersebut ternyata tuduhan tersebut tidak terbukti sama sekali. Papirus Ani sendiri bukanlah berisikan pengagungan pada dewa bulan melainkan sekumpulan tulisan berisikan mantra, rapal, himne bagi orang-orang Mesir yang hendak mengalami kematian yang berasal dari tahun 1240 SM. Dalam Papirus tersebut justru yang menonjol adalah nama beberapa dewa seperti RA, HORUS, OSIRIS, dll.  Informasi terkait Papirus Ani dapat dilacak dalam sumber-sumber berikut:

Book of the Dead-The Papyrus Ani

Papyrus Ani

Kedua, ada kesalahpahaman dalam pengejaan. Nama dewa bulan dalam naskah Hieroglif Mesir seharusnya dieja AAKH bukan YAH. Kesamaan bunyi ini yang akhirnya dihubung-hubungkan dengan nama Yah. Untuk informasi pengejaan ini dapat dilacak dalam judul artikel sbb:


The Personification of Yah from the Crescent Moon

AAH: Old Moon God. A shadowy figure who appears to work behind the scenes pulling strings.

Egyptian Gods: Aah

Ketiga, menghubungkan penetapan perayaan Yahudi yang berfokus pada bulan dengan nama dewa bulan Mesir adalah suatu kekeliruan yang fatal. Orang Yahudi dan Bangsa Israel kuno memulai penghitungan hari dan bulan berdasarkan kalender bulan dan matahari. Sekalipun demikian, penetapan ini bukan dikarenakan mengadopsi gagasan Mesir dan agama pagan lainnya namun didasarkan perintah Yahweh sendiri senbagaimana dikatakan: “Berfirmanlah Tuhan: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun” (Kejadian 1:14). Kata “masa-masa yang tetap” dipergunakan kata Ibrani מועדים (moedim) yang kelak menjadi penetapan bagi hari-hari raya YHWH sebagaimana diperintahkan dalam Imamat 23:2 (מועדי יהוה – Moadey Yahweh)

Keempat, orang Mesir kuno lebih berfokus pada penyembahan pada dewa Matahari Ra dan tidak pernah disinggung-singgung penyembahan pada dewa bulan secara khusus.

Kelima, tidak ada nama dewa Yah dalam daftar nama dewa-dewa Mesir kuno. Bahkan nama dewa yang diduga SHUA seharusnya dieja SHU. Silahkan periksa artikel berikut:

Egyptian Mythology


Keenam, bagaimana mungkin YHWH adalah nama dewa bulan Mesir, jika YHWH sendiri yang menciptakan bumi, matahari, bulan dan bintang? “Berfirmanlah Tuhan: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian. Maka Tuhan menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang. Tuhan menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi, dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Tuhan melihat bahwa semuanya itu baik” (Kejadian 1:1,14-18)

Ketujuh, bagaimana mungkin YHWH adalah nama dewa bulan Mesir, jika YHWH sendiri melarang peribadahan kepada matahari dan bulan? "Apabila di tengah-tengahmu di salah satu tempatmu yang diberikan kepadamu oleh YHWH, Tuhanmu, ada terdapat seorang laki-laki atau perempuan yang melakukan apa yang jahat di mata YHWH Tuhanmu, dengan melangkahi perjanjian-Nya, dan yang pergi beribadah kepada allah lain dan sujud menyembah kepadanya, atau kepada matahari atau bulan atau segenap tentara langit, hal yang telah Kularang itu;...” (Ulangan 17:2-3)

Kedelapan, jika memang benar YHWH adalah dewa Mesir yang diadopsi oleh orang Israel dan Yahudi, bagaimana mungkin YHWH sendiri yang mengirimkan tulah dan menghukum dewa-dewa Mesir? “Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua tuhan di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, YHWH” (Keluaran 12:12).

Kesembilan, tidak ada petunjuk dan bukti tertulis bahwa ada patung dan kuil dewa bernama YHWH atau YAHWEH di wilayah Mesir atau Babilonia. Yang ada adalah patung dewa-dewa baik dewa matahari dan dewa bulan yang dihubung-hubungkan dengan nama YHWH.

Kesepuluh, tidak ada bukti tertulis bahwa leluhur Israel telah melakukan adopsi nawa dewa Mesir. Baik Talmud, Misnah, Gemara, Targum tidak pernah memberikan informasi sedemikian.

Dengan demikian, anggapan/tuduhan yang berkategori hujat bahwa YHWH adalah nama dewa bulan Mesir kuno yang diadopsi oleh leluhur Israel hanyalah teori isapan jempol yang didorong oleh sikap Anti Semitisme.

כדנה תאמרון להום אלהיא די־שׁמיא וארקא לא עבדו יאבדו מארעא ומן־תחות שׁמיא אלה׃
עשׂה ארץ בכחו מכין תבל בחכמתו ובתבונתו נטה שׁמים
לקול תתו המון מים בשׁמים ויעלה נשׂאים מקצה ארץ ברקים למטר עשׂה ויוצא רוח מאצרתיו׃
נבער כל־אדם מדעת הבישׁ כל־צורף מפסל כי שׁקר נסכו ולא־רוח בם׃
הבל המה מעשׂה תעתעים בעת פקדתם יאבדו׃

“Beginilah harus kamu katakan kepada mereka: "tuhan-tuhan yang tidak menjadikan langit dan bumi akan lenyap dari bumi dan dari kolong langit ini." YHWHlah yang menjadikan bumi dengan kekuatan-Nya, yang menegakkan dunia dengan kebijaksanaan-Nya, dan yang membentangkan langit dengan akal budi-Nya. Apabila Ia memperdengarkan suara-Nya, menderulah bunyi air di langit, Ia menaikkan kabut awan dari ujung bumi, Ia membuat kilat serta dengan hujan, dan mengeluarkan angin dari perbendaharaan-Nya. Setiap manusia ternyata bodoh, tidak berpengetahuan, dan setiap pandai emas menjadi malu karena patung buatannya. Sebab patung tuangannya itu adalah tipu, tidak ada nyawa di dalamnya, semuanya adalah kesia-siaan, pekerjaan yang menjadi buah ejekan, dan yang akan binasa pada waktu dihukum” (Yeremia 10:11-15)




5 komentar:

  1. miss pardede

    Like

  1. Inspironi
    Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
  1. Wong

    YHWH ASLINYA ADALAH DEWA PAGAN

    Nama YHWH muncul sudah muncul pada abad ke-14 SM. Apa dasarnya?

    Menjelang tahun 1370 SM, orang Mesir telah menaklukkan banyak negeri. Penguasa Mesir kala itu, Firaun Amenhotep (Amenofis) III, membangun sebuah kuil yang megah di Soleb, Nubia, yang kini dikenal sebagai Sudan. Sewaktu para arkeolog menemukan kuil itu, mereka mendapati sebuah hieroglif Mesir yang tampaknya memperlihatkan Tetragramaton Ibrani—YHWH, atau Yehuwa. Ukiran tersebut usianya 500 tahun lebih tua daripada Batu Moab yang terkenal—yang sebelumnya dianggap sebagai prasasti tertua yang memuat nama Tuhan. Mengapa nama Tuhan dalam Alkitab sampai terukir di sebuah kuil Mesir?

  1. Wong

    Negeri Syasu milik Yahu”

    Firaun Amenhotep III membaktikan kuil yang dibangunnya itu kepada dewa Amun-Ra. Kuil itu panjangnya sekitar 120 meter dan berdiri di tepi barat Sungai Nil. Hieroglif-hieroglif yang menghiasi dasar tiang-tiang di salah satu ruangannya mencantumkan daftar negeri yang menurut Amenhotep telah ditaklukkannya. Setiap daerah diwakili oleh seorang tawanan, yang tangannya terikat di belakang dan disertai perisai yang bertuliskan nama negeri atau bangsanya. Di antara hieroglif itu tercantum negeri-negeri milik sejumlah bangsa yang disebut Syasu, atau Syosou. Siapakah mereka ini?

    Syasu adalah nama umum yang diberikan orang Mesir kepada orang Badui, suku-suku yang dipandang hina, yang tinggal di luar perbatasan timur Mesir. Negeri orang Syasu mencakup Palestina bagian selatan, Transyordan bagian selatan, dan Sinai. Beberapa peneliti mengatakan bahwa negeri-negeri yang digambarkan sebagai milik orang Syasu membentang ke utara hingga Lebanon dan Siria. Dalam daftar negeri taklukan yang diperlihatkan di Soleb terdapat sebuah negeri yang beragam sebutannya, yakni ”Yahwe di negeri Syosou”, ”Negeri Syasu milik Yahu”, atau ”Negeri Syasu-yhw”. Egiptolog bernama Jean Leclant mengatakan bahwa nama yang terukir pada perisai di Soleb ”sama dengan ’tetragram’ dari Tuhan dalam Alkitab, YHWH”.

    Kebanyakan pakar percaya bahwa nama Yahu atau Yahwe dalam konteks ini atau konteks yang serupa pastilah memaksudkan suatu tempat atau distrik. Pakar Shmuel Ahituv mengatakan bahwa inskripsi tersebut mengidentifikasi ”daerah tempat berkelana kaum penyembah Yāhū, Tuhan Israel”.* Jika kesimpulannya benar, nama tempat itu hanyalah satu di antara beberapa contoh Semitik kuno yang mengindentifikasi nama tempat sekaligus nama allah atau dewanya.

    Mengenai inskripsi yang terdapat di kuil Nubia, pakar dan arkeolog Alkitab, Roland de Vaux berkata, ”Di kawasan tempat nenek moyang orang Israel memiliki begitu banyak koneksi, setidaknya sejak pertengahan milenium kedua SM, ada nama geografis atau etnik yang sangat mirip, atau malah persis sama, dengan nama Tuhan Israel.”

    NAMA YANG MASIH DISANJUNG

    Soleb bukanlah satu-satunya tempat di Nubia di mana nama Yahwe muncul dalam hieroglif Mesir. Apa yang tampaknya seperti salinan daftar di Soleb juga terdapat di kuil-kuil Ramses II di Amarah Barat dan di Aksha. Dalam daftar di Amarah, hieroglif untuk ”Yahwe di negeri Syosou” tampaknya mirip dengan daerah-daerah Syosou lain, yang dianggap sebagai Seir dan Laban. Alkitab mengaitkan daerah-daerah tersebut dengan Palestina bagian selatan, Edom, dan Sinai. (Kejadian 36:8; Ulangan 1:1) Daerah-daerah itu sering dikunjungi oleh orang-orang yang mengenal dan menyembah Yehuwa, baik sebelum maupun sesudah orang Israel tinggal sementara di Mesir.—Kejadian 36:17, 18; Bilangan 13:26.

    Jadi asal dari kata2 YAHWEH adalah daerah sebelah selatan Palestina , Edom dan Midian dan lebih ke selatan lagi, asal hurufnya berupa YHWH dikarenakan dimasa lalu penulisan bangsa Hebrew hanya mengggunakan konsonan sementara penambahan vokal sehingga terbentuk kata "YAHWEH" ini dilakukan abad ke 16, yg di rekomendasikan Gilbert Génébrard, professor jurusan Hebrew dari Collège Royal di Paris, Perancis

    http://www.bibletopics.com/biblestudy/154.htm

  1. Wong

    kata YHWH dlm Injil ditemukan pada Kejadian 2:4-5, tetapi dalam bentuk "; Yahweh Elohim"; yg dapat diartikan sebagai Yahweh of the gods atau "Lord"; dari para Tuhan (note: penerjemah YHWH menerjemahkan YHWH sbg LORD atau TUAN)

    Dari sini sebenarnya bisa terlihat bahwa mereka2 yg menjadikan YHWH sbg Tuhannya, sebenarnya sudah mempunyai bakat paham Polytheist .

    Menurut G. A. Riplinger dalam The New Schaff, Vol. XII, p. 472

    "Asal dari penyembahan Yahweh, yg ada sebelum Deborah, yang membuktikan bahwa Yahweh adalah Dewa dari Sinai, yg mempunyai fungsi sebagai Dewa Cuaca (hujan, Petir)"

    Alberto R. W. Green dalam The Storm-God in the Ancient Near East (Biblical and Judaic Studies from the University of California) halaman 264 mengatakan :

    "Dengan meng-Identifikasikan Yahweh sbg Dewa Cuaca (Storm), hal ini melengkapi fungsi mistis Dewa Baal atau Dewa2 cuaca lainya dlm peradaban Timur (Near Eastern)"

    DEWA YAHWEH MEMPUNYAI ISTERI

    Ahli Sejarah Raphael Patai, mengatakan jika sebetulnya Yahweh mempunyai Istri Bernama Asherah yg juga disembah, dan juga hal yg sama dikatakan oleh Prof. Zeev Herzog dari Tel Aviv University

    Penemuan Arkeologi di Kuntillet `Ajrud sinai , menemukan Kidung2 penyembahan terhadap YHWH dan Asherah, dlm tulisan Phoenician, salah satu contoh buktinya, dokumen yg disebut "Pithos A"; di tulisan atas Kidung tersebut berkata "Aku memberkati dirimu dgn berkat YHW dan Asherah";

    DR Francesca Stavrakopoulou dari University of Exeter , mengatakan " bukti2 arkeolog, menandakan bahwa Yahweh dan Dewa2 lainnya di sembah di Kuilnya di Jerusalem "; bahkan Dr Francesca yg juga keturuan Yahudi ini pun berkata "Yahweh mempunyai Istri, tetapi penulis Injil menghapusnya dari naskah Injil";

Posting Komentar