APAKAH YESUS KRISTUS ADALAH YHWH? (2)
Posted by
DISKUSI SHEM TOV (TEGUH HINDARTO) DENGAN ALBERT RUMAMPUK
SERI 2 (10 Oktober 2012)
Shem Tov:
Itu artinya YAHWEH sebagai pihak pertama (menggunakan pendekatan bahasa untuk masing-masing kata ganti diri) sedang berbicara mengenai pihak kedua (menggunakan pendekatan bahasa untuk masing-masing kata ganti diri). Untuk lebih jelasnya kita lihat sbb:
והקמתי לדוד צמח צדיק
(Wehaqimoti ledawid tsemakh tsadiq - Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud)
Frasa “wehaqimoti” adalah bentuk Imperfek orang pertama dari kata “qum” (bangkit)
ומלך מלך והשׂכיל ועשׂה משׁפט וצדקה בארץ
(Umalak melek wehishkil weasha mishpat utsedaqa baarets - Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri). Frasa “umalak” adalah bentuk imperfek orang ketiga tunggal dari kata “melek” (raja).
Dari analisis kata dan konteks kalimat saja sudah jelas bahwa YHWH berbicara mengenai Mesias yang disebut Tunas Adil dari Daud. YHWH tidak berbicara mengenai diri-Nya yang akan menjadi manusia.
Bahkan frasa וזה־שׁמו אשׁר־יקראו יהוה צדקנו (weze shemo asyer yiqreo YHWH Tsidqenu) dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya: YHWH keadilan kita) mempertegas siapa yang dimaksudkan dengan “YHWH Tsidqenu”. Bukan YHWH melainkan seseorang yang dinamai oleh banyak orang Israel dengan sebutan “YHWH Tsidqenu” yaitu Mesias sendiri. Perhatikan frasa “shemo” (namanya) BUKAN “shemi” (nama-Ku) sangat jelas menunjuk pada pihak ketiga bukan pihak pertama.
--------------
Albert Rumampuk:
Sudah jelas ini adalah nubuatan YHWH tentang Mesias yang akan memerintah. Tetapi nubuatnya tak berhenti disitu saja, namun dilanjutkan dengan pengakuan YHWH bahwa NAMANYA adalah YHWH keadilan kita. Dan ‘nama’ bagi budaya Yahudi adalah pribadi itu sendiri. Makanya orang Yahudi tak mau terima ayat ini untuk Yesus dan berusaha mencari raja-raja lain sebagai penggenapannya. Anda memisahkan antara ‘Sang tunas adil’ dan YHWH, dan menunjukkan bahwa keduanya berbeda. Tetapi jika demikian, mengapa YHWH menyebutnya sebagai YHWH keadilan kita? Mungkin anda katakan bahwa itu adalah ‘sebutan orang’ bukan sebutan YHWH, tetapi pernahkan anda membaca sepanjang Kitab Suci penolakan YHWH terhadap ‘sebutan’ itu? Tidak! Orang-orang Yahudi (para muridNya) menyebutnya Allah / THEOS, Tuhan / KIRIOS, bahkan Bapa sendiri menyebutnya THEOS (Ibr 1:8, dsb). Jangan terburu-buru membuat pernyataan “YHWH tidak berbicara mengenai diri-Nya yang akan menjadi manusia.” Karena sekalipun ini bisa berhubungan dengan inkarnasi, tetapi saya tidak sedang membahas hal itu dan tak akan gunakan ayat ini sebagai dasar inkarnasi YHWH / THEOS. Topik diskusinya yaitu ‘Apakah Yesus adalah Yahweh?’ Disini saya sedang menekankan / membuktikan bahwa ‘Yesus adalah Yahweh’ menurut Yer 23:5-6. Silahkan anda bantah bahwa Yesus bukan YHWH melalui ayat yang sama. Kesimpulan dari diskusi ini akan digunakan untuk menentukan apakah YHWH / Allah yang jadi manusia atau bukan.
-------------------
Shem Tov:
Anda tidak memberikan sanggahan sebagaimana mestinya. Anda tidak menyanggah analisis saya mengenai logika alur pernyataan antara kata ganti orang pertama (Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud) dan kata ganti orang ketiga (Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri). Anda mengabaikan frasa וזה־שׁמו אשׁר־יקראו יהוה צדקנו (weze shemo asyer yiqreo YHWH Tsidqenu) dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya: YHWH keadilan kita) dan mengklaim bahwa itu nama yang diberikan oleh YHWH sendiri padahal yang benar itu adalah SEBUTAN atau PENAMAAN yang diberikan oleh orang. Bukankah saya sudah katakan bahwa frasa ini setara dengan ungkapan “wayiqra shemo” (namanya disebutkan, Yes 9:5). Pernyataan tersebut memprediksikan bahwa orang-orang yang mengalami lawatan Mesias akan menyebutkan dengan nama dan tindakan YHWH dengan sebutan “YHWH Tsidkenu”, “El Gibor”, “Avi Ad”, “Shar Shalom” dll. Namun bukan bermakna bahwa yang datang adalah YHWH sendiri melainkan Firman-Nya yang menjadi manusia (Yoh 1:1, 14) yang disebut Mesias dan Anak Tuhan (Mat 16:16).
Anda berusaha memfokuskan pada definisi nama yang menunjuk pada pribadi pemilik nama namun tidak jujur dan jeli melihat konteks ayat dan diperbandingkan dengan ayat-ayat lain dalam PB yang menunjuk hakikat Mesias yang adalah Sang Firman yang menjadi manusia. Anda berkata, “Mungkin anda katakan bahwa itu adalah ‘sebutan orang’ bukan sebutan YHWH, tetapi pernahkan anda membaca sepanjang Kitab Suci penolakan YHWH terhadap ‘sebutan’ itu? Tidak! Orang-orang Yahudi (para muridNya) menyebutnya Allah / THEOS, Tuhan / KIRIOS, bahkan Bapa sendiri menyebutnya THEOS (Ibr 1:8, dsb)”. Yang mengatakan itu bukan saya melainkan KONTEKS AYAT itu sendiri. Perhatikan dan jujurlah, jangan asal menjawab. Apalagi pertanyaan Anda di atas sangat konyol dan menggelikan, “pernahkan Anda membaca sepanjang Kitab Suci penolakkan YHWH terhadap sebutan itu?” Anda menanyakan sesuatu yang memang tidak pernah dituliskan dalam Kitab TaNaKh dan Perjanjian Baru. Hanya orang yang berpura-pura bodoh atau memang tidak pandai menganalisis ayat atau tidak jujur terhadap ayat tersebut, sehingga harus melakukan pertanyaan naif tersebut.
Kutipan Ibrani 1:8 yang Anda sitir tidak menunjuk pada Yeremia 23:5-6 melainkan Mazmur 45:7-8. Jadi tidak relevan dipakai sebagai pembuktian. Lihat lagi penjelasan saya dalam diskusi terdahulu yang mengulas Ibrani 1:8. Jangan mengulang-ulang apa yang sudah dibahas dan disanggah.
Saya geli melihat tingkah dan ucapan Anda, “Disini saya sedang menekankan / membuktikan bahwa ‘Yesus adalah Yahweh’ menurut Yer 23:5-6. Silahkan anda bantah bahwa Yesus bukan YHWH melalui ayat yang sama”. Saya sudah menyampaikan argumentasi logis berdasarkan analisis teks dan konteks dan Anda tidak berhasil menyanggahnya dan asal saja dalam menjawab.
Shem Tov:
Penggambaran Yesaya 9:5, sebagaimana Yeremia 23:5-6 lebih menunjukkan SIFAT KEILAHIAN dari tokoh yang dinubuatkan dan KARAKTER yang melekat pada tokoh tersebut (Band Mikh 5:1). Bukankah dengan membaca di bawah terang Yohanes 1:1-18 menjadi jelas bahwa tokoh yang dinubuatkan itu memiliki sifat keilahian karena dia tidak diciptakan sekalipun dilahirkan (genetum non factum) karena dia adalah perwujudan Sang Firman yang setara, sehakikat, sederajat, melekat dengan YHWH.
Dengan saya bertanya, “ Sebagaimana Mesias yang dinubuatkan dalam Yesaya 9:5, apakah nama-nama itu pernah diklaim oleh Yesus sebagai nama dirinya?” bukan bermakna bahwa saya menuduh Kitab TaNaKh gagal dalam menubuatkan tokoh Mesias Ilahi itu. Namun penamaan dalam sebuah nubuat tidak bermakna bahwa si pemilik nama yang dinubuatkan benar-benar memiliki nama-nama tersebut. Penggunaan nama-nama dan gelar tersebut – sekali lagi saya tegaskan – menyiratkan SIFAT KEILAHIAN dan KARAKTER tokoh yang dinubuatkan dalam menjalankan karya Mesianisnya.
--------------
Albert Rumampuk:
Anda belum menanggapi penyataan dari The International Standard Bible Encyclopedia dan Ensiklopedi Alkitab Masa Kini yang menjelaskan bahwa ‘nama’ adalah ‘pribadi itu sendiri’. Setuju atau tidak? Anda memahami nama ‘YHWH keadilan kita’ menunjuk pada sifat keilahian dan kartakter Sang Mesias? Coba dijelaskan lebih lanjut, ‘sifat keilahian dan karakter’ yang bagaimana yang anda maksudkan? Jika anda memaksudkan bahwa itu menunjuk pada ’kesetaraan / kesehakikatan dengan YHWH’ dan bahwa tokoh yang dinubuatkan itu ‘tidak dicipta’, lalau siapakah dia? Dapatkah sesuatu yang bukan YHWH itu sendiri bisa setara / sehakikat dengan YHWH? Jika tokoh itu tidak dicipta, bukankah berarti bahwa dia adalah YHWH itu sendiri?
-------------
Shem Tov:
Diskusi yang menjemukan. Apakah Anda tidak membaca analisis teks dan konteks yang saya lakukan, sehingga harus melarikan diri dengan menggunakan argumentasi soal definisi nama menunjuk pada pribadi? Itu sudah jelas saya amini. Namun yang menjadi persoalannya Anda tidak jujur atau tidak mau tahu bahwa frasa “shemo...yiqreo” (namanya...disebutkan orang) bukan menunjuk pada klaim YHWH melainkan klaim orang-orang yang berjumpa dengan tokoh tersebut kelak. Inipun setara dengan frasa “wayiqra shemo’ (Yes 9:5).
Anda bertanya, “Coba dijelaskan lebih lanjut, ‘sifat keilahian dan karakter’ yang bagaimana yang anda maksudkan? Jika anda memaksudkan bahwa itu menunjuk pada ’kesetaraan / kesehakikatan dengan YHWH’ dan bahwa tokoh yang dinubuatkan itu ‘tidak dicipta’, lalau siapakah dia? Dapatkah sesuatu yang bukan YHWH itu sendiri bisa setara / sehakikat dengan YHWH? Jika tokoh itu tidak dicipta, bukankah berarti bahwa dia adalah YHWH itu sendiri?” Sebuah pertanyaan menggelikan yang tidak merepresentasikan penguasaan dan pemahaman Kristologi secara utuh. Bukankah sudah jelas dari kesaksian Yohanes 1:1 bahwa Firman itu bersama dengan Tuhan yang bermakna Firman itu setara, sehakikat, sederajat dengan Tuhan? Bagaimana mungkin Anda membuat pernyataan, “Jika tokoh itu tidak dicipta, bukankah berarti bahwa dia adalah YHWH itu sendiri?” Anda bukan saja gagal dalam memahami teks dan konteks Yeremia 23:5-6, Anda juga gagal memahami teks dan konteks Yohanes 1:1. Jika Sang Firman itu setara, sehakikat, sederajat, maka konsekwensi logisnya Sang Firman itu kekal bersama YHWH. Dan Kitab Suci memberikan kesaksian bahwa Sang Firman adalah Daya Cipta Tuhan (Kej 1:3, Mzm 33:6, Yoh 1:3). Apakah menutut Anda Firman itu diciptakan, sehingga Anda harus bertanya, ““Jika tokoh itu tidak dicipta, bukankah berarti bahwa dia adalah YHWH itu sendiri?”
Shem Tov:
Sudah jamak dalam hampir mayoritas Kristen membuat lompatan kesimpulan bahwa Yesus adalah Pencipta hanya dikarenakan kesamaan dengan berbagai tindakan yang hanya dilakukan oleh YHWH saja. Seharusnya kita bisa membedakan MANUSIA YESUS dan PRA ADA Yesus sebagai Sang Firman. Manusia Yesus bukan Pencipta. Namun Sang Firmanlah yang menjadikan segala sesuatu tercipta (Kej 1:3, Mzm 33:6, Yoh 1:3). Manusia Yesus tidak pernah disebut sebagai Pencipta. Manusia Yesus disebut dengan “Anak Tuhan” (Yoh 1:18), “Mesias” (Mat 16:16).
-------------------
Albert Rumampuk:
Bagus sekali karena anda membedakan antara ‘manusia Yesus’ dengan ‘Pra-eksistensinya’ sebagai Sang Firman. Yang mencipta memang adalah Sang Firman (Yoh 1:1,3) bukannya manusia Yesus. Tetapi apakah salah jika orang Kristen menyebut bahwa Yesus adalah pencipta? Perhatikan kata-kata Paulus berikut:
Kol 1:13 “Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; [14] di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa. [15] Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, [16] karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.”
Konteks ayat ini sangat jelas bicara tentang Yesus (nama manusia dari Sang Firman [ayat 1-4]); ‘Anak Allah’ (ayat 13 - sebutan untuk Yesus oleh para muridNya); Sang penebus dosa (ayat 14); dan ‘gambar Allah yang tidak kelihatan’. Tentu saja ini berbicara Sang Firman yang telah menjadi manusia. Tetapi anehnya, Paulus tetap mengatakan bahwa ‘Dia’ (Anak Allah / Yesus) adalah pencipta segala sesuatu (ayat 16). Selain orang Kristen, anda akan mengatakan Paulus melakukan ‘lompatan kesimpulan’ juga?
-----------------
Shem Tov:
Tentu saja salah menyebut Yesus adalah Pencipta. Ayat yang Anda kutip (Kol 1:13) meletakkan frasa “di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu” sebagai penjelasan terhadap frasa “Gambar Tuhan” (Eikon tou Theou) dan “Anak-Nya”. Jadi Yesus adalah GAMBAR TUHAN dan ANAK TUHAN yang melaluinya diciptakan segala sesuatu. Namun tidak pernah para rasul menyebut secara langsung Yesus sebagai Pencipta, apalagi menyapa dengan julukan Theos/Elohim. Bukankah saya pun sudah mengulas secara panjang lebar aspek keilahian Yesus sebagai Sang Firman yang melaluinya segala sesuatu diciptakan? (1 Kor 8:6). Jika memang Yesus yang manusia disebut Pencipta, rasul Paul tidak akan membuat alur pernyataan berputar dan berjenjang seperti di atas dan dalam semua suratnya (1 Kor 8:6)
Albert Rumampuk:
Persetujuan anda terhadap istilah ‘Anak Allah’ untuk Yesus, merupakan bukti persetujuan anda terhadap keAllahan Yesus. Saat diduniapun, Yesus disebut dengan ‘Anak Allah’ sebuah istilah yang bermakna ‘sama / setara dengan Allah’ (Yoh 5:18). Lalu apakah anda akan protes kepada Petrus dan murid-murid Yesus lainnya saat mereka menyebut Sang Firman yang telah jadi manusia itu sebagai Anak Allah / Allah?
---------------
Shem Tov:
Wah...wah....rupanya Anda selama ini hanya banyak mengobral dan mengumbar pendapat Anda sendiri, sehingga gagal total memahami jalan pikiran saya mengenai hakikat Yesus sehingga membuat pernyataan di atas. Apa Anda selama ini tidak membaca dengan hati jernih semua tulisan saya mengenai Kristologi dan sibuk mencari sanggahan belaka terhadap argumentasi saya? Apakah selama ini saya menolak keilahian Yesus? Apakah selama ini saya menolak Yesus sebagai Anak Tuhan?
Yang saya tolak adalah sebutan Kurios/Adon diterjemahkan Tuhan bagi Yesus. Yang saya tolak adalah pernyataan bahwa Yesus adalah Yahweh yang menjadi manusia Yang benar adalah Kurios selayaknya diterjemahkan Tuan/Junjungan Agung tanpa menghubungkan dengan aspek Keilahian Yesus Yang benar adalah Yesus adalah Sang Firman Yahweh yang menjadi manusia Paham?


