RSS Feed

APAKAH YESUS KRISTUS ADALAH YHWH? (1)

Posted by Teguh Hindarto



DISKUSI SHEM TOV (TEGUH HINDARTO)  DENGAN ALBERT RUMAMPUK 

SERI 1 (6 Oktober 2012)

Sdr Albert Rumampuk kembali menantang berdiskusi mengenai kedudukan Yesus. Menurutnya, Yesus adalah Yahweh yang menjadi manusia. Kali ini, Albert Rumampuk membangun dalil dari Yeremia 23:5-6. Diskusi ini berlangsung di group diskusi DIALOG CERDAS JUDEOCHRISTIANISME DAN KRISTEN. Karena jawaban dan sanggahan Albert Rumampuk berputar-putar (circular) dan berulang (repetition), maka diskusi saya akhiri pada jawaban terakhir saya yang kemudian saya posting dalam blog. Kiranya dapat menjadi peta jalan dalam mengambil kesimpulan bagi siapapun yang berdiri diantara dua pemahaman: Yesus adalah Firman Tuhan Yahweh yang menjadi manusia atau Yesus adalah Tuhan Yahweh yang menjadi manusia.

Albert Rumampuk:
Saya menggunakan teks dalam Yer 23:5-6 untuk menyatakan bahwa Yesus adalah YHWH.


Yer 23:5-6 “Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri. Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya: TUHAN--keadilan kita.”


Yang mengatakan ‘Sang Tunas adil’ disebut ‘TUHAN (YHWH)- keadilan kita’ memang adalah Yahweh sendiri. Jadi, jika ada yang menolaknya, sama saja menolak firman Yahweh. 
------------ 
Shem Tov:

Itu artinya YAHWEH sebagai pihak pertama (menggunakan pendekatan bahasa untuk masing-masing kata ganti diri) sedang berbicara mengenai pihak kedua (menggunakan pendekatan bahasa untuk masing-masing kata ganti diri). Untuk lebih jelasnya kita lihat sbb:


והקמתי לדוד צמח צדיק

(Wehaqimoti ledawid tsemakh tsadiq - Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud)

Frasa “wehaqimoti” adalah bentuk Imperfek orang pertama dari kata “qum” (bangkit)

ומלך מלך והשׂכיל ועשׂה משׁפט וצדקה בארץ

(Umalak melek wehishkil weasha mishpat utsedaqa baarets - Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri). Frasa “umalak” adalah bentuk imperfek orang ketiga tunggal dari kata “melek” (raja).

Dari analisis kata dan konteks kalimat saja sudah jelas bahwa YHWH berbicara mengenai Mesias yang disebut Tunas Adil dari Daud. YHWH tidak berbicara mengenai diri-Nya yang akan menjadi manusia. 

Bahkan frasa וזה־שׁמו אשׁר־יקראו יהוה צדקנו (weze shemo asyer yiqreo YHWH Tsidqenu) dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya: YHWH keadilan kita) mempertegas siapa yang dimaksudkan dengan “YHWH Tsidqenu”. Bukan YHWH melainkan seseorang yang dinamai oleh banyak orang Israel dengan sebutan “YHWH Tsidqenu” yaitu Mesias sendiri. Perhatikan frasa “shemo” (namanya) BUKAN “shemi” (nama-Ku) sangat jelas menunjuk pada pihak ketiga bukan pihak pertama.


Albert Rumampuk:

Anda menyoroti kata-kata “dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya” dan mengatakan bahwa Yesus tidak pernah dinamai seperti itu. Kasus seperti ini memang sama dengan kata-kata dalam Yes 9:5b: “namanya disebutkan orang…”. Mengapa Yesaya mengatakan “namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai” tetapi ternyata tak ada orang yang menyebutkan demikian? Apakah nubuat Alkitab ini menjadi gagal? Tentu saja ini tak boleh dihurufiahkan, namun berarti bahwa sebutan-sebutan ini memang menunjukkan diri dan karakterNya. Bagi orang Yahudi, ‘nama’ selalu berkaitan erat dengan pribadi itu sendiri.


The International Standard Bible Encyclopedia, vol II: “Dalam kebudayaan Barat jaman sekarang nama-nama pribadi tidak lebih dari sekedar label-label yang membedakan satu pribadi dari pribadi yang lain. ... jaman alkitab, dalam mana nama seorang pribadi mempunyai arti yang jauh lebih dalam. Pentingnya nama pribadi mendapatkan pernyataan yang jelas dalam PL dalam cerita-cerita mengenai pemberian atau perubahan nama-nama. NAMA MEWAKILI / MENGGAMBARKAN SELURUH PRIBADI; DAPAT DIKATAKAN BAHWA NAMA ADALAH PRIBADI ITU SENDIRI” (hal 504).

Ensiklopedi Alkitab Masa Kini: “Sekarang mengenai hubungan nama dengan pribadi yang beroleh nama itu. Ajaran Alkitab dapat dirumuskan dalam tiga dalil: nama itu adalah pribadi itu sendiri; nama itu adalah pribadi yang diungkapkan; dan nama itu adalah pribadi yang hadir secara aktif.” (hal 123)

Istilah ‘Allah yang perkasa’ (EL GIBOR) dalam Yes 9:5, tak berarti bahwa saat berkarya didunia Yesus dipanggil ‘Allah yang perkasa’, tetapi bahwa Dia memang adalah Allah / THEOS itu sendiri. Ini ditunjukkan dengan sifat / karakterNya sebagai pribadi yang Maha hadir (Mat 28:20; Yoh 14:18,20,23); Maha Tahu (Yoh 2:24-25); Maha Kuasa / mengampuni dosa (Mrk 2:10); Maha Suci (Ibr 4:15; Yoh 8:46); disembah (Mat 8:2; 14:33; Ibr 1:6), dsb (bdk. dengan sifat Allah / YHWH yang mengampuni dosa [Yer 31:34]; Maha kudus [Yes 41:14], dsb). Demikian pula dengan nama ‘YHWH Sidqenu’, sebutan ini bukan berarti saat didunia Yesus dipanggil demikian, tetapi ini menunjuk pada diri Yesus yang adalah Yahweh. 
---------- 
Shem Tov:
Penggambaran Yesaya 9:5, sebagaimana Yeremia 23:5-6 lebih menunjukkan SIFAT KEILAHIAN dari tokoh yang dinubuatkan dan KARAKTER yang melekat pada tokoh tersebut (Band Mikh 5:1). Bukankah dengan membaca di bawah terang Yohanes 1:1-18 menjadi jelas bahwa tokoh yang dinubuatkan itu memiliki sifat keilahian karena dia tidak diciptakan sekalipun dilahirkan (genetum non factum) karena dia adalah perwujudan Sang Firman yang setara, sehakikat, sederajat, melekat dengan YHWH.


Dengan saya bertanya, “ Sebagaimana Mesias yang dinubuatkan dalam Yesaya 9:5, apakah nama-nama itu pernah diklaim oleh Yesus sebagai nama dirinya?” bukan bermakna bahwa saya menuduh Kitab TaNaKh gagal dalam menubuatkan tokoh Mesias Ilahi itu. Namun penamaan dalam sebuah nubuat tidak bermakna bahwa si pemilik nama yang dinubuatkan benar-benar memiliki nama-nama tersebut. Penggunaan nama-nama dan gelar tersebut – sekali lagi saya tegaskan – menyiratkan SIFAT KEILAHIAN dan KARAKTER tokoh yang dinubuatkan dalam menjalankan karya Mesianisnya.



Albert Rumampuk:

Lalu jika Yesus adalah Yahweh, bagaimana kita bisa memastikannya lebih lanjut? Ini tentu bisa dilihat dari perbuatan / karya-karyaNya. Misalnya, Yesus adalah Juruselamat satu-satunya (Yoh 4:42; Kis 4:12), ini cocok dengan pribadi Yahweh yang juga adalah satu-satunya Juruselamat (Yes 45:21; 43:11). Yesus adalah pencipta segalanya (Yoh 1:3; Kol 1:16), ini tentu adalah pekerjaan yang hanya bisa dilakukan oleh Yahweh sendiri (Yes 40:28; 64:8), dsb. Oleh karena itu, ketika Yesus disebut ‘YHWH keadilan kita’, ini berarti bahwa Yesus adalah Yahweh itu sendiri. 
------------ 
Shem Tov:

Sudah jamak dalam hampir mayoritas Kristen membuat lompatan kesimpulan bahwa Yesus adalah Pencipta hanya dikarenakan kesamaan dengan berbagai tindakan yang hanya dilakukan oleh YHWH saja. Seharusnya kita bisa membedakan MANUSIA YESUS dan PRA ADA Yesus sebagai Sang Firman. Manusia Yesus bukan Pencipta. Namun Sang Firmanlah yang menjadikan segala sesuatu tercipta (Kej 1:3, Mzm 33:6, Yoh 1:3). Manusia Yesus tidak pernah disebut sebagai Pencipta. Manusia Yesus disebut dengan “Anak Tuhan” (Yoh 1:18), “Mesias” (Mat 16:16).

0 komentar:

Posting Komentar