RSS Feed

DISKUSI SHEM TOV (TEGUH HINDARTO) DENGAN ALBERT RUMAMPUK MENGENAI JULUKAN KURIOS BAGI YESUS: TUAN ATAU TUHAN? (SERI 5)

Posted by Teguh Hindarto





Artikel saya berjudul “Julukan Kurios Bagi Yesus: Tuan atau Tuhan” yang saya posting di blog dan dishare dalam sejumlah group diskusi telah menimbulkan tanggapan dan reaksi dari Albert Rumampuk.

http://bet-midrash.blogspot.com/2011/11/julukan-kurios-bagi-yesus-tuan-atau.html

http://bet-midrash.blogspot.com/2011/11/bagian-kedua-dalam-bagian-pertama.html

Berikut ini saya akan posting hasil diskusi secara berseri dalam Group “Diskusi Cerdas Judeochristianity dan Kristen”


http://www.facebook.com/groups/259025264138201/426654070708652/


DISKUSI SERI 5


Shem:

Kalau penerjemahan kata Kurios harus melibatkan keilahian Yesus sebagai Sang Firman, lalu mengapa terjemahan bahasa Inggris tetap menerjemahkan dengan kata Lord, baik untuk Yesus dan rasul-rasulnya bahkan malaikat (Band. Kis 10:4). Saya mengakui Keilahian (Godhead) dan kemanusiaan. Bedakan antara Keilahian/Ketuhanan (Godhead) dengan Tuhan (God). Saya katakan saya mengakui Ketuhanan Yesus dalam arti hakikat Yesus adalah Sang Firman. Sang Firman tidak diciptakan melainkan daya cipta Tuhan yang setara, sehakikat, melekat dengan Tuhan. Namun Yesus sebagai perwujudan Sang Firman Tuhan, tidak pernah disebut dengan Tuhan (Elohim/Theos/God). Maka pertanyaan Anda harus dikoreksi. Bukan “Anda akui tidak bahwa Yesus adalah TUHAN sejati sekaligus manusia sejati?” tapi “Apakah Anda mengakui Keilahian/Ketuhanan Yesus dan kemanusiaannya?”

Bagaimana mungkin terjemahan kata Kurios yang diterjemahkan dengan Lord kemudian saya usulkan diterjemahkan Tuan atau Junjungan Agung disebut “amburadul” dan “out of context?”

Silahkan Anda membaca Yohanes 21:7 sbb: “Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau” (terjemahan LAI). Nah, pada ayat ini tidak ada indikasi penyembahan apapun saat kata Kurios/Lord ditujukan pada Yesus yang diterjemahkan oleh LAI dengan Tuhan. Oleh karenanya, penerjemahan kata Kurios bagi Yesus harus Anda terjemahkan dengan Tuhan hanya berdasarkan sikap penyembahan yang ditujukan pada Yesus justru itu yang “out of context” karena dari semua kasus penyembahan yang tercatat tidak lebioh dari lima kasus dalam Kitab Injil tidak dihubungkan dengan status dan kedudukan Yesus yang menggantikan kedudukan YHWH sebagai Tuhan. Penyembahan yang ditujukan pada Yesus berkaitan dengan status “Anak Manusia” dan “Anak Tuhan” yang datang dari Sorga.
-------

Albert Rumampuk:

Mengenai kata ‘Lord’ sudah dijelaskan diatas bahwa itu bisa menunjuk pada yang bukan Tuhan atau Tuhan. Biasanya Kitab Suci Inggris menggunakan ‘Lord’ untuk ‘Tuhan’ dan ‘lord’ untuk yang bukan Tuhan. Coba baca lagi diatas, jangan gunakan kebiasaan lama anda yang suka mengulang-ulang sesuatu yang sudah dijelaskan! Saya ulang lagi: tindakan penyembahan kepada Yesus adalah menunjukkan keilahian / keTuhanan Yesus.
--------------

Janganlah “buruk rupa cermin dibelah”. Andalah yang selalu berputar-putar dan merasa sudah puas memberikan jawaban padahal jawaban Anda itu sudah dikritisi sebelumnya. Jadi kalau jawaban Anda dipersoalkan belakangan, tidak seharusnya Anda dengan entengnya berkata “itu sudah dijawab tahu?”. Bukan soal sudah dijawab tapi jawaban itu sudah digugurkan dan belum disanggah lagi. Contoh, Anda selalu berulang-ulang berkata, “Saya ulang lagi: tindakan penyembahan kepada Yesus adalah menunjukkan keilahian / keTuhanan Yesus”. Padahal sejumlah ayat yang Anda sampaikan untuk membuat kesimpulan tersebut telah disanggah dengan melakukan kajian teks dan konteks bahwa tindakan penyembahan terhadap diri Yesus tidak satupun dikaitkan dengan Ibadah dan sujud bakti kepada Tuhan YHWH Sang Pencipta yang diambil alih oleh Yesus. Semua tindakan sujud yang ditujukan pada Yesus dihubungkan dengan status Yesus yang adalah Anak Tuhan (Beney Elohim/Huios Theos) dan Mesias BUKAN Tuhan (Elohim/Theos)



Albert Rumampuk:

Anda bedakan ‘keTuhanan / keilahian’ dengan ‘Tuhan’? Bukankah Sang Firman dalam Yoh 1:1 adalah Tuhan? Apakah setelah inkarnasi berubah menjadi ‘ilahi’ saja dalam arti bukan Tuhan? Aneh bin ajaib! Jika Sang Firman yang adalah pra-eksistensi Yesus tidak dicipta melainkan pencipta segala sesuatu dan sehakikat dengan Bapa (yang menunjukkan keilahianNya), lalu apakah Sang Firman / Yesus itu bukan Tuhan? Memangnya ada mahluk lain yang bisa mencipta dan sehakikat dengan Bapa selain Yesus dan Roh Kudus? Jika Bapa adalah pencipta dan pantas disebut Tuhan, mengapa Yesus yang adalah Sang Firman yang juga adalah pencipta tak bisa disebut Tuhan? Penjelasan anda diatas menunjukkan bahwa anda memang menolak Yesus sebagai Tuhan, tetapi hanya sekedar sesuatu yang ‘ilahi’ (sama dengan Unitarian). Yesus ‘tidak pernah disebut Tuhan / Theos’, hanyalah hayalan anda saja yang terus menerus mengabaikan Yoh 1:1; Yoh 20:28; Tit 2:13, dsb. Tentu saja terjemahan KURIOS hanya sebagai ‘tuan / junjungan’ saja sedang mengabaikan konteks ayat-ayat keilahian Yesus.

----------------

Saya katakan saya mengakui Ketuhanan Yesus dalam arti hakikat Yesus adalah Sang Firman. Sang Firman tidak diciptakan melainkan daya cipta Tuhan yang setara, sehakikat, melekat dengan Tuhan. Namun Yesus sebagai perwujudan Sang Firman Tuhan, tidak pernah disebut dengan Tuhan (Elohim/Theos/God).

Saya tidak menolak Yesus sebagai Kurios (Tuan, Junjungan Agung) namun menolak sapaan Yesus adalah Theos (Tuhan) karena memang tidak pernah disebutkan dalam keseluruhan Kitab Perjanjian Baru. Anda hanya melandaskan pada tiga ayat (Yoh 1:1; Yoh 20:28; Tit 2:13) yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan persoalan yang kita diskusikan, terjemahan mana yang akurat untuk Kurios bagi Yesus, Tuan atau Tuhan. Tiga ayat yang Anda kutipkan dan ulang-ulang khususnya Yohanes 1:1 lebih berbicara perihal PRA ADA Yesus sebagai Sang Firman dan saya tidak menolaknya karena saya mengakui Yesus adalah Sang Firman yang menjadi manusia. Mengenai Yohanes 20:28 sudah saya jelaskan dengan disertai sumber referensi bahwa ungkapan “Theos mou” lebih ditujukan pada YHWH Sang Bapa dan ungkapan “Kurios mou” lebih ditujukan pada Yesus sendiri, Kitab Perjanjian Baru memberikan kesaksian bahwa YHWH disapa dengan tiga sapaan, Theos/Elohim dan Patros/Ab serta Kurios/Adonay. Dan Yesus selalu disapa dengan Kurios/Adon dan TIDAK PERNAH disapa oleh murid-muridnya dengan Theos/Elohim. Jika Anda bersikukuh Yesus adalah Theos/Elohim lalu bagaimana Anda menjelaskan sabda Yesus yang berkata “percayalah kepada Theos/Elohim dan percayalah kepadaku?” (Yoh 14:1) dan “Theos/Elohim adalah Roh maka penyembah yang benar harus menyembah dalam roh dan kebenaran?” (Yoh 4:24)


Albert Rumampuk:

Berbeda dengan perempuan Samaria yang baru bertemu Yesus lalu menyebutnya KURIOS (Sir), maka kata KURIOS dalam Yoh 21:7 yang diucapkan oleh murid Yesus yang telah lama mengenalNya dengan baik, tentu saja harus dimaknai ‘Tuhan’ sekalipun tak ada sikap ‘penyembahan’. Awalnya anda sebut bahwa kata ‘sembah’ bagi Yesus hanya 2 kali saja, tetapi setelah saya tunjukkan 9 kata sembah bagi Yesus dalam Injil, sekarang malah naik menjadi 5. Lumayan, ada kemajuan...
-------------

Saya mengakui jumlah kata sujud dan sembah terhadap dan yang ditujukan pada Yesus lebih dari dua kali. Namun sudah saya perikasa, tidak ada satupun yang berkaitan dengan sujud dan sembah berupa peribadatan atau sebuah sikap sujud dan sembah yang menggantikan kedudukan Tuhan Yahweh Sang Bapa Surgawi? Lagipula darimana Anda menemukan dalil dan rumus, “maka kata KURIOS dalam Yoh 21:7 yang diucapkan oleh murid Yesus yang telah lama mengenalNya dengan baik, tentu saja harus dimaknai ‘Tuhan’ sekalipun tak ada sikap ‘penyembahan’? Toch naskah Yunani dan Aramaik menuliskan dengan Kurios dan Maran? Bahkan Hebrew New Testament pun menerjemahkan dengan Adon dan bukan Elohim?


Albert Rumampuk:

Lagi-lagi mengulang-ulang bahwa kasus penyembahan pada Yesus berhubungan dengan status ‘anak manusia’ dan ‘Anak Tuhan’ yang disandangNya. Sudah saya katakan bahwa sang ‘Anak Tuhan’ dan ‘anak manusia’ yang adalah Yesus yang disembah itu sedang menggenapi kata-kata Yesus di Mat 4:10. Jika Sang ‘anak manusia’ itu bukan Tuhan, mengapa Dia menerima sembah? Ah, cape juga diskusi dengan anda...

----------------

Tidak masuk akal dan terlalu dipaksakan pernyataan, “Sudah saya katakan bahwa sang ‘Anak Tuhan’ dan ‘anak manusia’ yang adalah Yesus yang disembah itu sedang menggenapi kata-kata Yesus di Mat 4:10”. Memangnya Matius 4:10 nubuatan sehingga harus digenapi? Masak tidak bisa membedakan, menyembah Tuhan Yahweh dan menyembah Tuan Yesus yang adalah Anak-Nya? Masak penyembahan terhadap Yesus dijadikan dalil bahwa kata Kurios harus diterjemahkan dengan Tuhan sementara kata Tuhan adalah untuk menerjemahkan kata Theos dan kata Theos selalu dihubungkan untuk YHWH dan tidak pernah untuk Yesus Sang Mesias.



Shem Tov:

Mengenai pernyataan Anda, “Justru jika kata itu diterjemahkan ‘tuan’ (walaupun menunjuk pada keilahian Yesus) yang akan menimbulkan kesalahpahaman tentang diri Kristus. Saya curiga pengakuan anda yang mengamini keilahian Yesus hanyalah ucapan belaka untuk menutupi pemahaman yang sebenarnya”. Curiga? Menutupi pemahaman yang sebenarnya? Ah, bawaan dan style Anda berdialog sejak dahulu memang bermodalkan prasangka. Anda membuat labeling dan kategorisasi terhadap siapa Anda berbicara. Kemudian Anda akan membuat sejumlah pernyataan yang telah ditunggangi prasangka dan labeling negatif terhadap sejumlah pernyataan yang Anda tidak mengerti dari lawan bicara Anda. Kesalahpahaman? Baiklah, saya akan jelaskan kembali dengan memperbesar kesabaran saya.
---------
Albert Rumampuk:

Bukankah kita sudah sering ketemu dalam diskusi? Jadi saya sudah cukup lama kenal anda bukan? Bukankah diskusi disini didahului aleh argument masing-masing lalu terjadi Tanya jawab? Dari diskusi disini, saya tahu bahwa anda tidak mengakui Yesus sebagai Tuhan / Theos. Bukankah itu cukup bagi saya mengatakan anda menolakNya? Apa dasarnya mengatakan bahwa itu adalah sebuah ‘prasangka yang negatif’? Mau tahu bagaimana pandangan anda yang sesungguhnya? Baiklah, saya akan memperbesar kesabaran saya untuk menjelaskan (mengulanginya) lebih lanjut. 

---------------

Lha memang Yesus tidak pernah berkata AKULAH THEOS? Para rasul dan siapapun yang bertemu dengan Yesus tidak ada satupun yang menyapa beliau dengan sapaan Theos? Yang jadi persoalan, Anda belum juga menangkap redefinisi terjemahan yang saya usulkan dan selalu main hantam kromo menyanggah dan menyalahkan.


Pola terjemahan saya adalah Theos/Elohim/God (Tuhan). Kurios/Adon/Lord (Tuan). Dan Yesus tidak pernah mendakwa dirinya dengan sebutan Theos, tidak pula para murid2nya. Anda hanya dapat mengajukan SATU AYAT yang masih debatable yaitu Yohanes 20:28 dan hanya mengajukan dua ayat lain yang tidak berhubungan dengan persoalan kata Kurios (Yoh 1:1 dan Tit 2:13)



Yesus mendakwa dirinya: υμεις φωνειτε με ο διδασκαλος και ο κυριος  (Kamu menyebut Aku Guru [Didaskalos] dan Tuan [Kurios], Yoh 13:13). Yesus tidak berkata υμεις φωνειτε με ο διδασκαλος και οθεος  (Kamu menyebut Aku Guru [Didaskalos] dan Tuhan [Theos], Yoh 13:13)


Shem:

Sekalipun secara hakikat, Yesus adalah Firman Tuhan dan Firman Tuhan adalah Tuhan itu sendiri (Yoh 1:1), namun penyebutan “Tuhan Yahshua” atau “Tuhan Yesus”, menimbulkan sejumlah persoalan teologis. Sekali lagi, yang dipersoalkan bukan HAKIKAT-NYA melainkan PENYEBUTAN-NYA atau SAPAAN terhadap pribadi-Nya. Apakah Dia lebih tepat disapa “Tuan” atau “Tuhan” saat Dia masih berkarya di bumi dan saat setelah kebangkitan-Nya dan kenaikan-Nya ke sorga? Pertanyaan ini bukan hendak meragukan “Ketuhanan” atau “Divinitas” Yesus, melainkan mempertanyakan sebutan yang proper bagi Yesus, apakah “Tuan” atau “Tuhan”?
----------
Albert Rumampuk:

Anda sendiri akui bahwa sang Firman itu adalah Tuhan sendiri. Lalu apakah setelah sang Firman berinkarnasi jadi manusia, maka Dia berubah menjadi bukan Tuhan lagi? Jadi hanya manusia 100% saja? Teguh bilang bahwa Kata THEOS dalam Yoh 1:1 bermakna ‘tidak dicipta / sehakikat dengan Tuhan’, lalu apakah setelah Tuhan jadi manusia, Dia menjadi tidak sehakikat lagi? Jikalau Yesus tetap sehakikat dengan Tuhan / Allah, apakah berarti Yesus bukan Tuhan dan hanya layak disebut ‘tuan’ yang menurut anda adalah sapaan untuk manusia? Bukankah jika anda hanya mengakui Yesus sebagai ‘tuan’ (sapaan untuk manusia) saja, maka saat itu anda sedang meragukan keTuhanan Yesus? Penyebutan KURIOS / Tuhan bagi Yesus bukan hanya berlaku saat di dunia saja tetapi juga saat bangkit danm naik kesurga dan sampai selama-lamanya! 

--------------

Pernyataan Anda di atas dikarenakan Anda tidak bisa memilahkan antara Ketuhanan (Godhead) dan Kemanusiaan (Humanity) Yesus. Dari aspek Ketuhanan, Yesus adalah Sang Firman dan Sang Firman adalah dari essensi Tuhan sendiri. Dari aspek kemanusiaan, Yesus memang manusia penjelmaan Sang Firman. Sebagai manusia (penjelmaan Sang Firman) maka manusia Yesus (1 Tim 2:5) tentu saja disapa dengan gelar kehormatan  manusia yang salah satunya adalah Kurios (Adon) selain Didaskalos (Rabbi). Tidak pernah dan tidak mungkin aspek keilahian Yesus berpengaruh terhadap penyebutan kata Kurios. Kalau memang aspek keilahian Yesus mempengaruhi penerjemahan kata Kurios, seharusnya dalam terjemahan berbahasa Inggris kata Kurios diterjemahkan God. Nyatanya, kata Kurios selalu diterjemahkan dengan Lord dan Sir.


Shem:

Beberapa persoalan teologis yang dapat kita temukan adalah sbb: Dalam Yohanes 4:11 versi Lembaga Alkitab Indonesia dikatakan, “Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?”. Bagaimana mungkin perempuan Samaria menyapa dengan sebutan “Tuhan”, karena sebutan “Tuhan”, selalu menunjuk pada Sang Pencipta? Persoalan selanjutnya ditemukan dalam 2 Korintus 11:26, “Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan” . Bagaimana mungkin sebutan Tuhan yang dikhususkan bagi Sang Pencipta, dapat mengalami kematian dan menjadi mayat? “God is Dead” –ungkapan filsuf Nietzhe- mungkinkah Tuhan mati? Demikian pula dalam Lukas 24:3 dikatakan,”…dan setelah masuk mereka tidak menemukan mayat Tuhan Yesus”. Tuhan menjadi mayat? Sungguh tidak dapat dibayangkan bahwa Kekristenan bertuhankan mayat…
------------
Albert Rumampuk:

Sudah saya bilang bahwa kata KURIOS dalam Yoh 4:11 memang lebih tepat diterjemahkan ‘tuan / Sir’ seperti terjemahan Inggris. Berkali-kali saya katakan karena konteksnya memang demikian. Mengapa terus saja dibahas seakan-akan belum dijawab?? Yang menulis kitab Korintus adalah Paulus, seorang rasul yang telah mengenal Yesus dengan benar (Kis 9:1-19), jadi tidak salah jika di 1 Kor 11:26, kata KURIOS diartikan ‘Tuhan’. Yang ‘mati’ dalam ayat itu bukan Tuhan-nya, tetapi manusianya. Demikian pula dengan kasus didalam Luk 24:3. Jadi, ini bukanlah sebuah persoalan teologis yang tak bisa dimengerti.
--------------

Jika Anda puas dan merasa bahwa tidak ada persoalan teologis dengan ungkapan “kematian Tuhan” (2 Kor 11;26) silahkan saja. Bagi saya itu mengorbankan logika dan hukum bahasa karena Tuhan memang tidak pernah dihubungkan dengan kata mati kecuali dalam TERJEMAHAN Lembaga Alkitab Indonesia yang menurut saya keliru dan tidak tepat menerjemahkan kata Tuhan untuk Kurios.


Anda mengatakan, “Yang menulis kitab Korintus adalah Paulus, seorang rasul yang telah mengenal Yesus dengan benar (Kis 9:1-19), jadi tidak salah jika di 1 Kor 11:26, kata KURIOS diartikan ‘Tuhan”. Jika pencerahan pemahaman terhadap sosok dan pribadi Yesus begitu penting bagi para murid termasuk Rasul Paul, mengapa Paul tidak menerjemahkan dengan Theos saja untuk Yesus? Justru dengan dipertahankannya bentuk sapaan Kurios, itu menunjukkan bahwa tidak ada perubahan makna signifikan terhadap kata Kurios bagi Yesus karena bagi rasul-rasul, letak keilahian Yesus sebagai Sang Firman bukan dibuktikan melalui gelar Kurios melainkan dari sifat Pra Adanya. Para rasul memang mengalami pencerahan bahwa Yesus adalah Kurios di atas segala Kurios namun bukan bermakna bahwa kata Kurios artinya Tuhan melainkan Tuan atau Junjungan.


Shem:

Persoalan-persoalan teologis yang mengemuka ini harus disikapi dengan melakukan analisis teks bahasa, baik Ibrani maupun Aramaik serta Greek sebagai bahasa yang dipergunakan pertama kali untuk mengkomunikasikan kehidupan dan ajaran Yesus Sang Mesias. Tanpa analisis kebahasaan, akan menimbulkan sejumlah persepsi yang spekulatif dan tidak firmaniah. Merujuk pada Kitab TaNaKh (Torah, Neviim, Kethuvim), yang lazim dikenal oleh Kekristenan dengan sebutan Kitab Perjanjian Lama, baik yang berbahasa Ibrani maupun Greek yang dikenal dengan sebutan Septuaginta serta berbahasa Aram yang dikenal dengan sebutan Peshitta, maupun Kitab Perjanjian Baru versi Yunani dan Aramaik serta terjemahan Ibrani modern, ada beberapa gelar atau sapaan yang harus kita ketahui, yaitu : Adon, Adonai, Elohim (Ibr) atau Maran, MarYah, Alaha (Aram) serta Kurios, Theos (Greek).
-----------
Albert Rumampuk:

Saya sudah memberi makna kata Yunani KURIOS (yang adalah bahasa asli PB). Menurut kamus, kata itu bisa bermakna ‘tuan’ atau ‘Tuhan’. Mau gunakan bahasa apa saja (Ibrani, Yunani, Aram, Inggris, Indonesia, China, Jawa, Madura, dsb), yang terpenting adalah konteks dari ayat yang dimaksudkan. Terjemahan anda yang memaknai KURIOS (bagi Yesus) yang menunjuk pada keilahianNya dengan ‘tuan’ justru tidak Alkitabiah. 
-------------

Anda salah paham membaca kamus mengenai kata Kurios. Kata Kurios memang bisa ditujukan untuk manusia dan bisa untuk Tuhan (title for God) namun BERBEDA ARTINYA bahwa Kurios artinya Tuhan! (is God)


Shem:

Nah, dari penjelasan dapat terlihat justru penerjemahan kata Kurios bagi Yesus yang diterjemahkan secara lurus oleh LAI dengan Tuhan justru yang selalu menimbulkan salah paham. Bagi siapa? Bagi kaum Muslim dan bagi orang Kristen yang mau berfikir kritis dan melihat dari aspek kajian penerjemahan bahasa. Maka tudingan Anda bahwa gugatan saya terhadap penerjemahan kata Kurios dengan Tuhan yang ditujukan pada Yesus akan menimbulkan salah paham, memang bisa saja terjadi karena masih sedikit orang Kristen yang menggeluti persoalan ini.
---------
Albert Rumampuk:

Nah, semakin jelas bahwa anda ingin menghindari penyebutan ‘Tuhan Yesus’ karena adanya kaum Muslim, sekalipun itu menentang Kitab Suci. Iman anda sungguh rapuh, rela mengorbankan kebenaran Kitab Suci demi mencapai suatu tujuan yang tidak firmaniah!
--------------

Nampaknya Anda memang tipe orang yang tidak terbuka terhadap redefinisi dan rekontsruksi terjemahan sebuah kata atau istilah dalam terjemahan Kitab Suci ataupun tafsir. Anda menggunakan pendekatan dogmatis dalam kasus akurasi penerjemahan kata Kurios sehingga tidak membuka diri dari aspek kebahasaan dan kebudayaan serta agama lain. Bambang Noorsena dalam bukunya berjudul “Menuju Doalog Teologis Islam-Kristen” (Andi Offset 2001:19) membuat judul artikel pada Bab II, “Reformulasi Bahasa Teologis Gereja Dalam Rangka Dialog Kristen-Islam”. Apakah karena ada sebuah tindakan “reformulasi bahasa teologis” agar Islam lebih memahami ajaran Kristen, lalu kemudian kita menuduh penulis buku tersebut sedang mengorbankan imannya? Terlalu naif dan dangkal kesimpulan Anda. Keberatan Islam memang beralasan. Kesalahan terletak pada kita yang telah menerjemahkan kata Kurios bagi Yesus menjadi Tuhan padahal yang seharusnya Tuan. Perbedaannya dengan Islam, Kekristenan yang menyeru Yesus dengan sebutan Tuan/Junjungan Agung TIDAK MENYANGKAL Pra Ada nya sebagai Kalam/Firman Tuhan yang menjadi manusia.



Shem:

Saya koreksi dahulu repetisi (pengulangan) kutipan pernyataan saya Anda beri tanda kurung yang mengesankan itulah pernyataan saya padahal itu interpretasi Anda sendiri. Contoh: “lalu Anak Tuhan (yang menurut orang Yahudi menunjuk pada Tuhan itu sendiri)”. Anak Tuhan (Sang Firman yang menjadi manusia) ya Anak Tuhan sendiri, jangan Anda samakan dengan YHWH yang adalah Tuhan!
---------
Albert Rumampuk:

Itu bukan penafsiran saya tetapi kata-kata Alkitab (Yoh 5:18). Yesus disebut Anak Allah, karena Dia sama / setara dengan Allah. Jika Yesus setara dengan Allah, maka istilah ‘Anak Allah’ menunjuk pada Allah / Tuhan itu sendiri.

-----------

Setara belum tentu sama. Perkataan Albert Rumampuk setara dengan Albert Rumampuk namun tidak sama dengan Albert Rumampuk. Sang Firman setara dengan Tuhan karena tidak pernah ada waktu dimana Tuhan tidak bersama dan tidak memiliki Firman-Nya. Namun Firman tidak sama dengan Tuhan dan Tuhan tidak sama dengan Firman. Yesus adalah Sang Firman Tuhan yang menjadi manusia. Kesetaraan Yesus adalah dalam hal Pra Ada nya sebagai Sang Firman. Namun Yesus bukan Tuhan Yahweh dan bukan Tuhan (Theos). Yesus adalah Firman Tuhan.



Kalau Anda katakan “Anak Tuhan” menunjuk pada “Tuhan”, lalu siapakah “Bapa” yang disebut oleh Yesus dalam setiap perkataan dan doanya? Padahal Tuhan adalah Bapa dan Bapa adalah Tuhan sebagaimana dikatakan, “Terpujilah Tuhan dan Bapa Junjungan Agung kita Yesus Kristus”(Ef 1:3)


Shem:

Lho, khoq Anda masih bertanya lagi “Lalu mengapa tak mau menerjemahkan KURIOS sebagai Tuhan? Apakah anda menganggap ‘Mesias’ yang anda sebut sebagai ‘manusia Ilahi’ itu bukan Ilahi? Atau Anak Tuhan itu bukan setara / sama dengan Tuhan sendiri?” Apa Anda tidak membaca dengan baik atau apakah Anda tidak bisa mencerna sebuah penjelasan dan argumentasi mengapa saya tidak menerjemahkan kata Kurios dengan Tuhan? Bukankah dari judul dan isinya adalah dalil yang saya sajikan berdasarkan analisis kata untuk membuktikan bahwa kata Kurios seharusnya diterjemahkan Tuan dan Junjungan Agung bukan Tuhan. Khoq masih bertanya lagi? Sudah berkali-kali saya jelaskan, “tidak ada hubungan penerjemahan kata Kurios dengan status keilahian Yesus sebagai perwujudan Sang Firman Tuhan yang setara, sehakikat, sederajat dengan Tuhan”. Sebagaimana tidak ada hubungan antara sapaan Adon terhadap YHWH yang diterjemahkan Kurios dengan status Ketuhanan YHWH karena kata Adon atau Kurios memang artinya Tuan, Majikan, Penguasa, Junjungan, Junjungan Agung.
-----------
Albert Rumampuk:

Sudah berkali-kali saya katakan bahwa mengartikan suatu kata itu harus melihat konteksnya. Jika anda mengabaikan keTuhanan Yesus diayat-ayat yang sudah saya sodorkan diatas, maka sama saja anda membuang Firman Tuhan! Bagaimana bisa anda menterjemahkan kata KURIOS dengan membuang konteksnya? Ini yang saya sebut dengan penafsiran yang amburadul! Saya memaklumi, ini memang kebiasaan anda dalam menafsirkan suatu teks. Sebuah sistim interpretasi yang pincang dan kerdil! 
--------------

Sayangnya Anda SALAH MENAFSIRKAN dan SALAH MENYIMPULKAN terhadap sejumlah ayat yang Anda kutip dimana ada perilaku penyembahan yang ditujukan pada Yesus yang kemudian Anda tafsirkan penyembahan terhadap Ketuhanan Yesus padahal berkaitan dengan status Anak Tuhan dan Mesias. Sudah berkali-kali saya jelaskan, “tidak ada hubungan penerjemahan kata Kurios dengan status keilahian Yesus sebagai perwujudan Sang Firman Tuhan yang setara, sehakikat, sederajat dengan Tuhan”. Sebagaimana tidak ada hubungan antara sapaan Adon terhadap YHWH yang diterjemahkan Kurios dengan status Ketuhanan YHWH karena kata Adon atau Kurios memang artinya Tuan, Majikan, Penguasa, Junjungan, Junjungan Agung.


Shem:

Anda berkata, “Pertanyaan anda: “Tunjukkan pada saya ada kasus dalam percakapan sehari-hari Yesus disapa Elohim atau Theos!” Lagi-lagi membuat saya bingung dengan cara berdiskusi anda yang amburadul karena suka mengulang-ulang sesuatu yang sudah dijawab. Kapan bisa berdiskusi dengan baik dan benar?” Bukankah Anda hanya bisa mengajukan satu dalil dari Yohanes 20:28 dimana saya sudah menyanggahnya bahwa itu bukan sapaan umum terhadap Yesus sebagaimana sapaan Kurios/Lord dalam keempat Injil. Tidak ada kasus lain dalam Injil dimana Yesus disapa dengan Theos!. Saya sudah buktikan bahwa kata Theos dalam Yohanes 20:28 bukan ditujukan pada Yesus melainkan pada YHWH Sang Pencipta.
-------------
Albert Rumampuk:

Sanggahan anda atas Yoh 20:28 mirip Unitarian, nanti saya jelaskan dibawah. Itu ditujukan bagi YHWH? Ya, saya setuju Yesus memang adalah YHWH yang jadi manusia. Tidak ada kasus lain dalam Injil dimana Yesus disebut dengan Theos? Ulangi lagi: Yoh 1:1. Teguh bilang sudah dibantah? Bantahan yang juga saya bantah! Lalu mana bantahannya? Pengakuan Yesus sebagai Theos oleh Kitab Suci bukan hanya ada di Injil saja tetapi di Tit 2:13; Ibr 1:8; Rom 9:5; 2 Ptr 1:1; 1 Yoh 5:20; Wah 1:8, dsb. Anda hanya mau menerima dari Injil saja dan membuang yang ‘non Injil’?
-------------
Yesus adalah YHWH (Yahweh) yang menjadi manusia? Kalau Yesus adalah Tuhan Yahweh yang menjadi manusia, lalu siapa yang diseru Yesus saat berteriak, “Eli-Eli lama Sabakthani?” (Tuhanku-Tuhanku, mengapa Engkau meninggalkan aku? (Mat 27:46). Jika Yesus adalah Tuhan Yahweh yang menjadi manusia, kepada siapa Yesus berdoa saat berada di Taman Getsemani dan berkata, “"Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi." (Luk 22:42)?


Anda berkata, “Pengakuan Yesus sebagai Theos oleh Kitab Suci bukan hanya ada di Injil saja tetapi di Tit 2:13; Ibr 1:8; Rom 9:5; 2 Ptr 1:1; 1 Yoh 5:20; Wah 1:8”. Mari kita lihat ayat-ayat tersebut:



Titus 2:13 “dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus” (Terjemahan LAI). Kata Theos (yang diterjemahkan LAI) harus dibaca berdasarkan konteksnya dari ayat sebelumnya yaitu ayat, “Karena kasih karunia Allah (Theos) yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini” (terjemahan LAI). Darimana Anda menyimpulkan bahwa kata Theos (yang diterjemahkan LAI dengan “Allah”) menunjuk pada Yesus? Modal Anda hanya berdasarkan kata penghubung “kai” dan ketiadaan artikel pada kata “Theos”. Padahal frasa “tou megalou Theou” dimana tidak ada artikel hendak menunjukkan kasus genitif setara dengan frasa “kai Theos en ho Logos” (Yoh 1:1) dimana kata Theos yang tidak dikenai artikel berfungsi sebagai predikat terhadap kata Logos yang menjadi subyeknya. Jadi mana bukti kata Theos dalam Titus 2:13 dihubungkan dengan Yesus itu?


Ibrani 1:8, “Tetapi tentang Anak Ia berkata: "Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran” (terjemahan LAI). Pernyataan dalam Ibrani 1:8 adalah kutipan dari Mazmur 45:6-7. Penulisnya adalah Daud. Penulis Ibrani memberikan interpretasi bahwa Mazmur 45:6-7 menunjuk pada Anak Tuhan bukan bermakna bahwa sang Anak dijuluki Tuhan (atau jika mengikuti terjemahan LAI menjadi Allah). A. Cohen dalam Soncino Hebrew and English edition of the Hebrew Bible khususnya mengenai artikel berjudul Psalm menyatakan bahwa “This Psalm came to be understood as referring to King Messiah...”(p.140). Pada halaman yang sama beliau memberikan komentar mengenai frasa “Your throne, O God” sbb: “The Hebrew is difficult. A.V. (Authorized Version) and R.V. (Revised Version), ‘Thy throne, O God’ appears to be the obvious translation but does not suit the context”. Di mata penafsir Yahudi sendiri diakui bahwa memang Mazmur 45:6-7 menunjuk pada Mesias sekalipun mereka menolak keilahian Mesias sebagaimana komentar di atas. Anda harus membedakan bahwa frasa “TETAPI TENTANG ANAK IA BERKATA” adalah interpretasi penulis Kitab Ibrani dan penulis Kitab Ibrani bukan hendak mengatakan bahwa sapaan Mesias adalah Elohim/Theos/God (Tuhan) melainkan mengutip Mazmur 45:6-7 yang sejak lampau dipahami sebagai nubuat untuk Mesias, sebagaimana Yesaya 9:5.



Roma 9:5, “Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin!” (Terjemahan LAI). Sebagaimana kasus Titus 2:13 Anda pun mencoba menjadikan ayat ini untuk membuktikan bahwa Yesus disapa Elohim/Theos. Benarkah? DR. David Stern dalam Complete Jewish Bible menerjemahkan, “the Patriarchs are theirs; and from them, as far as his physical descent is concerned, came the Messiah, who is over all. Praised be ADONAI for ever! Amen”. Dalam Jewish New Testament Commentary beliau menjelaskan: “Praised be ADONAI for ever!. This is the language of a Jewish b’rakhah (blessing); in Hebrew it would be ‘Baruk Adonai l’olam va ed. In Jewish liturgies a recital of God’s attributes or deeds, such as here, elicit a blessing; for example the Aramaic ‘Brikh hu’ (Blessed be he) in the Kaddish” (1998:388). Bagaimana mungkin frasa, “yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia” dipahami sebagai Tuhan (terjemahan LAI, Allah) yang harus dipuji-puji? Logikannya kata “Theos” dalam Roma 9:5 dihubungan dengan frasa sebelumnya yaitu “Ech hoon” (Dia yang) BUKAN pda Mesias.



2 Ptr 1:1, “Dari Simon Petrus, hamba dan rasul Yesus Kristus, kepada mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus” (Terjemahan LAI). Kasus ini setara dan sebanding dengan Titus 2:13 serta Efesus 1:3. Tidak perlu penjelasan lebih jauh karena kasusnya sudah dibahas di atas.



1 Yohanes 5:20, “Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal” (Terjemahan LAI). Kata Theos (diterjemahkan LAI dengan Allah) bukan menunjuk pada Yesus melainkan pada Theos (Tuhan) Sang Bapa sebagaimana ayat sebelumnya yaitu ayat 18-19 sbb: “Kita tahu, bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa; tetapi Dia yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat menjamahnya. Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat” (terjemahan LAI).



Wahyu 1:8 "Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa." (Terjemahan LAI). Bahkan Wahyu 1:8 menggemakan Yohanes 1:1,14 bahwa Yesus adalah Sang Firman Tuhan (terjemahan LAI, “Firman Tuhan Allah”). Jadi ayat ini tidak membuktikan apapun bahwa Yesus disapa Theos!  Dan Wahyu 1:18 bergema dalam Wahyu 19:13 “Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman Allah." (Terjemahan LAI)



Dari kesemuan daftar ayat yang Anda sodorkan, tidak ada indikasi apapun bahwa Yesus DISAPA dengan julukan THEOS selain sebentuk misinterpretasi kata Theos yang dihubungkan dengan kata sambung “kai” (dan) dengan Yesus Sang Mesias.


Shem:

Anda berkata, “Pertanyaan saya ini belum dijawab: Jika Yesus bukan Tuhan / Allah tapi mau disembah, itu berarti Dia sedang menentang kata-kataNya sendiri di Mat 4:10. Anda mau katakan Yesus seorang yang plin plan? Jangan suka berputar-putar, jawab itu!”. Pertanyaan ini bukan belum dijawab tapi Anda tidak mau tahu jawabannya. Bukankah sudah saya jelaskan bahwa semua kasus penyembahan yang ditujukan pada Yesus dimana Yesus tidak menolak penyembahan itu, bukan dikarenakan mereka sedang menyembah Tuhan YHWH yang telah menjadi manusia Yesus. Sebaliknya, mereka menyembah Yesus sebagai Mesias dan Anak Tuhan yang dijanjikan dalam TanaKh. Mesias yang dijanjikan itu berasal dari Sorga dan memiliki sifat Keilahian (Mik 5:1, Yes 9:5). Maka logis penyembahan ini ditujukan pada Yesus dan Yesus tidak menolak penyembahan tersebut. Tapi ini tidak ada hubungannya dengan kata Kurios yang harus diterjemahkan Tuhan!
----------
Albert Rumampuk:

Jadi yang berinkarnasi itu bukan Tuhan? Ini menentang kata-kata anda: “Yesus adalah Firman Tuhan dan Firman Tuhan adalah Tuhan itu sendiri (Yoh 1:1)”. Jikalau ‘Firman’ itu adalah Tuhan sendiri, maka yang jadi manusia di ayat 14 tentu saja adalah Sang Firman yang adalah Tuhan itu sendiri. Anda sendiri akui bahwa penyembahan pada Yesus yang adalah ‘Anak Tuhan’ dan ‘Mesias’ itu adalah sesuatu yang logis dan sudah benar. Itu berarti anda setuju dengan kata-kata Yesus dalam Mat 4;10. Tetapi anehnya, tetap saja ngotot bahwa penyembahan tersebut bukan bukti bahwa Yesus adalah Tuhan / YHWH. Sebuah pernyataan yang kontradiktif! Pertanyaan saya lagi-lagi belum dijawab, saya terus ulangi (cape dech): Jika Yesus bukan Tuhan / Allah tapi mau disembah, itu berarti Dia sedang menentang kata-kataNya sendiri di Mat 4:10. Anda mau katakan Yesus seorang yang plin plan? Jangan suka berputar-putar, jawab itu! Teguh bilang ini tak ada hubungannya dengan kata KURIOS? Ya, inilah metode panfsiran anda yang selalu out of context! Saya maklum...

---------------

Lha apa Anda tidak bisa membaca Yohanes 1:14 yang berkata, “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran”. Yang MENJADI MANUSIA adalah Sang Firman Tuhan yang setara dan sehakikat dengan Tuhan BUKAN Tuhan yang memiliki Sang Firman-Nya. Jadi mana hubungan Yohanes 1:1 dengan persoalan akurasi terjemahan kata Kurios? Tidak ada!



Pertanyaan Anda, “Sebuah pernyataan yang kontradiktif! Pertanyaan saya lagi-lagi belum dijawab, saya terus ulangi (cape dech): Jika Yesus bukan Tuhan / Allah tapi mau disembah, itu berarti Dia sedang menentang kata-kataNya sendiri di Mat 4:10”. Lha memangnya Yesus disembah sebagai apa? Memangnya pada ayat tersebut ada kalimat Yesus, “sembahlah aku?” Apakah pada ayat tersebut penyembahan tersebut dikaitkan dengan status Yesus yang disebut “Theos?” Tidak ada! Saya sudah jelaskan bahwa penyembahan tersebut tidak ada hubungannya dengan sapaan Theos terhadap Yesus tidak pula sapaan Kurios melainkan penyembahan sebagai Anak Tuhan dan Mesias yang berkuasa.



Shem:

Lho, Bukankah saya sudah menantang Anda membuktikan dengan ANALOG PERTANYAAN, ““buktikan ada orang yang mengklaim dirinya Mesias dalam Kitab PB setelah Yesus mengatakan dirinya adalah Mesias”. Mana jawaban Anda. Apa yang Anda jawab adalah sama dengan yang akan saya jawab. Silahkan jawab... -----------
Albert Rumampuk:

Tidak ada orang benar yang akui dirinya mesias di PB selain Yesus. Sekarang saya Tanya: siapa orang benar / waras disepanjang PB yang mau menerima penyembahan manusia setelah adanya kata-kata Yesus di Mat 4:10? Jawabannya sama? Jika memang tak ada orang benar yang mau menerima sembah setelah kata-kata Yesus di Mat 4;10, ini menunjukkan bahwa tindakan Yesus yang mau menerima sembah para murid, dsb, sedang menggenapi kata-katanya dalam Mat 4:10. Yesus Kristus memang adalah Allah / Tuhan.

---------------

Memangnya Matius 4:10 sebuah nubuatan khoq sampai membuat tafsir ngawur, “...kata-kata Yesus di Mat 4;10, ini menunjukkan bahwa tindakan Yesus yang mau menerima sembah para murid, dsb, sedang menggenapi kata-katanya dalam Mat 4:10?”



Shem:

Wah...wah....benar-benar Kekristenan selalu menghalalkan logika jungkir balik demi imannya (sebagaimana dituduhkan Muslim). Bagaimana mungkin jika Tuhan YHWH Sang Bapa Surgawi menyuruh malaikat menyembah Yesus kemudian disimpulkan bahwa Yesus adalah Tuhan? Apakah jika Hamengkubuwono IX memiliki anak bernama Herjuno Derpito (yang sekarang menjadi Hamengkubuwono X) dan keduanya menerima penyembahan dari kawulannya atau saat Sang Raja memerintahkan pengawalnya menyembah putra raja apakah itu membuktikan bahwa Herjuno Derpito adalah Raja dan Hamengkubuwono IX? Gunakan akal sehat dan bukan hanya iman yang sehat. Bukankah sudah saya jelaskan berulang kali bahwa penyembahan terhadap diri Yesus bahkan dalam kasus Ibrani 1:6 ditujukan karena Yesus adalah Anak Tuhan yaitu Sang Firman yang setara, sehakikat, sederajat dengan Tuhan?
-----------
Albert Rumampuk:

Jangan gunakan ‘akal sehat’ dunia zaman sekarang untuk menentang ‘akal sehat’ dunia Kitab Suci zaman itu. Zaman PB, setelah adanya Mat 4:10, TIDAK ADA satupun mahluk yang menerima sembah mahluk lain. Para rasul menolak sembah (Kis 10:25-26; 14:14-18), malaikat juga menolak sembah (Wah 19:10; 22:8-9):


Kis 10:25-26 “Ketika Petrus masuk, datanglah Kornelius menyambutnya, dan sambil tersungkur di depan kakinya, IA MENYEMBAH PETRUS.Tetapi Petrus menegakkan dia, katanya: ‘Bangunlah, AKU HANYA MANUSIA SAJA.’” 

Wah 19:10 “Maka tersungkurlah AKU DI DEPAN KAKINYA UNTUK MENYEMBAH DIA, tetapi ia berkata kepadaku: ‘JANGANLAH BERBUAT DEMIKIAN! AKU ADALAH HAMBA, sama dengan engkau dan saudara-saudaramu, yang memiliki kesaksian Yesus. SEMBAHLAH ALLAH! Karena kesaksian Yesus adalah roh nubuat.’"

Mengapa Petrus menolak sembah? Karena dia hanya manusia biasa. Mengapa malaikat tak mau disembah? Karena dia hanyalah seorang hamba / pelayan Tuhan. Malaikat bahkan mengarahkan penyembahan kepada Allah! Karena itu, kalau Yesus menerima sembah, maka ada 2 pilihan: Dia nabi palsu atau adalah Allah / Tuhan sendiri! Mau pilih yang mana? Jadi, tindakan anda yang menggunakan tradisi / adat / cara Jawa untuk dikonfrontir dengan tradisi Kitab Suci adalah sebuah pemaksaan kehendak. Sungguh, logika jungkir balik!
-------------

Memangnya apa sich perbedaan “akal sehat zaman kini” dengan “akal sehat zaman Kitab Suci?” Anda tidak menjawab pertanyaan saya, “Bagaimana mungkin jika Tuhan YHWH Sang Bapa Surgawi menyuruh malaikat menyembah Yesus kemudian disimpulkan bahwa Yesus adalah Tuhan?” Anda hanya mengutip sejumlah ayat yang menunjukkan penyembahan terhadap diri Yesus, dimana Yesus tidak menolak dan memang layak untuk disembah namun bukan sebagai Theos (Tuhan) bukan pula sebagai Patros (Bapa) melainkan sebagai Sang Anak (Huios) dan Mesias (Christos). Anda hanya mengutip sejumlah ayat yang membuktikan penolakkan para rasul bahkan malaikat untuk menerima sujud sembah manusia. Tapi ini semua tidak ada hubungannya sama sekali dengan kata Kurios bagi Yesus.


Shem:

Cukup menggelikan membaca istilah lama “Keallahan Bapa”, “Keallahan Yesus”, “Keallahan Roh Kudus”. Tidak pernah ada dalam PB sebutan untuk Bapa, Anak, Roh Kudus dengan Tuhan (kalau terjemahan LAI Allah) sekalipun Bapa, Anak, Roh Kudus setara, sehakikat, sederajat. Sebaliknya dibedakan sapaan untuk Bapa, Anak, Roh Kudus

“namun bagi kita hanya ada satu Tuhan (Elohim/Theos) saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Junjungan Agung (Adon/Kurios) saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup” (1 Korintus 8:6)

“Kasih karunia dan damai sejahtera dari Tuhan (Elohim/Theos) Bapa kita dan dari Junjungan Agung (Kurios/Lord) Yesus Kristus menyertai kamu. Terpujilah Tuhan (Elohim/Theos) dan Bapa Junjungan Agung (Adon/Kurios) kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga” (Ef 1:2-3)
------------
Albert Rumampuk:

Yesus adalah Allah, Bapa adalah Allah, Roh Kudus juga adalah Allah. Lalu apa salahnya menyebut ‘Allah Bapa’; ‘Allah Anak’ dan ‘Allah Roh Kudus’? Jika Bapa, Anak, Roh Kudus setara, sehakikat, sederajat, lalu mengapa tak boleh disebut Allah? Lucu! Jika anda gunakan dasar bahwa PB tidak menyebutkan demikian, maka saya juga katakan bahwa PB tak pernah menyebut ada orang benar yang mau menerima sembah manusia lainnya selain Yesus. Jadi, Teguh mestinya setuju juga. 
------------

Berarti ada TIGA ALLAH donk? Jika Anda menjawab bukan, Anda INKONSISTEN. Jika Anda menjawab ya, Anda KONSISTEN. Padahal tidak pernah ada tertulis dalam PB sebutan untuk Yesus dengan Theos, tidak ada sebutan untuk Roh Kudus dengan Theos yang diterjemahkan oleh LAI dengan Allah.



Albert Rumampuk:

Saya tak jadi soal dengan 1 Kor 8:6 dan Ef 1:2-3. Saya tahu bahwa tujuan anda membedakan terjemahan kata KURIOS dan THEOS menjadi ‘’Tuan’ dan ‘Tuhan’ adalah untuk menghindari kata ‘Allah’ yang sangat dibenci oleh kaum anda. Mau dijungkirbalikkan bagaimanapun juga, Kitab Suci tetap kokoh menyatakan bahwa Yesus adalah Tuhan / Allah yang sejati. Sebuah usaha yang menjaring angin.

-------------

Apanya yang dijungkirbalikkan? Siapa yang menjungkirbalikkan Kitab Suci? Baca baik-baik dan jadilah cerdas! Yang dijungkirbalikkan adalah TERJEMAHAN LAI bukan Kitab Suci berbahasa Aram dan Yunani! Khoq bisa Anda hanya menjawab enteng dan asal-asalan, “Saya tak jadi soal dengan 1 Kor 8:6 dan Ef 1:2-3. Saya tahu bahwa tujuan anda membedakan terjemahan kata KURIOS dan THEOS menjadi ‘’Tuan’ dan ‘Tuhan’ adalah untuk menghindari kata ‘Allah’ yang sangat dibenci oleh kaum anda”. Bagaimana tidak menjadi soal? Bukankah Anda membuat pernyataan “Allah Bapa, Allah Anak, Allah Roh Kudus”? MANA BUKTINYA? Tidak ada! Yang ada adalah istilah Theos disandingkan dengan Bapa dan istilah Kurios disandingkan dengan Yesus serta kata Parakletos disandingkan dengan Roh Kudus!



Shem:

Makanya kalau membaca itu UTUH dan MENYELURUH. Saya mengatakan, “Keilahian Yesus dalam ungkapan tersebut dihubungkan dengan status Yesus sebagai Anak Tuhan BUKAN Tuhan Bapa”. Jangan kacaukan antara pengakuan saya terhadap Keilahian Yesus (sebagai Sang Firman yang menjadi manusia) dengan kata Kurios yang seharusnya diterjemahkan lurus dengan Tuan, Junjungan Agung dan bukan Tuhan.
-----------
Albert Rumampuk:

Saya ulangi lagi: Istilah ‘Anak Allah’ itu sama dengan / setara dengan Allah. 


Yoh 5:18 “Sebab itu ORANG-ORANG YAHUDI LEBIH BERUSAHA LAGI UNTUK MEMBUNUH-NYA, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga KARENA IA MENGATAKAN BAHWA ALLAH ADALAH BAPA-NYA SENDIRI DAN DENGAN DEMIKIAN MENYAMAKAN DIRI-NYA DENGAN ALLAH.”

Maka saat ‘Anak Allah’ disembah (sama seperti Bapa disembah) menunjukkan bahwa KURIOS dalam konteks ayat-ayat yang saya sebutkan diatas, harus diterjemahkan ‘Tuhan’.
------------

Tudingan orang Yahudi yang mengatakan bahwa Yesus “menyamakan dirinya dengan Tuhan” bukan karena beliau menyatakan dirinya adalah Tuhan (Theos) dan Bapa (Patros) melainkan beliau menyatakan dirinya Anak Tuhan (Huios Theos). Apa korelasinya kata Kurios yang artinya Tuan, Junjungan Agung dengan sikap orang yang menyembah Yesus sebagai Anak Tuhan? Toch para rasul tidak menggunakan kata Theos saat Yesus disanjung dan disembah dan tetap diterjemahkan dengan kata Kurios? Mengapa menggunakan terjemahan yang pantas diperuntukkan bagi YHWH sebagai Tuhan (Theos)?



Shem:

Ya ampun....harus berapa kali saya menulis dan menjelaskan sich? Bukankah saya sudah mengutip dari kamus mengenai istilah Adon, Elohim, Theos dan Kurios sbb:


ADON. Lord, Lord, LORD, master, owner….Adon usually refers to men (The Theological Wordbook of The Old Testament, R. Laird Harris, etc., Moody Press Chicago, Illinois, 1980)  ELOHIM : is the assumed root of El, Eloah, and Elohim, which mean "god" or "God (Ibid) KURIOS : one having legal power lord, master (Analytycal Greek New Testament, Timothy & Barbara Friberg, 1994.  THEOS: as the supreme divine being, the true, living, and personal God (Ibid)

Bukan sesuatu yang tidak saya ketahui bahwa sebutan ADON, ADONAY/KURIOS dapat ditujukan pada Tuhan Pencipta dalam hal ini YHWH (Yahweh). Namun itu tidak membuktikan bahwa istilah tersebut harus diterjemahkan dengan Tuhan. Jika itu dilakukan, bagaimana dengan ungkapan Yahudi yang selalu menggunakan frasa ADONAI ELOHEINU untuk frasa YHWH ELOHEINU? Akan diterjemahkan dengan TUHAN TUHAN KAMI? Begitu?

Perhatikan baik-baik frasa, “Adon usually refers to men”. Yesus adalah MANUSIA (penjelmaan Sang Firman, 1 Tim 2:5). Logikanya sebagai manusia dia akan disapa menurut sapaan yang lazim untuk manusia yang terhormat yaitu KURIOS atau LORD yang artinya TUAN atau JUNJUNGAN.
------------
Albert Rumampuk:

Loh, anda sendiri yang selalu persoalkan terjemahan Inggris ‘Lord’ dari kata KURIOS yang katanya berarti ‘Tuan’ dan bukan ‘Tuhan’. Lalu saat saya tunjukkan arti kata ‘Lord’ tersebut menurut Websters, anda malah lari lagi dengan memberi arti kata Adon, Elohim, Theos dan Kurios. Disini saya sedang menjawab klaim anda soal kata ‘Lord’ bukannya kata Adon, Adonay, Elohim, Theos dan Kurios. Ya ampun....harus berapa kali saya menulis dan menjelaskan sich??
-------------

Lha Anda itu apa tidak tahu atau pura-pura tidak tahu bahwa Lord=Adon=Adonay, khoq berkata, “Disini saya sedang menjawab klaim anda soal kata ‘Lord’ bukannya kata Adon, Adonay, Elohim, Theos dan Kurios?” Anda nampaknya bukan saja tidak mengerti bahasa Yunani namun juga tidak mengerti bahasa Ibrani serta Aramaik sehingga pemahaman terminologis Keilahian sangat amburadhul....


Albert Rumampuk:

Saya ulangi lagi (walaupun harus memperbesar kesabaran): “Perhatikan nomor 1, 10 dan 11 dari kata benda ‘Lord’ menurut kamus Websters-Online-Dictionary yang menjelaskan bahwa kata itu merujuk kepada Tuhan Kristen-Yahudi, Yehovah / YHWH dan Sang Juruselamat. Dalam berbagai Alkitab Inggris (NIV, NASB, KJV,dsb), kata KURIOS dalam Kis 16:31 diterjemahkan ‘Lord’ dengan ‘L’ huruf besar, ini menunjuk pada ‘Tuhan’. Tetapi dalam 1 Ptr 3:6, kata KURIOS diterjemahkan ‘lord’ (l) huruf kecil yang menunjuk pada manusia (NASB, KJV, ASV, dsb). Jadi, baik Alkitab Inggris maupun Indonesia, tidak salah menterjemahkan kata KURIOS menjadi ‘Tuhan’ atau ‘tuan’ karena semuanya tergantung konteks.” Sudah paham?
-------------

Lha memangnya dalam bahasa Ibrani dan Yunani DIBEDAKAN antara huruf kapital dan huruf minuskel antara Adon dan adon? Antara Kurios dengan kurios? Itukan terjemahan berbahasa Inggris dan Indonesia saja untuk memudahkan bahwa kata Lord atau Tuan yang diperbesar bermakna khusus bukan sekedar tuan belaka sebagaimana anggapa orang lain. Anda suka MENIRU dan MENYONTEK gaya menulis saya ya? Kalau saya berkata “saya harus bersabar” nanti Anda akan membebek kalimat itu. Jika saya berkata, ‘Anda hanya mengulang-ulang” nanti pun akan membebek mengucapklan kalimat tersebut dan menuduhkannya pada saya? Nampaknya Anda mulai bersimpati dengan saya sekalipun tidak menyukai saya ya?


Albert Rumampuk:

Ulangi lagi: Sang Firman memang menjelma jadi manusia dan memang logis jika ada orang yang belum mengenalnya (misalnya perempuan Samaria) menyebutnya ‘lord / tuan’. Tetapi apakah Sang Firman yang adalah Tuhan sendiri saat jadi manusia lalu Tuhan-nya hilang? Tentu tidak! Maka logis pula jika Tomas, Paulus, Petrus, Bapa, menyebut Yesus dengan istilah THEOS / Allah.
-------------

Lha memangnya para murid sebelum memiliki kesadaran soal Keilahian Yesus sebagai Sang Firman atau paska kebangkitab Yesus menyapanya dengan sebutan apa sich? Bukankah mereka menyebut Yesus dengan sapaan yang sama? Adoni atau Kurios? Jadi darimana Anda memiliki bukti bahwa ucapan Kurios bagi Yesus yang satu harus diterjemahkan Tuan (Kurios) dan yang satu harus diterjemahkan Tuhan (Theos) sementara TIDAK ADA SATUPUN BUKTI bahwa Yesus disapa sebagai Theos/Elohim/God (Tuhan) oleh siapapun?



Shem:

Lho, apakah Yesus pernah berkata bahwa AKU ADALAH YAHWEH? Jika Yesus adalah Yahweh, mengapa beliau menyapa YHWH dengan sebutan Bapa (Mat 6:9) dan Tuhan (Yoh 14:1)? Yohanes 1:14 sudah jelas yang menjadi manusia adalah FIRMAN TUHAN YAHWEH dan bukan YAHWEH itu sendiri!
-------------
Albert Rumampuk:

Pertanyaan yang sama buat anda: apakah pernah Yesus berkata AKU ADALAH FIRMAN TUHAN YAHWEH YANG MENJADI MANUSIA? Memang benar Yesus tak pernah berkata “Aku adalah Yahweh”, tetapi apakah berarti Dia bukan YHWH?

--------------

Kembali saya harus menahan tawa membaca pernyataan Anda ini. Bagaimana Anda membuat pertanyaan naif di atas, “apakah pernah Yesus berkata AKU ADALAH FIRMAN TUHAN YAHWEH YANG MENJADI MANUSIA? Padahal sangat jelas dikatakan dalam Yohanes 1:14, “Firman itu telah menjadi manusia?” dan sangat jelas dikatakan dalam Wahyu 1:18, “Akulah Alfa dan Omega, Firman Tuhan YHWH?” serta dikatakan dalam Wahyu 19:13 “Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman Tuhan." Anda akhirnya mengakui bahwa Yesus memang tidak pernah mengklaim dirinya adalah Yahweh sekalipun di tempat lain Anda selalu meyakinkan saya bahwa beliau adalah Yahweh yang menjadi manusia. Inkonsitensi dimana-mana...



Albert Rumampuk:

Tentu saja cara Alkitab menjelaskan tidak sama dengan metode yang Teguh Hindarto terapkan. Yesus tak perlu berkata langsung bahwa Dia adalah YHWH, cukup nabi Yeremia saja: 


Yer 23:5-6 “Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri. Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya: TUHAN--keadilan kita.”
-------------

Lha menurut Anda, siapa yang berfirman pada ayat tersebut? Yesus atau Yahweh? Sangat jelas bahwa Yahweh bersabda mengenai “Tunas Adil bagi Daud” dan namanya “YHWH Tsidkenu” (YHWH keadilan kita). Namun apakah pernah Yesus dinamai “YHWH Tsidkenu?” Sebagaimana Mesias yang dinubuatkan dalam Yesaya 9:5, apakah nama-nama itu pernah diklaim oleh Yesus sebagai nama dirinya? Pernyataan “YHWH Tsidkenu” bermakna bahwa YHWH hadir di tengah umatnya melaui Firman-Nya yang menjadi manusia BUKAN dirinya yang menjadi manusia.


Albert Rumampuk:

Oh ya, perlu anda tahu bahwa tak ada kata YAHWEH dalam Yoh 1:1. Yang ada hanya kata THEOS / Allah. Darimana lalu muncul YAHWEH? Lucu! Saya tanya: anda menganggap Yesus pra-inkarnasi hanya lah firman dalam arti 'kata-kata Tuhan’ saja dan bukan YHWH sendiri?
---------------

Maaf ya? Saya semakin menahan tawa. Kegarangan dan sikap galak Anda menyembunyikan keminiman pengetahuan Anda. Sayangnya Anda lebih memilih menjadi orang yang sok tahu daripada menjadi pembelajar. Anda memilih jadi hakim daripada murid. Begini ya? Setiap kata Theos yang muncul dalam PB Yunani, itu menunjuk pada YHWH (Yahweh) dan Sang Bapa.


Dalam Naskah PB memang tidak ditemui nama YHWH namun saat mengutip PL dimana ada kata Kurios dan Theos, itu menunjuk pada YHWH.

Contoh:


Yeremia 10:10, “Wa Yahweh Elohim emet Hu” (Tetapi YHWH adalah Tuhan yang benar)


Yesaya 64:8, “We atta Yahweh Avinu” (Dan sekarang ya Yahweh, Engkaulah Bapa kami)



Septuaginta menerjemahkan kata Elohim menjadi Theos dan menerjemahkan Av menjadi Patros. Dan tata cara tersebut diteruskan dalam penyalinan PB Yunani. Semua kata Theos dan Patros menunjuk pada YHWH. Paham?



Shem :

Benar khan? Saya sudah menduga Anda benar-benar awam dan tidak tahu menahu YHWH itu siapa. Terbukti Anda mengatakan, “Jika YHWH sang pencipta adalah sebuah gelar keilahian...”. Baca dan kalau perlu belajar lagi soal terminologi Ketuhanan berikut ini:


ELOHIM yang setara dengan THEOS yang setara dengan GOD ADON/ADONAY yang setara dengan KURIOS yang setara dengan LORD YHWH (YAHWE) adalah nama ELOHIM (Kel 3:15, YHWH ELOHEY AVOTEKEM yang artinya YHWH TUHAN NENEK MOYANGMU). Albert...Albert....belajarlah dengan lebih baik lagi agar mengetahui perbedaan antara GENERIC NAME dan PROPER/PERSONAL NAME.
------------
Albert Rumampuk:

Yang saya soroti adalah soal ‘penciptaan’. Memangnya tindakan penciptaan alam semesta bukan menunjuk pada keilahian YHWH? Buat apa jelaskan tentang nama Allah lagi? Bukankah sejak dulu saya sudah katakan bahwa nama diri Allah / Tuhan adalah YHWH? Ini yang belum dijawab: Jika YHWH / Yesus adalah Tuhan dan adalah sang pencipta, lalu apakah cocok kata KURIOS bagi Yesus sang pencipta itu (Ibr 1:10) diterjemahkan ‘tuan’ yang menurut anda adalah sapaan untuk manusia??? Ayo jawab, ya atau tidak! Teguh, Teguh... Belajarlah lebih baik lagi agar anda bisa berdiskusi dengan baik dan benar.
---------------

Anda mau berkelit rupanya. Jawaban saya di atas dikarenakan Anda memang ngawur mengartikan YHWH dengan mengatakan, “, “Jika YHWH sang pencipta adalah sebuah gelar keilahian...”. Dan jawaban Anda tidak ada hubungannya dengan sanggahan saya. YHWH BUKAN gelar Keilahian. YHWH adalah NAMA Tuhan Pencipta. Akidah Ketuhanan Anda semakin semrawut saja ketika bertanya, “Jika YHWH / Yesus adalah Tuhan dan adalah sang pencipta, lalu apakah cocok kata KURIOS bagi Yesus sang pencipta itu (Ibr 1:10) diterjemahkan ‘tuan’ yang menurut anda adalah sapaan untuk manusia???”. Sejak kapan MANUSIA Yesus disejajarkan dengan YHWH sebagaimana ungkapan Anda di atas? Coba perhatikan lagi pembedaan yang dituliskan Rasul Paul dalam 1 Korintus 8:6, “namun bagi kita hanya ada SATU TUHAN  (Theos) saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan SATU JUNJUNGAN AGUNG (Kurios) saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup”.


Memangnya apa yang salah kata Adonay/Kurios yang dilekatkan kepada Yahweh diterjemahkan menjadi TUAN YAHWEH? Bukankah essensi kata Adonay dan Kurios adalah kekuasaan, pengaruh, otoritas? Toch dalam bahasa Jawa, seorang Raja disebut Gusti Sultan Hamengkubuwono, sebagaimana Gusti Kang Murbeng Jaghad untuk Tuhan? Dan kata Gusti artinya ya Tuan.


Shem:

Saya harus menjawab pertanyaan menggelikan berikut ini, “Bisakah seorang ‘tuan’ (sapaan untuk manusia) mencipta semesta alam?” jawabnnya bisa! Tergantung siapa Tuan itu. Jika Tuan YHWH (Adonay Yahweh) maka Dia bisa dan Dia memang Pencipta (Yes 40:28)
------------
Albert Rumampuk:

Lah, jadi anda menganggap YHWH adalah manusia? Hehe... Menggelikan!

-------------

Memangnya apa yang salah kata Adonay/Kurios yang dilekatkan kepada Yahweh diterjemahkan menjadi TUAN YAHWEH? Bukankah essensi kata Adonay dan Kurios adalah kekuasaan, pengaruh, otoritas? Toch dalam bahasa Jawa, seorang Raja disebut Gusti Sultan Hamengkubuwono, sebagaimana Gusti Kang Murbeng Jaghad untuk Tuhan? Dan kata Gusti artinya ya Tuan.



Shem:

Anda mengatakan bahwa kata Kurios “itu bisa menunjuk pada Tuhan atau Tuan”. Nampaknya Anda memang sama sekali masih juga belum mengerti istilah-istilah Ketuhanan sehingga mengacaukan antara nama diri (personal name) dan sebutan (generic name). Nama Tuhan YHWH disapa dengan sebutan Adon dan Adonay yang diterjemahkan dalam bahasa Yunani Kurios yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris Lord artinya Tuan atau Junjungan. Namun pernyataan Anda di atas mengesankan bahwa Kurios bisa diterjemahkan dengan Tuhan maupun Tuan. Jika menggunakan terminologi yang sudah berlaku saat ini di kalangan Kristen Indonesia memang demikian adanya. Namun saya sudah meredefinisi dan melakukan gugatan dari perspektif kebahasaan, sehingga tidak seharusnya kata Kurios diterjemahkan menjadi Tuhan dan Tuan karena kata Elohim atau Theos lah yang lebih tepat diterjemahkan dengan Tuhan.


Anda belum menjawab pertanyaan saya, “Nah, silahkan BUKTIKAN pada saya dimana kata KURIOS diterjemahkan dengan GOD. Buktikan pula dalam terjemahan berbahasa Inggris, kata Kurios diterjemahkan dengan God!”
----------
Albert Rumampuk:

Pada saat anda katakan saya “belum mengerti istilah-istilah Ketuhanan”, itu sama saja dengan mengatakan Strong’s Hebrew & Greek Dictionaries “belum mengerti istilah-istilah Ketuhanan”. Lagi-lagi balik ke kata ‘Lord’ yang sudah saya jelaskan berulang-ulang kali. Gugatan anda terhadap kata Kurios / Lord, sama saja menentang kamus-kamus ternama seperti Websters-Online-Dictionary, Strong’s Hebrew & Greek Dictionaries, dsb. Bukan hanya itu, tetapi bahkan menentang konteks Firman Tuhan! Sebegitu hebatnyakah seorang Teguh Hindarto??
------------

Bung, kutipkan bagi saya dimana semua kamus yang Anda banggakan tersebut menuliskan sbb: KURIOS IS GOD! Yang salah memang bukan kamus tersebut namun cara Anda menyimpulkan pernyataan dalam kamus tersebut. Jadi jangan samakan kepandaian penulis kamus dengan ketidakpandaian Anda!


Albert Rumampuk:

Saya belum temukan kata Kurios diterjemahkan God dalam Kitab Suci, tetapi ada banyak kata Kurios yang diterjemahkan Lord (L) huruf besar yang menunjuk pada Tuhan. Dan setiap kata Kurios bagi Yesus dalam konteks penyembahan, dsb, itu sudah pasti bicara tentang ke-GOD-an / keAllahan Yesus. Allah sudah pasti Tuhan dan Tuhan sudah pasti Allah.
--------------

Saya pertebal pengakuan Anda, “SAYA BELUM TEMUKAN KATA KURIOS DITERJEMAHKAN GOD DALAM KITAB SUCI”. Akhirnya Anda mengakui juga. Selamat mencari sampai rambut Anda putih semua jika memang ada kata Kurios diterjemahkan God dalam terjemahan Kitab Suci berbahasa Inggris. Mengenai Lord dikapitalisasi huruf depannya tidak membuktikan bahwa kata tersebut harus diterjemahkan Tuhan. Memangnya kalau ada sebutan Lord Minto kemudian harus diterjemahkan Tuhan Minto hanya dikarenakan L pada kata Lord tersebut dikapitalisasi? Yang benar saja....




Shem:

Menerjemahkan kata Kurios sebagaimana kata Theos tidak memerlukan perspektif Teologi. Ini hanya soal analog terjemahan. Sebagaimana menerjemahkan kata Patros, Huios, Paidia dll, tidak memerlukan perspektif Teologi. Cukup dicari padanan kata yang tepat untuk masing-masing kata tersebut. Jika kata Theos hanya dapat diterjemahkan dengan Tuhan (atau mayoritas Kekristenan di Indonesia menerjemahkannya dengan Allah) maka mengapa kata Kurios harus diterjemahkan menjadi Tuhan dan Tuan hanya dikarenakan persoalan Teologi dan Konteks?


Penerjemahan kata Kurios bagi Yesus menjadi Tuan (dalam Injil Sinoptik) dan Junjungan Agung (Kisah Rasul sampai Wahyu) justru didasarkan pertimbangan yang masak dari aspek bahasa. Bayangkan jika kata Elohim/Theos yang telah kita terjemahkan dengan Tuhan lalu kata Kurios/Adon kemudian diterjemahkan Tuhan pula, maka akan terjadi keduaan Tuhan dalam Iman Kristen. 1 Korintus 8:6 akan berbunyi “dua Tuhan” yang harus disembah.

“namun bagi kita hanya ada satu Tuhan saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup”  Pahamkah Anda dengan kajian yang saya maksudkan?

Mengenai konteks, Anda mengatakan, “Saya sudah tunjukkan bagaimana konteks ayat-ayat yang saya berikan”. Namun sayangnya konteks yang Anda sajikan tidak membuktikan bahwa kata Kurios tidak ada pengaruhnya dengan persoalan yang dihubungkan dengan penyembahan terhadap diri Yesus. Toch terjemahan bahasa Inggris menerjemahkan secara konsisten setiap kata Kurios yang muncul dan yang ditujukan pada Yesus dengan Lord, sekalipun ada konteks peristiwa penyembahan terhadap diri Yesus sebagai Anak Tuhan dan Mesias yang dijanjikan
------------
Albert Rumampuk:

Sudah saya katakan bahwa setiap kata-kata Ibrani dan Yunani itu memiliki beberapa arti. Misalnya saja kata KURIOS, itu bisa berarti ‘Tuan, majikan, Tuhan, dsb’. Demikian pula dengan kata Theos, Adon, Elohim, dsb. Arti mana yang harus diambil, tentu harus memperhatikan aspek Teologi (Firman Tuhan / konteksnya). Jika latarbelakang ayatnya diabaikan, maka sudah pasti pemahaman anda menjadi kacau. Kata Theos bukan diterjemahkan ‘Tuhan’ tetapi ‘Allah’ dan kata Kurios diterjemahkan ‘Tuhan’. Jadi tak ada istilah ‘keduaan Tuhan’.
------------------

Mana buktinya bahwa kata Kurios bisa bermakna Tuhan (Elohim/Theos/God) sementara Anda sudah mengakui, ““SAYA BELUM TEMUKAN KATA KURIOS DITERJEMAHKAN GOD DALAM KITAB SUCI”?


Albert Rumampuk:

1Kor 8:6 “namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. “

Konteks yang saya tunjukan bukan “tidak membuktikan bahwa kata Kurios tidak ada pengaruhnya dengan persoalan yang dihubungkan dengan penyembahan terhadap diri Yesus” seperti yang anda katakan, tetapi ada pengaruhnya dengan persoalan yang dihubungkan dengan penyembahan terhadap diri Yesus. Anda balik lagi ke persoalan kata ‘Lord’ padahal sudah saya jelaskan berkali-kali. Hindarto, Hindarto... Cape dech!
----------------

Bilang saja Anda memang sudah kehabisan data dan fakta yang minim bukti sehingga harus selalu mengeluh dengan menyalahkan orang lain sambil berkata, “Hindarto, Hindarto... Cape dech!”. Anda mengatakan bahwa pengkajian konteks dimana kata Kurios dilekatkan pada Yesus ada pengaruhnya terhadap penerjemahan kata Kurios, padahal Anda hanya berkutat soal penyembahan pada diri Yesus yang sudah berhasil saya sanggah bahwa penyembahan tersebut tidak ada hubungannya dengan pengakuan bahwa Yesus adalah Theos (Tuhan) tetapi Anak Tuhan dan Mesias. Padahal, entah ada sikap penyembahan atau tidak ada penyembahan, sejak awal Yesus memang disapa dengan sebutan Adoni/Kurios.



Shem :

Bung Albert....kemarahan orang-orang Yahudi khususnya para rabbi terhadap Yesus bukan dikarenakan orang-orang menyebut beliau dengan sapaan Kurios/Adon melainkan klaim-klaim ucapan Yesus yang menurut mereka menyamakan dirinya dengan Tuhan YHWH sebagaimana dikatakan dalam Yohanes 5:18, “Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Tuhan adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Tuhan”. Jika Anda selalu mengklaim mengulas berdasarkan konteksnya, silahkan buktikan konteks pelemparan batu terhadap Yesus dihubungkan dengan sapaan Kurios/Adon terhadap dirinya. Dengan tidak adanya bukti bahwa pelemparan batu terhadap Yesus dikaitkan dengan sebutan Kurios, itu MEMBUKTIKAN bahwa kata Kurios tidak istimewa dan tidak dipahami sebagai istilah yang dihubungkan dengan Tuhan Pencipta karena siapapun bisa memiliki sapaan Kurios namun tidak satu manusiapun disapa dengan Theos atau Elohim.
-----------
Albert Rumampuk:

Silahkan lihat kembali teks ini: Mat 14:33 “Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: ‘Sesungguhnya Engkau Anak Allah."


Apakah istilah ‘Anak Allah’ yang diucapkan oleh para murid membutuhkan sebuah ‘pelemparan batu’? Tentu saja tidak, karena mereka sudah tahu bahwa kata itu menunjukkan kesetaraan Yesus dengan Allah / Tuhan. Apalagi konteksnya menjelaskan bahwa sang ‘Anak Allah’ itu dihubungkan dengan penyembahan pada Yesus. Maka sudah pasti Yesus adalah Tuhan! Demikian pula dengan kata Kurios. Kata itu tidak membutuhkan ‘pelemparan batu’. Cukup dengan penjelasan konteks yang ada (penyembahan):

Fil 2:10-11 “supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: ‘Yesus Kristus adalah Tuhan,’ bagi kemuliaan Allah, Bapa!”

Sebuah kengawuran jika kata KURIOS dalam ayat ini diterjemahkan ‘tuan’!

Anda katakan “kata Kurios tidak istimewa dan tidak dipahami sebagai istilah yang dihubungkan dengan Tuhan Pencipta”? Saya memang harus terus bersabar mengingatkan anda:

Ibr 1:8-12 “Tetapi tentang Anak Ia berkata: ‘Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran. Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allah-Mu telah mengurapi Engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutu-Mu.’ Dan: ‘Pada mulanya, ya TUHAN, ENGKAU TELAH MELETAKKAN DASAR BUMI, DAN LANGIT ADALAH BUATAN TANGAN-MU. Semuanya itu akan binasa, tetapi Engkau tetap ada, dan semuanya itu akan menjadi usang seperti pakaian; seperti jubah akan Engkau gulungkan mereka, dan seperti persalinan mereka akan diubah, tetapi Engkau tetap sama, dan tahun-tahun-Mu tidak berkesudahan.’" 

Kata Kurios / Tuhan dalam ayat ini tentu menunjuk pada sang Anak / Yesus. Disini disebutkan bahwa Yesus adalah KURIOS pencipta langit dan bumi. Lagi-lagi adalah sebuah kengawuran jika kata Kurios diayat ini dipahami sebagai ‘tuan’.
-------------

Anda ini bagaimana toch? Lha wong saya menyanggah pernyataan Anda yang mengutip Yohanes 5 khoq dijawab dengan membahasa ayat-ayat lain yang tidak kita diskusikan? (Mat 14:33, Fil 2:10-11, Ibr 1:8-12)



Perhatikan ayat yang Anda kutip dari Ibrani 1:10, “Dan: ‘Pada mulanya, ya TUHAN, ENGKAU TELAH MELETAKKAN DASAR BUMI, DAN LANGIT ADALAH BUATAN TANGAN-MU”. Pernyataan itu adalah KUTIPAN dari TaNaKh yaitu Mazmur 102:5 dan oleh Septuaginta diterjemahkan “Kat archas su Kurie....” Sebagaimana kita ketahui, kata Kurios dalam TaNaKh bisa menunjuk pada YHWH dan ini sesuai konteksnya perikop dari Mazmur 102:22, “supaya nama Yahweh (Kurios) diceritakan di Sion, dan Dia dipuji-puji di Yerusalem”



Shem:

Ya semua orang juga tahu kalau Yesus dan Thomas sedang bercakap-cakap lach...namun dalam percakapan singkat tersebut terlihat bagaimana ekspresi Thomas yang dapat dianalisis dari ucapannya “Ya Tuanku dan Tuhanku”. Itu bukan sapaan. Sapaan itu adalah misalkan “Tuan Yesus, apa yang harus aku perbuat?”. Bukankah sering kita jumpai ketika kita melihat atau mendengar sesuatu yang mengakumkan akan keluarkan ungkapan “Oh My God” (Ya Tuhan). Apakah pernyataan itu sapaan terhadap Tuhan? Mungkin Anda akan menjawab “ya” demi mempertahankan keyakinan Anda. Bahkan Anda mengabaikan pendapat teolog Messianic Judaism yang mengulas makna dan konteks seruan ketakjuban tersebut yang tidak ada hubungannya dengan persoalan Keilahian Yesus. Alih-alih memberikan sanggahan, Anda membuat pertanyaan konyol, “Mana ada Tomas mengatakan ‘Baruk Atta Yesus…’?? Mana ada kalimat Tomas yang memuji Bapa?” Apa Anda tidak melihat penjelasan saya soal siapa yang membangkitkan Yesus dan kepadanyalah seruan pengagungan disampaikan oleh Thomas?
--------------
Albert Rumampuk:

Coba lihat lagi ayatnya. Dikatakan bahwa 8 hari kemudian Yesus menampakan diri disebuah rumah dimana Tomas ada disitu. Seharusnya lebih masuk akal jika saat Yesus menampakkan diri-Nya, saat itu Tomas terkejut / takjub. Bukan saat Tomas berkata “Ya Tuhanku dan Allahku”. Anda bolak-balik persoalkan tentang ‘sapaan’ pada Yesus. Bukankah anda sudah akui ini adalah sebuah dialog / percakapan antara Yesus dengan Tomas? Kalimat dalam Yohanes 20:28 tertulis “TOMAS MENJAWAB DIA: ‘Ya Tuhanku dan Allahku!’” bukan “TOMAS TAKJUB DAN BERKATA PADA YHWH ‘Ya Tuhanku dan Allahku!’” Kata-kata Tomas “Ya Tuhanku dan Allahku!” merupakan JAWABAN Tomas atas pernyataan / perkataan Yesus KEPADA Tomas. Kata ‘Dia’ menunjuk pada Yesus (lawan bicara Tomas) bukan kepada Bapa yang memang tidak pernah ada disana. Jawaban Tomas kepada Yesus “Ya... “ menunjukkan pengakuan / kepercayaannya kepada Kristus yang telah bangkit. Setelah itu, Yesus kemudian menjawab statement / pengakuan Tomas tersebut: “KATA YESUS KEPADANYA: ‘Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.’” Jawaban Yesus ini adalah respon atas pengakuan Tomas “Ya Tuhanku dan Allahku!”. Jadi, mengklaim bahwa kalimat “Ya Tuhanku dan Allahku” menunjuk kepada Bapa, hanyalah sebuah lelucon ala Hindarto! 

-------------------

Terpaksa saya harus mengulangi lagi jawaban saya sebelumnya, “Ya semua orang juga tahu kalau Yesus dan Thomas sedang bercakap-cakap lach...namun dalam percakapan singkat tersebut terlihat bagaimana ekspresi Thomas yang dapat dianalisis dari ucapannya “Ya Tuanku dan Tuhanku”. Itu bukan sapaan. Sapaan itu adalah misalkan “Tuan Yesus, apa yang harus aku perbuat?”. Anda mendasarkan pada frasa THOMAS MENJAWAB DIA: YA TUHANKU DAN ALLAHKU seolah-olah Yesus bertanya SIAPAKAH AKU? Padahal Yesus berkata, “Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." Apa kurang jelas bagi Anda bahwa pernyataan Thomas ketika berkata “Ya Tuhanku dan Tuanku” adalah bentuk ketakjuban akan kebangkitan yang dialami Yesus dan bukan penyapaan terhadap Yesus? Lihat alur kisahnya dengan baik dan jangan menjawab berdasarkan isi kepala yang dogmatis belaka.


Albert Rumampuk: Bukankah anda katakan: “Setiap bentuk ketakjuban selalu diungkapkan dengan frasa “BARUK ATTA YHWH....”. Saya Tanya lagi: mana kata-kata Tomas “BARUK ATTA YHWH....”? Mana ada kalimat Tomas yang memuji Bapa? Anda berdalih soal YHWH yang membangkitkan Yesus (Kis 2:32) dan kepadanyalah seruan pengagungan disampaikan oleh Thomas? Saya balik tanya, bisakah saat saya sedang bicara dengan Budi teman saya, lalu tiba-tiba Hindarto datang dan katakan bahwa Budi saat itu bicara dengan Toni? Kis 2:32 adalah Khotbah Petrus jauh setelah kenaikan Kristus ke sorga (Ki s 1:9). Menggunakan Kis 2:32 untuk menafsirkan percakapan / dialog antara Yesus dan Tomas lagi-lagi out of context!
----------------

Letak persoalannya bukan pada ada tidaknya frasa “Baruk Atta YHWH” melainkan PENOLAKKAN dan KETIDAKPERCAYAAN Anda yang tidak mau memahami latar belakang sebuah ungkapan dari perspektif Ibrani, Yahudi sebagaimana telah saya uraikan sebelumnya dan dengan mengutip sumber referensi yang dapat dipertanggungjawabkan. Lha kalau Anda tidak menyangkal bahwa yang membangkitkan Yesus adalah Theos sendiri (Kis 2:32) lalu apa yang salah ketika kata Theos yang muncul dalam Yohanes 20:28 diartikan kepada Yahweh Sang Bapa yang adalah Elohim/Theos?



Shem :

Hemm...berarti Anda menempatkan pernyataan “Yesus inilah yang DIBANGKITKAN Tuhan, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi” (Kis 2:32) VIS A VIS dengan pernyataan, “Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan BERKUASA MENGAMBILNYA kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku” (Yoh 10:17-18)? Jadi menurut Anda, Yesus itu dibangkitkan oleh siapa? Seharusnya Anda melihat dengan seksama bahwa otoritas (kuasa) yang dimiliki manusia Yesus berasal dari Sang Bapa. Maka pernyataan “Aku berkuasa mengambilnya” seharusnya diletakkan pada kuasa dan otoritas Sang Bapa yang diberikan pada Yesus. -
--------
Albert Rumampuk:

Manusia Yesus memang dibangkitkan oleh Bapa / YHWH, tetapi sebagai Tuhan / Allah, Dia bangkit sendiri. Segala kuasa memang diberikan kepada manusia Yesus, tetapi sebagai Allah, Dia pasti sudah punya kuasa / otoritas itu. Pra-eksistensiNya Yesus sudah adalah Allah (Yoh 1:1), maka tidak mungkin Bapa memberikan kuasaNya lagi pada Sang Firman / Anak. Kalimat dalam Yoh 10 bukan berkata “Yesus tidak berkuasa mengambilnya kembali” atau “Bapa berkuasa mengambilnya kembali” tetapi “AKU (YESUS) berkuasa mengambilnya kembali”. Yesus adalah Allah dan manusia sejati, maka tak sulit memahaminya.

--------------

Anda memang rela mengorbankan akal budi dan logika demi mempertahankan sebuah dogma dan doktrin. Pastilah Anda akan mengatakan ini adalah “logika zaman Kitab Suci” lagi ketika saya mempertanyakan pernyataan Anda, “Manusia Yesus memang dibangkitkan oleh Bapa / YHWH, tetapi sebagai Tuhan / Allah, Dia bangkit sendiri”.



Mari kita berlogika:


Yesus dibangkitkan dari kematian oleh YHWH Sang Bapa


Tuhan YHWH bangkit sendiri



Ada persoalan rumit yang harus Anda buktikan: (1) Apakah Yesus YHWH? (2) Apakah YHWH bisa mati?



Shem:

He...he....luar biasa pernyataan Anda. Bukannya bersikap rendah dan belajar banyak malah menyuruh seorang Yahudi berlatar belakang Yudaisme yang telah menerima Mesias dan menulis JEWISH NEW TESTAMENT dan JEWISH NEW TESTAMENT COMMENTARY untuk belajar....Bahkan David Stern yang Yahudi saja telah menggambarkan pada semua pembaca komentar dan tafsirnya bahwa TIDAK ADA SATUPUN Yahudi akan memanggil Yesus dengan sapaan ADONAY dan ELOHIM melainkan ADON (Kurios). Silahkan Anda membaca HEBREW NEW TESTAMENT, tidak akan Anda temui Yesus disapa dengan ADONAY dan ELOHIM melainkan ADONI
--------
Albert Rumampuk:

Ah, tidak semua penulis buku / tafsiran yang pasti benar pemahamannya. Dibagian tertentu mungkin saja dia benar, tetapi belum tentu untuk hal-hal yang lainnya. Anda mau cari dibagian manapun juga dalam Perjanjian Baru Yunani (bahasa asli PB), anda tak akan menjumpai kata ADONAY, ELOHIM atau ADON tetapi KURIOS / THEOS (Tuhan dan Allah) untuk Yesus. Buat apa saya berpatokan pada HEBREW NEW TESTAMENT yang merupakan terjemahan dari GREEK NEW TESTAMENT?? Semakin lama argument anda semakin membuat saya tertawa, haha...

---------------

Akhirnya Anda lebih senang menelanjangi diri Anda dan membiarkan orang lain menilai segala tingkah laku Anda yang memalukan dan menggelikan yang mengklaim secara emosional terhadap apa yang tidak diketahuinya sebagai sebuah kebenaran dan dengan enteng dan tidak berdasar memberikan penilaian terhadap seorang David Stern yang memahami secara baik bahasa Ibrani dan Yunani serta membuat komentar Kitab Suci Perjanjian Baru dari perspektif Semitik, dengan mengatakan terhadap beliau, “Ah, tidak semua penulis buku / tafsiran yang pasti benar pemahamannya”. Pernyataan asal-asalan saja....

Lebih menggelikan, Anda berkata, “Anda mau cari dibagian manapun juga dalam Perjanjian Baru Yunani (bahasa asli PB), anda tak akan menjumpai kata ADONAY, ELOHIM atau ADON tetapi KURIOS / THEOS (Tuhan dan Allah) untuk Yesus”. Lha sudah jelaskan khan bahwa istilah Adonay, Elohim, Adon adalah bahasa Ibrani BUKAN bahasa Yunani, bagaimana Anda menuntut saya membuktikan ada istilah-istilah tersebut dalam PB Yunani? Lha apa Anda tidak berfikir bahwa adanya kata Rabuni, Rabbi dalam PB Yunani menunjukkan bahwa percakapan Yesus bukan dalam bahasa Yunani? Konsekwensi logisnya kata Kurios yang disematkan dalam PB Yunani sebagai terjemahan PB Semitik berasal dari kata Adon (Ibr) dan Maran (Arm).



Shem:

He...he...masak berdiskusi sambil berlari? Ada-ada saja. Anda sekarang rupanya pandai melucu meskipun pada tempat yang salah...Baiklah, saya akan jawab pertanyaan Anda di atas. Tentu saja Thomas sedang memuji perbuatan Sang Bapa yaitu YHWH karena ungkapan THEOS MOU atau ELOHAI yang artinya YA TUHANKU, selalu ditujukan pada Sang Bapa yaitu YHWH (Yahweh). Jelas?
-----------
Albert Rumampuk:

Belum jelas, coba anda beri contoh ayat yang mencatat kalimat “THEOS MOU KAI KURIOS MOU” (jangan hanya THEOS MOU) yang katanya selalu menunjuk pada YHWH? 

-------------

Frasa THEOS MOU ditujukan pada YHWH Sang Bapa. Bukankah YHWH adalah Sang Bapa (Yes 64:8)

Frasa KURIOS MOU bisa ditujukan pada YHWH Sang Bapa dan bisa pula ditujukan pada Yesus. Bukankah Yesus adalah Kurios/Adon? (Yoh 13:13)


Albert Rumampuk:

Belum dijawab: Apakah diayat itu Tomas sedang bicara dengan Bapa?? Semoga diskusinya tidak sambil berlari lagi...
---------------

Tentu saja. Sebagaimana telah saya jelaskan di atas, semua kata THEOS hanya selalu ditujukan pada BAPA (Yes 64;8, Ef 1:3, 1 Kor 8:6). Maka dalam konteks ketakjuban atas perbuatan YHWH Sang Bapa yang telah membangkitkan Yesus (Kis 2:32), maka ungkapan ketakjuban tersebut ditujukan pada YHWH Sang Bapa.



Shem:

Ah, asal bicara saja. Hayo buktikan bahwa Yesus pernah berkata ANI ELOHIM/EGO EIMI HO THEOS! Hayo buktikan bahwa murid-muridnya menyapa dengan sapaan ELOHAY/THEOS MOU, selain kasus Yohanes 20:28 yang disalahpahami banyak orang Kristen termasuk Anda! 


Sekali lagi saya katakan, “Maka pernyataan Anda, ‘Status keTuhanan Yesus tidak ditentukan dengan ada tidaknya awalan Theos’ adalah LEMAH dan TIDAK ADA DALIL BUKTINYA dalam Kitab PB”.
-----------
Albert Rumampuk:

Ini kata-kata Yesus yang lain: Yoh 8:58 “Kata Yesus kepada mereka: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, AKU TELAH ADA (EGO EIMI).’" [NIV/NASB]: “Before Abraham was born, I am”. Menurut Hendriksen, kata-kata ‘AKU ADALAH / I am’ menunjukkan “keberadaanNya melampaui waktu”. Kalimat Yesus dalam teks ini memang tidak didahului dengan awalan THEOS, tetapi setelah Yesus mengucapkannya, orang-orang Yahudi tahu bahwa Yesus sedang mengklaim dirinya sebagai THEOS / Allah / YHWH dan ini yang menyebabkan akan dilemparnya Yesus dengan batu (ayat 59). Maka pernyataan anda yang membantah kalimat saya, “Status keTuhanan Yesus tidak ditentukan dengan ada tidaknya awalan Theos”, adalah LEMAH dan TIDAK ADA DALIL BUKTINYA dalam Kitab PB”.
------------

Benarkah frasa Yunani EGO EIMI yang diucapkan Yesus menunjukkan bahwa dirinya sebagai YHWH yang menjadi manusia? Benarkah pernyataan Anda, “Kalimat Yesus dalam teks ini memang tidak didahului dengan awalan THEOS, tetapi setelah Yesus mengucapkannya, orang-orang Yahudi tahu bahwa Yesus sedang mengklaim dirinya sebagai THEOS / Allah / YHWH....?”


Kata ini muncul pertama kalinya dalam Kitab Septuaginta untuk menerjemahkan pernyataan YHWH (Yahweh) yang menyingkapkan nama-Nya pada Musa sbb: “Firman (Tuhan) kepada Musa: "AKU ADALAH AKU." Lagi firman-Nya: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu." Frasa “Aku adalah Aku” dalam bahasa Ibrani adalah “Ehyeh asyer Ehyeh” yang secara literal diterjemahkan dengan “Aku ada yang Aku ada”. Dalam naskah Septuaginta (terjemahan TaNaKh dalam bahasa Yunani) diterjemahkan, “Ego eimi ho on”.


Dalam Kitab Yohanes, Yesus menggunakan bentuk Ego Eimi yang muncul sebanyak 7 kali. Yesus mengatakan bahwa diri-Nya adalah “Roti” (Yoh 6:35 “Ego eimi ho Artos”), “Terang Dunia” (Yoh 8:12, “Ego eimi to Phos tou kosmou”), “Pintu” (Yoh 10:7, “Ego eimi he Thura ton Probaton”),”Gembala” (Yoh 10:11, “Ego eimi ho Poimen ho Kalos”) “Kebangkitan dan Hidup” (Yoh 11:25 “Ego eimi he Anastasis kai he Zoen”), “Jalan, Kebenaran, Hidup” (Yoh 14:6, “Ego eimi ho Hodos kai he Aletheia kai he Zoen”), “Anggur” (Yoh 15:1, “Ego eimi he Ampelos he alethine”).


Penegasan diri atas keilahian Yesus bukan hanya dinampakkan dalam tujuh pernyataan di atas, namun di beberapa tempat ada sejumlah pernyataan yang patut mendapat perhatian terkait studi kristologis. Dalam Yohanes 8:57-58 dikatakan sbb: “Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: "Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada." Bentuk kata “Aku Ada” digunakan Ego eimi dan dikontraskan dengan “Abraham jadi (Abraam genestai)“. Selanjutnya dilaporkan dalam Yohanes 18:4-6 sbb: ”Maka Yesus, yang tahu semua yang akan menimpa diri-Nya, maju ke depan dan berkata kepada mereka: "Siapakah yang kamu cari?" Jawab mereka: "Yesus dari Nazaret." Kata-Nya kepada mereka: "Akulah Dia." Yudas yang mengkhianati Dia berdiri juga di situ bersama-sama mereka. Ketika Ia berkata kepada mereka: "Akulah Dia," mundurlah mereka dan jatuh ke tanah“. Frasa ”Akulah Dia“ dalam ayat di atas dalam bahasa Yunani, Ego eimi. Terkait bentuk kata Ego eimi dalam Yohanes 8:58, Donald Guthrie kembali menegaskan, ”Ego eimi di sini harus dilihat sebagai penghubung dengan nama untuk YHWH yang dinyatakan dalam Keluaran 3 dan dengan penggunaan tanpa tambahan dari ’Aku’ (Ibr: ”Ani Hu“/Yun: ”Ego Eimi“) dalam Yesaya 46:4“.



Sekalipun bentuk kata Ego eimi yang diucapkan Yesus dalam Kitab Yohanes sangat unik dan dihubungkan dengan penggunaan bentuk kata ganti yang diucapkan YHWH dalam Keluaran 3:14 dan Yesaya 46:4, namun kita tidak bisa menyimpulkan begitu saja bahwa Yesus adalah YHWH (Yahweh) itu sendiri. Penegasan Yesus dengan menggunakan bentuk Ego eimi dalam beberapa kasus percakapan tertentu lebih menegaskan kesadaran diri-Nya sebagai yang memiliki sifat keilahian yaitu Sang Firman YHWH katimbang mengidentifikasi diri-Nya sebagai YHWH itu sendiri.

Pernyataan diri-Nya dengan bentuk kata Ego eimi  hendak mewartakan pada pendengar-Nya bahwa diri-Nya datang dari kekekalan karena diri-Nya datang dari hakikat YHWH yaitu sebagai Sang Firman sebagaimana Dia berkata, ” sebab Aku keluar dan datang dari (Tuhan) - (Yoh 8:42)“. Bukankah telah dikatakan, ”Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan (Tuhan) dan Firman itu adalah (Tuhan)“ (Yoh 1:1).



Shem:

Lha wong Anda saja TIDAK BISA MEMBUKTIKAN bahwa ada ayat yang mengatakan bahwa Yesus mengklaim dirinya sebagai Theos/Elohim dan para muridnya menyapanya dengan Theos/Elohim, khoq Anda langsung membuat tudingan, “ Semakin jelas bahwa anda memang tidak mengakui Yesus sebagai THEOS (Allah) / Tuhan?” Saya sudah hafal dengan style Anda berdiskusi bung Albert...Anda hanya berusaha membenarkan segala asumsi negatif Anda tentang saya dengan orang-orang yang bermazhab Judeochristianity, sehingga ketika Anda menemukan pendapat yang tidak sesuai dengan mazhab Reform (belum tentu Biblikal) maka Anda dengan bernafsu menuduh sesat dst.
------------
Albert Rumampuk:

Saya ulangi terus pernyataan saya: ‘Status keTuhanan Yesus tidak ditentukan dengan ada tidaknya awalan Theos’. Sudah saya buktikan diatas dan tak bisa terbantahkan! Setahu saya, sepanjang diskusi disini saya belum pernah mengatakan ‘Teguh Hindarto sesat, dsb’. Siapa yang bilang pendapat yang tak cocok dengan teologi Reform itu sesat?? Bukankah saya pernah katakan ke anda bahwa saya pernah debat dengan seorang pdt Reform karena tak sependapat? Kalimat anda: “Anda hanya berusaha membenarkan segala asumsi negatif Anda tentang saya dengan orang-orang yang bermazhab Judeochristianity, sehingga ketika Anda menemukan pendapat yang tidak sesuai dengan mazhab Reform (belum tentu Biblikal) maka Anda dengan bernafsu menuduh sesat dst.” Merupakan pengalihan topic yang memang selalu menjadi senjata pamungkas anda jika tak bisa lagi jawab argumen saya. Saya sudah hafal dengan style Anda berdiskusi bung Teguh...

--------------

Bukan pengalihan topik tapi lebih kepada amnesia terhadap apa yang pernah Anda ucapkan dan tuliskan dalam setiap kesempatan diskusi dan debat diantara kita. Anda justru yang menutupi kekesalan dan kewalahan Anda terhadap argumentasi saya dengan berkata, “Merupakan pengalihan topic yang memang selalu menjadi senjata pamungkas anda jika tak bisa lagi jawab argumen saya” dan lagi-lagi Anda mencontek, membajak style saya dalam menulis dengan mengatakan, “Saya sudah hafal dengan style Anda berdiskusi bung Teguh...” Sangat kekanak-kanakan sekali Anda....


Albert Rumampuk:

Ini yang belum dijawab: Saya tak bisa mengerti, bagaimana sesuatu yang ilahi dan sehakikat dengan Tuhan (bukan manusia) bukanlah Tuhan itu sendiri? Aneh juga…
----------------

Nah, begitu...bersikaplah sebagai seorang murid dan jangan bersikap sebagai guru jika belum banyak tahu. Bukankah saya sudah menjawab, “frasa FIRMAN ADALAH TUHAN bukan bermakna bahwa julukan bagi Firman adalah Tuhan melainkan istilah tersebut hendak menjelaskan bahwa Sang Firman bukan ciptaan melainkan setara, sehakikat, melekat bersama Tuhan. Dalam bahasa Agustinus, HOMOUSIOUS. Dalam bahasa Teolog Islam Al Ghazali diistilahkan hubungan antara DZAT dan SIFAT adalah QADIMATUN AZALIYATUN, LAISA HIYA DZAT WA LAA HIYA GAIRUHA (sama-sama kadim, azali, tidak sama dengan Dzat Allah, tetapi juga tidak berbeda dengan-Nya) (Ahmad Daudy, Allah dan Manusia dalam Konsepsi Syekh Nurudin Ar Raniry, 1983:70). Atau dalam bahasa Kristen Orthodox Coptic, “AL AQAL ILAHI AL KAINU FI ADZ DZAT AL ILAHIY MUNDZU AZALI” (Akal Ilahi berdiam dalam Dzat Ilahi sejak asali atau tanpa permulaan) (Anba Yunais, Aqidat al Masihiyyin fi al Masih, dalam Bambang Noorsena, Menuju Dialog Teologis Islam Kristen, 2001:24)”.



Saya tidak pernah mengatakan, “bagaimana sesuatu yang ilahi dan sehakikat dengan Tuhan (bukan manusia) bukanlah Tuhan itu sendiri?” YANG BENAR ADALAH, ““frasa FIRMAN ADALAH TUHAN bukan bermakna bahwa julukan bagi Firman adalah Tuhan melainkan istilah tersebut hendak menjelaskan bahwa Sang Firman bukan ciptaan melainkan setara, sehakikat, melekat bersama Tuhan”



Shem :

Kalau “Sang Firman adalah Tuhan” itu memang BENAR dan sesuai dengan TEKS dan KONTEKS. Namun jika dikatakan “Yesus adalah Tuhan” (Yahshua Hu Elohim/Ieosous ho Theos) itu SALAH. Mengapa salah? Karena Yesus tidak pernah menyebut dirinya dan disapa dengan sapaan Theos dalam percakapan dengan siapapun. Jika sapaan Theos ditujukan pada diri Yesus, maka serentak orang-orang Yahudi yang Monoteis akan merajam Yesus karena dianggap melakukan Avodah Zarah (Syrik).


Bahkan frasa FIRMAN ADALAH TUHAN tidak bisa dibalik menjadi TUHAN ADALAH FIRMAN. Apa artinya? Ya, karena memang frasa FIRMAN ADALAH TUHAN bukan bermakna bahwa julukan bagi Firman adalah Tuhan melainkan istilah tersebut hendak menjelaskan bahwa Sang Firman bukan ciptaan melainkan setara, sehakikat, melekat bersama Tuhan. Dalam bahasa Agustinus, HOMOUSIOUS. Dalam bahasa Teolog Islam Al Ghazali diistilahkan hubungan antara DZAT dan SIFAT adalah QADIMATUN AZALIYATUN, LAISA HIYA DZAT WA LAA HIYA GAIRUHA (sama-sama kadim, azali, tidak sama dengan Dzat Allah, tetapi juga tidak berbeda dengan-Nya) (Ahmad Daudy, Allah dan Manusia dalam Konsepsi Syekh Nurudin Ar Raniry, 1983:70). Atau dalam bahasa Kristen Orthodox Coptic, “AL AQAL ILAHI AL KAINU FI ADZ DZAT AL ILAHIY MUNDZU AZALI” (Akal Ilahi berdiam dalam Dzat Ilahi sejak asali atau tanpa permulaan) (Anba Yunais, Aqidat al Masihiyyin fi al Masih, dalam Bambang Noorsena, Menuju Dialog Teologis Islam Kristen, 2001:24)
------------
Albert Rumampuk:

Bukankah Sang Firman itu berinkarnasi jadi manusia (Yoh 1:14)? Jikalau Sang Firman mulanya adalah Tuhan, bagaimana mungkin setelah inkarnasi keTuhanannya menjadi hilang? Sudah saya katakan bahwa salah satu sifat Tuhan (YHWH) adalah tak pernah bisa berubah!

Maz 102:26-27 “Semuanya itu akan binasa, tetapi ENGKAU TETAP ADA, dan semuanya itu akan menjadi usang seperti pakaian, seperti jubah Engkau akan mengubah mereka, dan mereka berubah; tetapi ENGKAU TETAP SAMA, dan tahun-tahun-Mu tidak berkesudahan.”


Yak 1:17 “Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya TIDAK ADA PERUBAHAN atau bayangan karena pertukaran.”

Anak Allah / Yesus-pun tidak berubah:

Ibr 1:8-12 “Tetapi tentang Anak Ia berkata: ‘Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran. Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allah-Mu telah mengurapi Engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutu-Mu.’ Dan: ‘Pada mulanya, ya Tuhan, Engkau telah meletakkan dasar bumi, dan langit adalah buatan tangan-Mu. Semuanya itu akan binasa, tetapi ENGKAU TETAP ADA, dan semuanya itu akan menjadi usang seperti pakaian; seperti jubah akan Engkau gulungkan mereka, dan seperti persalinan mereka akan diubah, tetapi ENGKAU TETAP SAMA, dan tahun-tahun-Mu tidak berkesudahan.’"

Pada mulanya adalah Firman, Firman itu adalah THEOS / Allah dan saat Sang Firman yang adalah Allah itu menjadi manusia, Dia tidak berhenti menjadi Allah tetapi menambah natur yang lain / baru yaitu hakikat manusia. Sehingga, Allah dan manusia sejati ada di dalam pribadi Yesus. Demikian seharusnya teks dalam Yoh 1 dipahami. Jika Tuhan saat inkarnasi keTuhanannya hilang dan hanya menjadi manusia 100%, maka dia pasti ‘tuhan jadi-jadian’! Jadi, tak ada salahnya Tomas menyebutnya “Ya Tuhanku dan Allahku” (Yohanes 20:28) atau seperti kata-kata Paulus “Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus” (Tit 2:13).
---------------

Lha siapa yang mengatakan sifat Keilahian/Ketuhanan Yesus sebagai Sang Firman menjadi hilang? Yang menjadi persoalan, Sang Firman itu menjadi manusia (Yoh 1:14). Manusia Yesus (1 Tim 2:15) pastilah disapa dengan sapaan umum kemanusiaan yaitu Kurios/Adon BUKAN Theos/Elohim. Masak tidak mengerti juga?


Albert Rumampuk:

Kalimat anda: “Yesus tidak pernah menyebut dirinya dan disapa dengan sapaan Theos dalam percakapan dengan siapapun. Jika sapaan Theos ditujukan pada diri Yesus, maka serentak orang-orang Yahudi yang Monoteis akan merajam Yesus karena dianggap melakukan Avodah Zarah (Syrik).” Adalah sebuah pengulangan konsisten yang sudah saya jawab berulang-ulang. Saya maklum, anda memang pengagum argumentum ad nauseum!
--------------

Mana sanggahan Anda? Khoq malah berkomentar enteng, “Adalah sebuah pengulangan konsisten yang sudah saya jawab berulang-ulang. Saya maklum, anda memang pengagum argumentum ad nauseum!”


Albert Rumampuk:

Bagaimana mungkin dikatakan “sama-sama kadim, azali, TIDAK SAMA DENGAN DZAT ALLAH, tetapi JUGA TIDAK BERBEDA DENGAN-NYA”? “Akal Ilahi BERDIAM dalam Dzat Ilahi sejak asali atau tanpa permulaan”?. Yang ada adalah “Sang Firman itu ADALAH Theos / Allah”, atau “Firman itu BERSAMA-SAMA dengan Allah” bukan Sang Firman berdiam dalam zat ilahi / YHWH yang berbeda dengan Allah. Semakin jelas terlihat pemahaman anda!
----------------

Oleh karenanya saya sarankan Anda memperdalam ILMU KALAM dan KRISTOLOGI dari perspektif Semitic Thinking agar paham arti pernyataan, “sama-sama kadim, azali, TIDAK SAMA DENGAN DZAT ALLAH, tetapi JUGA TIDAK BERBEDA DENGAN-NYA”?”. Dengan meminjam istilah dalam teologi Islam, mengenai relasi ontologis antara DZAT dan SIFAT yang dianalogkan dengan TUHAN (Dzat) dan FIRMANNYA (Sifat). Dikatakan Sifat (Firman) tidak sama dengan Dzat (Tuhan) karena Tuhan bukan Firman. Dikatakan Sifat (Firman) tidak berbeda dengan Dzat (Tuhan) karena tidak pernah ada waktu bahwa Tuhan tidak pernah bersama dan tidak pernah memiliki Firman-Nya.



Shem:

Saya tidak mengerti maksud Anda dengan berkata, “Saya tak mau lari ke ayat lain karena itu akan memperburuk cara berdiskusi anda?” Aneh. Jika saya memfokuskan satu ayat dianalisis dari segi tata bahasa dan konteks kebudayaan serta konteks peristiwanya, Anda akan menuduh saya hanya mengulang-ulang dan berputar-putar. Jika saya mengembangkan dengan mengkaji ayat-ayat pembanding dituding OOT alias Out of Topic. Bagaimana Anda ini?


Kembali kepada Efesus 1:2 yang saya katakan ANALOG dengan Titus 2:13, kata sambung KAI pada kedua pernyataan tersebut tidak bisa diartikan kedua pernyataan yang dihubungkan satu sama lain sedang membicarakan pribadi yang sama. Mengenai tidak adanya artikel, apakah jika frasa KAI THEOS EN HO LOGOS akan diartikan FIRMAN ITU SUATU TUHAN (THE WORD IS A GOD) hanya dikarenakan tidak adanya artikel HO dalam Yohanes 1:1 tersebut? Dalil penggunaan kata penghubung KAI dan artikel HO sangat lemah untuk dipakai sebagai dasar bahwa Titus 2:13 berbicara mengenai Yesus dan bukan YHWH Sang Bapa
-------------
Albert Rumampuk:

Yang saya bahas adalah Tit 2:13, kok lari ke Ef 1:2 yang memang tidak cocok dengan tata bahasa Yunani? Ya, anda memang suka berputar-putar ditempat sekalipun sudah saya jelaskan berulang-ulang, tetapi terus saja dipertanyakan. Tidak pusing ya? Sudah saya katakan “Kata benda pertama THEOU PATROS HEMON dalam Ef 1:2 tidak menggunakan artikel. Jadi tak memenuhi hukum tata bahasa Yunani, maka itu tak menunjuk pada pribadi yang sama.” Mana jawabanmu? 

Syarat terpenuhinya hukum tata bahasa Yunani ada 3, diantaranya adanya kata KAI diantara kedua kata benda dan adanya kata sandang pada kata benda pertama sedangkan kata benda kedua tidak mempunyai artikel. Kata-kata KAI THEOS EN HO LOGOS (Yoh 1:1) tentu saja menjelaskan keTuhanan Yesus karena kata THEOS eksplicit menunjuk pada Sang Firman / Yesus. Teguh, saya syarankan anda untuk belajar bahasa Yunani dengan baik dan benar, jangan hanya focus di Ibrani saja yang menjadikan anda Ibrani mania. Jangan juga belajar pada DR. David Stern karena dia ternyata juga tak ngerti Yunani.
--------------------

Simak lagi penjelasan saya sebelumnya:


Titus 2:13 “dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus” (Terjemahan LAI). Kata Theos (yang diterjemahkan LAI) harus dibaca berdasarkan konteksnya dari ayat sebelumnya yaitu ayat, “Karena kasih karunia Allah (Theos) yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini” (terjemahan LAI). Darimana Anda menyimpulkan bahwa kata Theos (yang diterjemahkan LAI dengan “Allah”) menunjuk pada Yesus? Modal Anda hanya berdasarkan kata penghubung “kai” dan ketiadaan artikel pada kata “Theos”. Padahal frasa “tou megalou Theou” dimana tidak ada artikel hendak menunjukkan kasus genitif setara dengan frasa “kai Theos en ho Logos” (Yoh 1:1) dimana kata Theos yang tidak dikenai artikel berfungsi sebagai predikat terhadap kata Logos yang menjadi subyeknya. Jadi mana bukti kata Theos dalam Titus 2:13 dihubungkan dengan Yesus itu?



Albert Rumampuk:

Oh ya, mungkin ini belum dijawab: 


Yesus bukan Bapa bung! Kedua oknum itu memiliki pribadi yang berbeda. Saya tak pernah katakan bahwa Yesus sama dengan atau adalah Bapa, tetapi Yesus adalah Allah / Tuhan / YHWH. Anda lagi-lagi melakukan lompatan kesimpulan! Penyembahan kepada Yesus bukan dihubungkan dengan posisinya sebagai Bapa, tetapi menunjukkan keilahian-Nya (status keTuhananNya). Siapa bilang kata ‘sembah / proskuneo’ untuk Yesus hanya muncul 2 kali? Coba lihat ayat-ayat berikut ini:

• Mat 8:2 “Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepadaNya, lalu SUJUD MENYEMBAH DIA dan berkata: ‘Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.’”.

• Mat 9:18 “Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu MENYEMBAH DIA dan berkata: ‘Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tanganMu atasnya, maka ia akan hidup.’”.

• Mat 14:33 “Dan orang-orang yang ada di perahu MENYEMBAH DIA, katanya: ‘Sesungguhnya Engkau Anak Allah.’”

• Mat 15:25 “Tetapi perempuan itu mendekat dan MENYEMBAH DIA sambil berkata: ‘Tuhan, tolonglah aku.’”.

• Mat 17:14 “Ketika Yesus dan murid-muridNya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan MENYEMBAH”.

• Mat 20:20 “Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu SUJUD DI HADAPANNYA untuk meminta sesuatu kepadaNya”.

• Mat 28:9,17 “[9] Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: ‘Salam bagimu.’ Mereka mendekatiNya dan memeluk kakiNya serta MENYEMBAHNYA. ... [17] Ketika melihat Dia mereka menyembahNya, tetapi beberapa orang ragu-ragu”.

• Yoh 9:38 “Katanya: ‘Aku percaya, Tuhan!’ Lalu ia SUJUD MENYEMBAHNYA”.

• Luk 24:51-52 “[51] Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. [52] Mereka SUJUD MENYEMBAH KEPADANYA, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita”.

• Ibr 1:6 “Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: ‘Semua malaikat Allah HARUS MENYEMBAH DIA.’"

Silahkan hitung ada berapa kata ‘sembah’ bagi Yesus? Anda tidak ingin ‘membesar-besarkan’ data ini dan mau menyembunyikan sebuah fakta?? Kata Yunani PROSKUNEO yang dalam TB yang biasa diterjemahkan ‘menyembah; sujud menyembah; menyembah-Nya, dsb’, itu muncul sebanyak 60 kali.

Penyembahan untuk Bapa misalnya dalam Injil Yohanes: “Kata Yesus kepadanya: ‘Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan MENYEMBAH BAPA bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.’” (Yoh 4:21)

Kepada Allah / THEOS, misalnya dalam 1 Kor 14:25 “segala rahasia yang terkandung di dalam hatinya akan menjadi nyata, sehingga ia akan SUJUD MENYEMBAH ALLAH dan mengaku: ‘Sungguh, Allah ada di tengah-tengah kamu.’”

Perhatikan bahwa bukan hanya Bapa / THEOS / Allah saja yang disembah, tetapi Yesus juga disembah. Anehnya, jika Yesus memang bukan Tuhan / Allah itu sendiri, mengapa Dia mau menerima sembah manusia? Saya terus ulangi lagi: Bukankah ini akan menentang kata-kataNya sendiri dalam Mat 4:10? Bukankah hanya Tuhan / Allah yang patut disembah?

Shem Tov, saya tak suka diskusi dengan cara anda yang hobi mengulang-ulang sesuatu yang telah dijelaskan dan bahkan lari dari sanggahan saya (OOT) dengan memberi serangan baru tanpa menjawabnya. Tolong ubah cara berdiskusi anda ini.

--------------

Memprihatinkan melihat akidah Anda yang kacau balau....tidak tahu mana kepala dan mana kaki sampai-sampai menyatakan demikian, “Yesus bukan Bapa bung! Kedua oknum itu memiliki pribadi yang berbeda. Saya tak pernah katakan bahwa Yesus sama dengan atau adalah Bapa, tetapi Yesus adalah Allah / Tuhan / YHWH”


(1)   Terbukti Anda TIDAK PAHAM Bahasa Ibrani dan Yunani khususnya terminologi Ketuhanan. Anda menyamakan YHWH adalah generic name yang disamakan dengan Allah dan Tuhan padahal YHWH adalah proper name/personal name

(2)   Kalau dalam pernyataan sebelumnya Anda mengatakan bahwa “Yesus adalah Yahweh yang menjadi manusia”, itu artinya Anda mengakui bahwa Yesus adalah Sang Bapa karena YHWH adalah Sang Bapa (Yes 64:8)

1 komentar:

  1. payminov

    Malaikat juga menyebut yesus sbg Kurios

Posting Komentar