RSS Feed

DEBAT FORMAL TENTANG BAHASA PENULISAN PERJANJIAN BARU (2 a)

Posted by Teguh Hindarto


JIMMY JEFFRY DAN SHEM TOV (TEGUH HINDARTO)


BABAK KEDUA



Introduksi




Berikut saya postingkan hasil diskusi  berseri  selama beberapa bulan antara Sdr Jimmy Jeffry dengan saya sendiri dalam salah satu group diskusi yaitu DISKUSI CERDAS JUDEOCHRISTIANISME DENGAN KEKRISTENAN. Diskusi ini merupakan tanggapan atas artikel saya mengenai BAHASA PENULISAN PERJANJIAN BARU yang saya tuliskan secara berseri dalam blog ini juga dan dibahas dalam forum diskusi.

Jimmy Jeffry:
Diskusi mulai mendalam, sdr Shem telah memberikan Data utk mendukung posisinya. Namun data itu perlu dilakukan re-examination terhadap validitas & relevansinya dgn rangkaian argumentasi yg dibangun. Saya akan tetap fokus pd subtopik awal seputar kajian bahasa di Palestina pd masa Yesus, berkaitan dgn grammar & kosakata saya tunda dulu tanggapan detail nanti pd diskusi2 berikutnya.

<<<Shem: Saya minta dijelaskan arti pernyataan Anda, “Kita harus ingat penggunaan bahasa aramaic/hebrew tdklah bersifat sakral dr perspektif orang Yahudi abad pertama, karena "bahasa" hanya aspek practial/non ideologis?>>>

Sakral dlm pengertian bahasa Hebrew termasuk Aramaic bukanlah bahasa yg turun dr langit bahkan Hebrew sendiri adalah hasil evolusi dr ancient language syro-phonecian/paleohebrew ke hebrew, malah pd sekitar abad 1-3 berkembang model mishnaic hebrew. Gershon Galil seorang profesor dr University of Haifa memecahkan kode/arti sebuah inskripsi paleo hebrew terkuno bertanggal abad 10 BCE (semasa dgn periode raja Daud). So menjadi pertanyaan para ahli, Taurat Musa sekitar abad 12-14 BCE ditulis dlm bahasa apa? apakah egypt, syrophonecia, kanaan atau paleohebrew? mungkin saja dgn paleohebrew, yg jelas point saya Hebrew bukan sebuah holy language yg diturunkan Tuhan kepada Jewish, tetapi sebuah bahasa yg juga mengikuti kaidah etnomology mengalami perkembangan bahasa! 

Selain itu, Tanakh/PL dlm bah. Hebrew telah diterjemahkan & diparafrasekan keberbagai versi dialek & bahasa seperti samaritan pentateuch, tarqum, septuaginta/LXX dll. So..ini membuktikan tdk ada sebuah "keistimewaan" atau penyebutan divine language terhadap hebrew. Jika memang ada semacam proof text termasuk dr bible verses terhadap adanya special language, silahkan ajukan... (16 Maret 2012)
---------------- 
Shem Tov (Teguh Hindarto):
Jika ditinjau darti sudut pandang perkembangan dan dinamika kebahasaan, bahasa Ibrani memang mengalami perkembangan tersebut meliputi perkembangan BENTUK HURUF sebagaimana bagan berikut:

  1. Proto Canaanite Pycthographs
  2. The Phenecians Scripts
  3. The Proto Hebrew Scripts
  4. The Samaritan Scripts Clasical Hebrew Scripts
  5. Modern Hebrew Scripts
  6. Rashi Style Hebrew

http://www.hebrew4christians.com/Grammar/Unit_One/History/history.html

Atau dalam istilah Jeff A. Banner diistilahkan sbb:

Early Semitic Middle Semitic Late Semitic Modern Semitic.

http://www.ancient-hebrew.org/6_home.html

Maupun perkembangan KOSA KATA sebagaimana klasifikasi para ahli sbb: Archaic Biblical Hebrew (Abad 10 sd 6 SM),  Standard Biblical Hebrew (Abad 8 sd 6 SM),  Late Biblical Hebrew, (Abad 5 sa 3 Ms)  Israelian Hebrew  Dead Sea Scroll Hebrew (Aba 3 SM sd 1 Ms)  Mishnaic Hebrew (Abad 1 sd 4 Ms)

http://en.wikipedia.org/wiki/Hebrew_language

Namun semua perkembangan tersebut (baik bentuk dan kosa kata) tidak pernah mengubah ESSENSI dan ISI Kitab Suci yang mengisahkan tindakan Tuhan umat-Nya. Dan berbagai perkembangan tersebut (baik bentuk dan kosa kata) tidak menurunkan kemuliaan bahasa Ibrani sebagai bahasa suci/sakral.

Pengertian bahasa Ibrani sebagai bahasa sakral/suci (Lashon ha Kodesh) bermakna (1) Bahasa Ibrani adalah bahasa yang dipakai oleh Tuhan untuk menyampaikan Firman-Nya. (2) Bahasa Ibrani dipakai untuk menuliskan Kitab Suci dan berbagai aktifitas keagamaan sebagaimana dikatakan:

"As I see it, the reason for the Rabbis calling the language of the Torah the holy tongue is that the words of the Torah and of the prophets and all sacred utterances were all spoken in that language; it is the language that the Holy One, blessed be He, speaks with His prophets and with His people, saying, "I am ...," "Thou shalt not have ..." and the remaining commandments and prophecies; it is the language by which He is called in his sacred names... and in which He created His universe, gave names to heaven and earth and all therein, giving his angels and his host names -- Michael, Gabriel, etc. -- all in that language, and in that language naming the saintly people in the Land, such as Abraham, Isaac, and Solomon."

—Nahmanides' interpretation of Exodus, 30:13

http://en.wikipedia.org/wiki/Hebrew_language

Pernyataan bahwa bahasa Ibrani bukan bahasa suci, tentu saja bertentangan dengan bagaimana orang Ibrani memandang kedudukan bahasa Ibrani. Dalam Talmud dikatakan:

"The following may be recited in any language: Tractate 'Sotah', the confession made at the presentation of the tithe, the 'Shema', and the 'Prayer' …The following are recited in the Holy Tongue: The declaration made at the 'First Fruits', the formula of 'Halizah', the blessings and curses, the benediction of the high priests …"

—Mishnah, Tractate Sotah, 7a

"For Rabbi said: Why use the Syrian language in the land of Israel? Either use the holy tongue or Greek! And R. Joseph said: Why use the Syrian language in Babylon? Either use the holy tongue or Persian!"

—Babylon Talmud, Tractate Sotah, 49b

Anda harus bisa membedakan apa arti sesuatu disucikan termasuk bahasa, tempat, nama dll. Jika Anda seorang yang religius, sudah seharusnya Anda mengerti bahwa sesuatu yang disucikan termasuk bahasa. Menolak sesuatu yang disucikan termasuk bahasa, menandakan Anda belum memahami arti kesucian (18 Maret 2012)

Jimmy Jeffry:
[[[JJ: ..Argumentasi bahwa bah Yunani tdk masuk akal digunakan karena bahasa penjajah, saya nilai hanya bersifat filosofis yg subyektif tanpa didukung data yg memadai. Penjajah pd masa itu adalah Romawi dgn bahasa resmi mereka adalah Latin, sedangkan bahasa Yunani bercokol kuat di seantero greco roman sejak masa Alexander dimana proses helenisasi mulai berjalan. Katakanlah Yunani itu juga adalah bahasa penjajah, tetapi sayangnya tdk ada data yg menunjukan adanya semangat nasionalisme di kalangan Palestina sehingga harus menolak penggunaan bahasa Yunani karena dianggap bah penjajah. Justru dr begitu byk data arkeologi bahasa Yunani telah menjadi bahasa yg umum di Palestina]]]

<<<Shem: Anda kurang membaca. Perhatikan pernyataan Yosephus berikut ini: “I have also taken a great deal of pains to obtain the learning of the Greeks and understanding the element of the Greek language although I have so long accustomed myself to speak our own language, that I can’t pronounce Greek with sufficient extantness: for our nation does not encourage those that learn the languages of many nations” (Antiquites 20:11:2)>>>

=>Coba perhatikan kalimat terakhir diposting saya "...Ok ini dulu.. sebagai pengantar awal, utk point berikutnya saya akan menyajikan berbagai referensi data primer yg mendukung posisi saya. Termasuk membahas secara detail point sdr Shem lainnya seperti penguasaan bah. Yunani dr Yoshepus" Apakah anda membaca kalimat terakhir saya ini? :-)

ok, saya bhs ttg Yoshepus, ini kutipan yg lebih lengkap: so he mixed good counsel with his works for the siege. And being sensible that exhortations are frequently more effectual than arms, he persuaded them to surrender the city, now in a manner already taken, and thereby to save themselves, and sent Josephus to speak to them in their own language; for he imagined they might yield to the persuasion of a countryman of their own (Jwr 5:361 JOE) (Antiquites of the Jews 20:11:2 Translated By William Whiston)

Yoshepus memang mengakui kelemahannya dlm pronunciation (pengucapan) greek, tetapi bukan berarti arti dia tdk tahu melakukan percakapan & menulis Yunani. Ini hanya masalah pronunciation yg menurutnya tdk seperti standard ideal yg dia ketahui. Greek termasuk bahasa yg lengkap & kompleks, mulai dr cara penulisan posisi abjad sampai cara pengucapan begitu byk aturannya. Cara mengucap dgn membuka mulut atau agak tertutup berbeda2 pd jenis vokal yg biasa disebut vokal terbuka & tertutup termasuk pengucapan diftong & konsonan. Juga terdapat tanda2 pernafasan & tanda aksentuasi seperti akse akut, aksen graf & aksen sirkumpleks dsb. So.. masalah pronunciation inilah yg sulit dikuasai sepenuh oleh Joshepus menurut standar ideal yg dimaksudkan (16 Maret 2012).
--------------
Shem Tov (Teguh Hindarto):
Saya tidak tahu apa maksud Anda mengutip Jewish War karya Josephus sambil berkata, “ok, saya bhs ttg Yoshepus, ini kutipan yg lebih lengkap”. Apanya yang lengkap? Saya mengutip Antiquites of the Jews 20:11.2 lha khoq Anda membandingkan kutipan Jewish War 5:361 dan mengatakan itu kutipan lengkap? Silahkan diperbaiki pernyataan Anda tersebut.

Untuk membaca lebih lengkap Antiquites 20:11,2 silahkan membaca di link berikut:

http://en.wikisource.org/wiki/The_Antiquities_of_the_Jews/Book_XX#Chapter_11

Maksud saya dengan mengutip pernyataan Yosephus dimana beliau mengatakan, “...that I can’t pronounce Greek with sufficient extantness...” (Antiquites of the Jews 20:11.2) bahwasanya jika beliau sebagai seorang sarjana atau sejarawan Yahudi saja masih begitu banyak kekurangan dan kesulitan untuk membuat sebuah karya terjemahan dalam bahasa Yunani, maka mengandaikan penduduk Yerusalem pada Abad 1 Ms memiliki kemampuan yang fasih dalam berbahasa Ibrani adalah suatu kontradiksi yang menyolok. Dan kalimat Yosephus, “...that I can’t pronounce Greek with sufficient extantness” tidak bisa dilepaskan dengan kalimat berikutnya, “for our nation does not encourage those that learn the languages of many nations”. Jika bahasa-bahasa di luar bahasa Ibrani tidak menjadi sesuatu yang menarik minat bangsa Yahudi untuk mempelajari dan mempergunakannya, maka mengasumsikan Yesus dan para rasul berkomunikasi dan mengajar dalam bahasa Yunani adalah terlalu dipaksakan.

Chapter 11 - The Antiquities of the Jews/Book XX - Wikisource
en.wikisource.org
Jimmy Jeffry:
Karena dia tahu melakukan percakapan dlm Greek & termasuk tokoh Jewish penting masa itu, dia dipilih menjadi intepreter Jenderal Titus dr kekaisaran Romawi (The Jewish War 5.9.2, 69 361). Malah dia telah menulis buku2 dlm Greek seperti disebut dlm kutipan Antiquitas di atas "...now I have so completely perfected the work I proposed to myself to do, that no other person, whether he were a Jew or foreigner, had he ever so great an inclination to it, could so accurately deliver these accounts to the Greeks as is done in these books" (16 Maret 2012)
-------------- 
Shem Tov (Teguh Hindarto):
Berikut kutipan Jewish War 5:361, “so he mixed good counsel with his works for the siege. And being sensible that exhortations are frequently more effectual than arms, he persuaded them to surrender the city, now in a manner already taken, and thereby to save themselves, and sent Josephus to speak to them in their own language; for he imagined they might yield to the persuasion of a countryman of their own”. Saya melihat bahwa justru dari kutipan di atas, Yosephus LEBIH MAHIR dalam bahasa Ibrani/Aramaik tinimbang berbahasa Yunani. Sebagai seorang pejabat pemerintahan, tentu dia cukup terbiasa mendengar ungkapan lisan dalam bahasa Yunani termasuk perintah Titus yang singkat dan harus segera diterjemahkan ke dalam bahasa Ibrani/Aramaik kepada orang-orang Yahudi. Namun ini tidak membuktikan kefasihan Yosephus mengingat Yosephus telah mengatakan, “...that I can’t pronounce Greek with sufficient extantness” (Antiquites of the Jews 20:11.2).

Anda menafsirkan pernyataan tersebut sebagai ketidakfasihan dalam pronunsiasi kata Yunani dan saya menafsirkan bahwa Yosephus memang tidak fasih berbahasa Yunani (18 Maret 2012)

Jimmy Jeffry:
So kalimat "...for our nation does not encourage those that learn the languages of many nations.." jelas dlm konteks seperti masalah Yoshepus berkaitan dgn pronunciation. Sekarang bandingkan dgn terjemahan Antiquities versi yg lebih baru, yg menyebut dgn jelas ini berkaitan dgn "smootness of diction".

My compatriots admit that in our Jewish learning I far excel them. But I labored hard to steep myself in Greek prose [and poetic learning], after having gained a knowledge of Greek grammar; but the constant use of my native tongue hindered my achieving precision in pronunciation. For our people do not welcome those who have mastered the speech of many nations or adorn their style with smoothness of diction, because they consider that such skill is not only common to ordinary freedmen, but that even slaves acquire it, if they so choose. ”

Proof text sdr Shem tdk memberi dukungan apa2 terhadap pendapatnya, malah sebaliknya justru Yoshepus memberi kesan orang Yahudi telah biasa dgn Greek, kecuali tentu tdk harus mahir & fasih seperti standard ideal yg biasanya ada pada native speaker. Analoginya seperti kita bercakap2 dlm bahasa Inggris yg biasanya pronunciation-nya ada yg kurang tepat (16 Maret 2012).
 ------------- 


Shem Tov (Teguh Hindarto):
Anda harus meletakkan kalimat, “because they consider that such skill is not only common to ordinary freedmen, but that even slaves acquire it, if they so choose” dalam konteks bahwa penguasaaan skil tersebut sebagai sebuah kebiasaan umum baik bagi orang merdeka maupun budak, hanya jika mereka MEMILIHNYA. Namun sebagaimana Yosephus berkata dalam Antiquites 20:11,2, “...for our nation does not encourage those that learn the languages of many nations”, maka pemahaman umum orang-orang Yahudi yang menganggap bahasa Yunani adalah bahasa penjajah sehingga mereka enggan mempelajarinya masih mendominasi pemahaman pada saat itu. Dan teks yang Anda rujuk tidak pula membuktikan kefasihan penduduk Yerusalem dalam mengucapkan bahasa Yunani. Tidak pula membuktikan bahwa Yesus dan para rasul bercakap-cakap dalam bahasa Yunani.

Adalah keliru jika pernyataan dalam Antiquites 20:11,2, “...for our nation does not encourage those that learn the languages of many nations” diartikan, “jelas dlm konteks seperti masalah Yoshepus berkaitan dgn pronunciation”. Sikap penolakkan mayoritas masyarakat Yerusalem pada waktu itu sangat jelas berkaitan dengan ideologi dan bukan soal ketidaktepatan pronunsiasi terhadap bahasa Yunani.

Kita tidak menampik bahwa ada ragam bahasa di Yerusalem di zaman Mesias hidup sebagaimana terekam dalam 19:20 sbb: “Banyak orang Yahudi yang membaca tulisan itu, sebab tempat di mana Yesus disalibkan letaknya dekat kota dan kata-kata itu tertulis dalam bahasa Ibrani, bahasa Latin dan bahasa Yunani”. Data itu koheren dengan kesaksian Yosephus di atas ketika dia mengatakan, “because they consider that such skill is not only common to ordinary freedmen, but that even slaves acquire it, if they so choose”. Namun pernyataan ini tidak mewakili sikap umum penduduk Yerusalem yang fanatik terhadap agama dan kebudayaan mereka (18 Maret 2012)

Jimmy Jeffry:
Kembali ke pernyataan saya sebelumnya yg tdk ditanggapi langsung oleh sdr Shem Tov "...Argumentasi bahwa bah Yunani tdk masuk akal digunakan karena bahasa penjajah, saya nilai hanya bersifat filosofis yg subyektif tanpa didukung data yg memadai". Dengan menggunakan point Yoshepus, sebenarnya kontradiksi dgn konsepnya ttg Greek sebagai bahasa penjajah, bukankah Yoshepus telah menulis buku dlm Greek? :-) (16 Maret 2012)
------------- 
Shem Tov (Teguh Hindarto):
Jika Yosephus saja tidak terlalu fasih dalam penguasaan bahasa Yunani (sekalipun dalam kategori umum dia mampu melakukan percakapan Yunani), maka sangat tidak mungkin karya Yosephus berbahasa Yunani adalah karyanya. Yosephus menuliskan Jewish War dalam bahasa Ibrani/Aramaik dan asistennya yang menerjemahkannya sebagaimana dikatakan dalam artikel What works did the Jewish historian Josephus write?

The Jewish War - This was the first work of the Jewish historian Josephus and was most likely written in his own tongue, Aramaic. IT WAS LATER TRANSLATED INTO GREEK BY JOSEPHUS’ ASSISTANS. In the Greek version of this manuscript, it is obvious that he considered his readers to be gentiles. He explained Jewish observations of Passover, Pentecost, and various other festivals. The Jewish War is a compilation of sever books detailing battles from the Maccabean era to Masada (AD 73)”

http://www.allabouthistory.org/jewish-historian-josephus-faq.htm

Demikian pula dalam artikel berjudul, “Flavius Josephus” dikatakan:

Flavius Josephus wrote first work, the Jewish War, in Aramaic, and presented it to Vespasian between 75 and 79. An assistant translated it into the language of scholars of his days, Greek; this second edition was dedicated to Titus, who had become emperor in 79. The seventh book of the Jewish War, which describes the fate of the Jewish prisoners and the fall of Masada, is a later addition. Its title is slightly misleading. The books not only tell the story of the war between the Jews and Romans, but also deal with the preceding period from 175 BCE”



Jimmy Jeffry:
Selain itu dari referensi sejarah, justru di kalangan gerakan nasionalis di Palestina pd masa itu, bahasa Yunani juga telah digunakan.

"There is general agreement that Greek was widely spoken in Palestine as a whole, even in Jerusalem and among nationalistic circles in New Testament times--a conclusion based on epigraphic, archaeological and literary evidence", Sean Freyne, Galilee from Alexander the Great to Hadrian 323BCE to 135CE: A Study of Second Temple Judaism, T&T Clark:1980

Bahkan di kalangan rabi Yahudi, merekapun telah biasa dgn bah. Greek. "...Presumably the chief priests and leaders of the prominent families were trained in Jewish traditions and also in Greek so that they could communicate with the imperial government". Anthony J. Saldarini. Pharisees, Scribes and sadducees in palestinian society, Eerdmans, 2001 (16 Maret 2012)

----------------- 
Shem Tov (Teguh Hindarto):
Terhadap fakta adanya penggunaan empat bahasa (Ibrani, Aramaik, Yunani, Latin) di Yerusalem tidak saya tolak sebagaimana telah saya jelaskan sebelumnya sbb:

Kita tidak menampik bahwa ada ragam bahasa di Yerusalem di zaman Mesias hidup sebagaimana terekam dalam 19:20 sbb: “Banyak orang Yahudi yang membaca tulisan itu, sebab tempat di mana Yesus disalibkan letaknya dekat kota dan kata-kata itu tertulis dalam bahasa Ibrani, bahasa Latin dan bahasa Yunani”. Ada tiga bahasa yang bereksistensi zaman itu, Ibrani (plus Aramaik), Latin dan Yunani. Namun jangan lupa, fungsi dan kedudukan bahasa itu tidak sama. Talmud mengatakan sbb: “Empat bahasa memiliki nilai masing-masing: Bahasa Yunani untuk nyanyian, Latin untuk peperangan, Aramaik untuk nyanyian penguburan dan Bahasa Ibrani untuk percakapan” (Jerusalem Talmud, Tracate Sotah 7:2, 30a)”


Memangnya informasi Talmud dengan informasi modern dalam buku yang Anda rujuk, “Pharisees, Scribes and Sadducees in Palestinian Society” lebih tua mana sich? Informasi Talmud lebih dapat diandalkan karena berasal dari periode awal sebelum adanya referensi modern yang memberikan pernyataan sebagaimana yang Anda kutip.

Kutipan yang Anda buat sampai saat ini tidak membuktikan apapun bahwa Yesus dan para rasul berkomunikasi dan mengajar dalam bahasa selain bahasa Ibrani dan Aramaik (18 Maret 2012).

Jimmy Jeffry:
[[[JJ: Dengan adanya septuaginta, jelas menunjukan tdk adanya sebuah sakralitas terhadap bahasa Hebrew, sehingga proses penerjemahan ini juga didukung orang Yahudi sendiri, malah para penerjemah adalah rabi2 yg dikirim dr Yerusalem. Bahkan dr gulungan Dead Sea Scroll memberi bukti adanya pergeseran penggunaan Hebrew ke Aramaic. So.. jelas berbeda dlm perspektif Islam mengenai sakralitas bahasa Arab dlm Quran.]]]]
<<<Shem: Apa kaitannya Septuaginta dengan Yesus? Apakah Anda punya bukti bahwa Yesus membaca Septuaginta di sinagog Yerusalem padahal Septuaginta beredar dan berlaku di Alexandria bagi komunitas Yahudi berbahasa Yunani?>>>

=>Point saya ttg Septugianta utk menunjukan tdk adanya sebuah "sakralitas/keharusan" menggunakan PL/Tanakh Hebrew. Selain itu jika Jewish Diaspora di Alexandria masih paham dgn Hebrew tentu tdk perlu ada Septuagint/LXX, dan tdk ada bukti adanya alasan penerjemahan utk misi proselitisme ke Judaism utk gentiles. Pernyataan anda bhw Septuaginta hanya beredar & berlaku di Alexandria jelas bertentangan dgn realitas sejarah. Jewish di Alexandria bukanlah kelompok terisolasi dr dunia luar, tetapi interaksi terus terjadi dgn kelompok jewish diaspora lainnya di seantero greco-roman termasuk dgn komunitas di Jerusalem. Bukankah 72 rabi itu berasal dr Jerusalem?  (16 Maret 2012)
-------------- 
Shem Tov (Teguh Hindarto):
Anda belum bisa membedakan antara Sakralitas bahasa Ibrani sebagai bahasa religius dan proses penerjemahan bahasa Ibrani ke dalam berbagai bahasa. Apakah bahasa Arab akan berkurang sakralitasnya sebagai bahasa penulisan Qur’an sekalipun telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa? Demikian pula bahasa Ibrani tidak akan berkurang sakralitasnya atau gugur sakralitasnya hanya dikarenakan telah diterjemahkan dalam bahasa Yunani yaitu Septuaginta.

Anda belum membuktikan bahwa Septuaginta dipergunakan di Yerusalem!

Apa alasan harus menggunakan Septuaginta jika rabi-rabi Yahudi dan masyarakat Yahudi beribadah di Sinagoga dengan bahasa Ibrani dan menggunakan Kitab Suci berbahasa Ibrani?

Saya tegaskan sekali lagi bahwa masyarakat Yahudi kuno menolak Septuaginta sebagaimana dikatakan dalam artikel “The Apocrypha and the Old Testament”

Jews have not used the Septuagint for nearly 2,000 years, even though it was a Jewish translation of the Bible

http://www.kencollins.com/bible/bible-p1.htm

Demikian pula dalam artikel Septuaginta dijelaskan

But since Late Antiquity, once attributed to a Council of Jamnia, mainstream rabbinical Judaism rejected the Septuagint as valid Jewish scriptural texts because of what were seen as mistranslations along with its Hellenistic elements, preferring theMasoretic tradition of Hebrew texts

http://en.wikipedia.org/wiki/Septuagint

The Apocrypha and the Old Testament
www.kencollins.com (18 Maret 2012)

Bersambung......................

0 komentar:

Posting Komentar