RSS Feed

APAKAH MATIUS VERSI SHEM TOV - VERSI DU TILLET - VERSI MUNSTER ADALAH NASKAH INJIL BERBAHASA IBRANI YANG ASLI?

Posted by Teguh Hindarto



Versi Shem Tov merupakan merupakan Injil matius dalam bahasa Ibrani dari periode 1380 yang dilampirkan dalam susunan buku yang berjudul Even Bohan (batu penjuru) yang ditulis oleh Shem Tov ben Ishak ben Shaprut dari Tudela. Dia seorang  filosof Yahudi Spanyol, ahli kedokteran dan seorang polemikus terhadap Kekristenan[1]. Semasa mudanya dia terlibat perdebatan dengan Kardinal Pedro de Luna mengenai dosa asal dan penebusan. Buku berjudul Even Bohan ditulis saat dia berpindah ke Tarazona karena terjadi peperangan di Navare antara orang-orang Inggris dengan para penghuni Kastil.

Versi Du Tillet ditemukan pada Tgl 12 Agustus, 1553 pada saat pembacaan Petisi Pietro oleh Kardinal Caraffa, Jendral Inkuisisi Roma Katholik, anak buah Paus Pope III, yang memerintahkan agar berbagai Talmud Yahudi dan apapun yang berbau tulisan Yahudi, agar dimusnahkan. Namun Bishop dari Brieau, Prancis bernama Jean Du Tillet menemukan naskah Besorah Mattai (Injil Matius) dalam bahasa Ibrani. Dia menyelamatkan naskah tersebut dan menyerahkannya pada The Bibliotheque Nationale, Paris dengan nama Manuskrip Ibrani no 132[2]

Versi Sebastian Munster merupakan tulisan Abad Pertengahan yang berisikan Kitab Matius berbahasa Ibrani yang dimiliki oleh Sebatian Munster yang menerima naskah tersebut dari seorang Yahudi yang dia pertobatkan ke dalam Kekristenan pada tahun 1550-an. Banyak naskah yang rusak dan tidak lengkap sehingga harus direkosntruksi.

Dalam Kitab Perjanjian Baru Semitik yaitu Shem Tov, Du Tillet, dll. Nama Yahweh dituliskan dengan secara langsung maupun tidak langsung. Versi Munster menggunakan “YHWH” (יהוה) versi Shem Tov menggunakan “H” (ה) versi Du Tillet menggunakan “YYY” (ייי)

Meskipun banyak kritik yang dilontarkan terhadap versi-versi di atas sebagai karya Abad Pertengahan yang korup, namun tidak sedikit para peneliti Semitisme melakukan pengkajian dan pembelaan terhadap otensititas isi naskah tersebut.

Hugh Schonfield menuliskan komentarnya mengenai Injil Matius versi Du Tillet dalam bukunya An Old Hebrew Text of St. Matthew’s Gospel halaman 17 sbb: “...certain linguistic proofs...seem to show that the Hebrew text (Du Tillet) underlies the Greek and that certain renderings in the Greek may be due to a misread Hebrew original[3](...beberapa bukti lingusitik...menunjukkan bahwa naskah Ibrani ini mendasari naskah Yunani dan beberapa perubahan dalam naskah Yunani dikarenakan adanya kekeliruan membaca naskah Ibrani)

Demikian pula George Howard dalam bukunya The Gospel of Matthew according to a Primitive Hebrew Text halaman 223 mengatakan mengenai Injil Matius versi Shem Tov sbb: “...an old substratum to the Hebrew in Shem Tob is a prior composition not a translation. The old substratum, however has been exposed to a series of revisions so that the present text of Shem Tob represents the original only in an impure form[4] (...sebuah lapisan dasar paling kuno dalam Shem Tob merupakan susunan yang lebih dahulu ada dan bukan sebuah terjemahan. Namun demikian, lapisan dasar yang kuno ini telah ditampilkan sebagai serial perbaikan sehingga menyajikan naskah Shem Tob yang asli hanya dalam bentuknya yang tidak murni)




[1] Ibid.,

[2] DR. James Trimm, Textual Criticsm of The Semitic New Testament, www.nazarene.net/hantri/FreeBook/textcom.pdf

[3] Ibid., p.1

[4] Ibid., p.21

0 komentar:

Posting Komentar