RSS Feed

APAKAH NAMA "YAHSHUA' TIDAK ADA DALAM KITAB SUCI?

Posted by Teguh Hindarto



Ketika saya berkunjung ke Yogyakarta, saya menerima sebuah buletin IMMANUEL, Edisi Perdana tertanggal 08-08-08. Dalam halaman 18 ada pernyataan yang memerlukan tanggapan serius sbb: “Akhir-akhir ini ada webside di internet yang menyebutkan bahwa nama Sang Juruslamat kita itu Yahshua yang berarti Yahweh menyelamatkan katanya. Perlu kita ketahui bahwa nama Yahshua tidak ada dalam Kitab Suci yang manapun juga. Jadi jangan sampai kita terkecoh dengan ajaran yang tidak tertulis di dalam Kitab Suci”.


Benarkah pernyataan tersebut? Saya sebenarnya tidak terlalu berminat mendiskusikan antara mana yang benar antara Yahshua, Yahushua, Yeshua. Pertanyaan yang sudah dibahas sejak tahun 2000-an sampai sekarang, seolah tidak ada pembahasan lain saja. Namun karena efek pernyataan ini dapat menimbulkan kontroversi berkepanjangan, maka saya harus memberikan tanggapan yang memadai.

Perlu kita ketahui bersama bahwa Kitab TaNaKh (Torah, Neviim, Ketuvim, yang lazim disebut oleh Kekristenan dengan Perjanjian Lama) ditulis dalam bahasa Ibrani dan Kitab Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani. Di dalam kitab TaNakh berbahasa Ibrani, tidak kita jumpai nama YAHWEH. Yang ada adalah nama YEHWAH sebagaimana tertulis berikut ini
יְהוָה (Kej  4:26)

Sebagaimana kita ketahui bahwa pemberian tanda baca (nikud) terhadap huruf-huruf Ibrani dalam Kitab Suci dilakukan oleh kaum Masoret. Siapakah Ahli Masoret itu? Ahli Masoret adalah para penyalin Kitab Suci TaNaKh dari Abad VII-VIII Ms yang memperkenalkan tanda baca dalam teks bahasa Ibrani Kitab Suci.

Pemberian tanda baca Masoretik terhadap nama Tuhan dipengaruhi oleh tradisi Yahudi yang melarang untuk mengucapkan nama Yahweh dalam percakapan umum. Pelarangan ini ditetapkan sejak orang Yahudi pulang dari Babilon. Dalam literatur rabinik seperti Talmud kita dapat menelusuri asal-usul pelarangan tersebut sbb: “…di tempat suci, seseorang mengucapkan Sang Nama sebagaimana tertulis, namun di luar tempat itu, harus dengan bentuk euphemisme(Misnah Sotah 7:6; Berakhot Sotah 38b; Misnah Tamid 7:2)



Pada Abad I Ms, pelarangan pengucapan nama Yahweh di tempat umum, menjadi suatu ketetapan dikalangan Yudaisme di Yerusalem. Setiap mereka mengucapkan nama Yahweh, mereka akan mengganti dengan bentuk euphemisme (penghalusan) al., Shamayim (langit), Adonai (tuan), ha Kadosh (yang kudus). Setelah penghancuran Yerusalem pada tahun 70 Ms, mazhab Yahudi Farisi melarang penggunaan nama itu. Berdasarkan halakha (keputusan rabinik), mereka menyatakan bahwa nama itu “tersembunyi” (Berakhot Pesakh 50ª) dan “harus dirahasiakan” (Berakhot Kiddush 71ª)1.

Oleh karenanya tradisi ini berpengaruh terhadap penulisan tanda baca terhadap nama Tuhan yang seharusnya dibaca YAHWEH (di bawah Yod diberi tanda baca Patakh) menjadi YEHWAH (di bawah Yod diberi tanda baca Shewa). Mereka melalukan itu agar nama Yahweh tidak diucapkan. Bahkan para ahli Masoret membuat tradisi Qere (pembacaan) dan Ketiv (penulisan). Sekalipun ditulis (ketiv) YHWH namun mereka akan membaca (qere) dengan ADONAY. Inipun ketetapan yang dilaksanakan sejak orang Yahudi pulang dari Babilonia. Pada mulanya dan di zaman leluhur Israel awal, tidak ada larangan tersebut dan mereka tetap memanggil nama Tuhan sebagaimana tertulis dalam Kitab Suci.


Sekalipun  nama יְהוָה   tidak diucapkan YAHWEH melainkan YEHWAH, namun hampir mayoritas para sarjana Kitab Suci dan berbagai kamus modern menyatakan bahwa nama Tuhan dalam Kitab Suci TaNaKh adalah YAHWEH, sebagaimana beberapa kutipan pernyataan berikut ini: 

JEWISH ENCYLOPEDIA : ‘RABBINICAL LITERATUR –THE NAME YAHWEH IS CONSIDERED THE NAME PROPER’ (VOL IX, P.162)

SEVENTH DAY ADVENTIST BIBLE COMMMENTARY : ‘AND THE NAME ABOVE ALL OTHER THAT WAS LOOKED UPON AS THE NAME OF GOD, WAS YAHWEH’ (VOL I, P. 172)

THE ENCYLOPEDIA JUDAICA : ‘THE TRUE PRONOUNCIATION OF THE NAME YHWH WAS NEVER LOST. SEVERAL EARLY GREEK WRITERS OF THE CHRISTIAN CHURCH TESTIFY THAT THE NAME WAS PRONOUNCED YAHWEH (VOL VII, 1972, P. 680)

UNGER’S BIBLE DICTIONARY : ‘YAHWEH, THE HEBREW TETRAGRAMMATON [YHWH] TRADITIONALY PRONOUNCED JEHOVAH IS NOW KNOWN TO BE CORRECTLY VOCALIZED YAHWEH (MERRIL F. UNGER, 1957, P. 1177).




Mengapa demikian? Jika kita merujuk pada ucapan vokatif HALELUYAH sebagaimana tertulis di bawah ini:

הַלְלוּיָהּ  (Mzm 150:6)


Perhatikanlah tanda baca Patakh di bawah huruf Yod. Bukankah terbaca YAH? Namun mengapa para ahli Masoret tidak mempergunakan tanda baca Patakh di bawah Yod pada semua nama Tuhan dalam TaNaKh yang berjumlah 6000 kali? Karena tradisi dan larangan yang berasal dari Talmud.

Nama Tuhan adalah YAHWEH didasarkan pada bentuk vokatif HALELU-YAH. Sementara bentuk WEH pada nama YAHWEH, diperoleh dari penyingkapan keberadaan diri Tuhan dalam bentuk kata kerja EHYEH ASYER EHYEH yang artinya AKU AKAN ADA YANG AKU AKAN ADA (Kel 3:14).

Apa arti dan kemana muara penjelasan saya terkait pronunsiasi (pelafalan) YAHWEH dan YEHWAH? Saya hendak menjadikan kasus di atas sebagai analogi untuk menjelaskan kepada penulis artikel di Buletin IMMANUEL, bahwa sekalipun dalam TaNaKh tertulis YEHWAH, toch kita semua mengejanya dengan pelafalan yang benar yaitu YAHWEH dengan didasarkan pada REKONSTRUKSI dan ANALISIS TEKS serta ANALISIS HISTORIS.

Dengan cara yang sama, saya hendak mengatakan bahwa sekalipun tidak ada pelafalan YAHSHUA dalam TaNaKh dan Kitab Perjanjian Baru, namun dengan menggunakan pendekatan di atas yaitu REKONSTRUKSI dan ANALISIS TEKS serta ANALISIS HISTORIS, maka saya sampai pada kesimpulan bahwa nama Mesias dalam bahasa Ibrani adalah YAHSHUA sekalipun saya tidak menolak pelafalan YESHUA.

Dalil yang saya bangun demikian. Ketika kita membaca Matius 1:21 dikatakan perihal nama Sang Juruslamat sbb: Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka" Frasa engkau akan menamakan Dia Yesus dalam bahasa Yunaninya tertulis demikian:
και καλεσεις το ονομα αυτου ιησουν
(kai kaleseis to onoma autou Iesoun)

Karena Yesus secara antropologis adalah keturunan Yahudi (Ibr 7:14), maka tidak mungkin nama-Nya adalah IESOUS. Maka kita harus melakukan REKONSTRUKSI dan ANALISIS TEKS untuk melacak akurasi nama Mesias dan akarnya dalam TaNaKh.




Kita menemukan fakta bahwa penerus Musa yang bernama Yoshua, namanya dalam bahasa Ibrani menurut pelafalan Ahli Masoretik dalam Yoshua 1:1 sbb:

וַיֹּאמֶר יְהוָה אֶל־יְהוֹשֻׁעַ בִּן־נוּן

(wayomer Yehwah el Yehoshua bin Nun)

Yang menarik, dalam naskah Septuaginta nama Ibrani YEHOSHUA dituliskan demikian:

κύριος τ ησο υἱῷ Ναυη

(Kurious tooi Iesoi huiooi Naun)

Ternyata nama IESOUS yang ditulis dalam bentuk dativ IESOI, ternyata sudah ada sebelum ada naskah Perjanjian Baru berbahasa Yunani yang menuliskan IESOUS untuk nama Mesias. Dan yang menarik dari data di atas bahwa nama Yunani IESOUS ternyata dalam teks TaNaKh dipergunakan untuk menyalin nama YEHOSHUA.

Namun sebelum kita mengkaji persoalan di atas lebih jauh, kita akan memastikan apakah benar pelafalan YEHOSHUA tersebut? Mengingat para ahli masoretik selalu menghindari pelafalan nama Tuhan yang akurat maka mereka pun menyematkan tanda baca Shewa di bawah Yod, sehingga menghasilkan ejaan YEHO. Karena kita telah mengkaji dan menelusuri bahwa nama Tuhan adalah YAHWEH dan bukan YEHWAH, maka nama penerus Musa yang terdiri dari huruf YOD, HEH. WAW, SHIN, AYIN (יהושׁע) bukanlah dieja YEHOSHUA melainkan YAHSHUA. Dan ada juga yang menyarankan untuk membunyikan huruf WAW diantara HEH dan SHIN, sehingga menjadi YAHUSHUA. Saya cenderung mengeja YAHSHUA dan bukan YAHUSHUA, Karena ini akan berimplikasi bahwa pelafalan terhada nama Tuhan akan berubah menjadi YAHUWEH karena memiliki unsur kata Ibrani YOD, HEH, WAW, HEH (יהוה).

Dari hasil kajian sementara di atas, kita dapat melihat bahwa ternyata penentuan pengucapan nama Tuhan dan nama Mesias yang akurat, ternyata bukan didasarkan pada apa yang tertulis dalam TaNaKh, melainkan hasil REKONSRUKSI dan ANALISIS BAHASA. Jika demikian kenyataannya,mengapa penulis buletin IMMANUEL dengan gegabah menghakimi bahwa nama Yahshua tidak ada dalam Kitab Suci manapun? Dengan otoritas apa mereka menghakimi dan menuduh bahwa penulisan nama Yahshua adalah sesat? Jika kita sama-sama melakukan rekonstruksi dan analisis teks, lalu mengapa harus mengklaim paling benar dan menuduh pihak lain sebagai pihak yang sesat?

Kita akan lanjutkan pembahasan mengenai nama penerus Musa. Sebagaimana telah kita ketahui bahwa nama penerus Musa berdasarkan pelafalan ahli Masoretik adalah YEHOSHUA, namun kita telah menetapkan pelafalan yang mendekati benar adalah YAHSHUA atau YAHUSHUA.

Namun ada fakta yang menarik bahwasanya nama YEHOSHUA atau YAHSHUA atau YAHUSHUA dalam Nehemia 8:17 justru ditulis dalam bahasa Ibrani dengan YESHUA ben Nun sebagaimana kutipan berikut ini:

כִּי לֹֽא־עָשׂוּ מִימֵי יֵשׁוּעַ בִּן־נוּן כֵּן בְּנֵי יִשְׂרָאֵל עַד הַיּוֹם הַהוּא

(ki lo asyu mimey Yeshua bin Nun ken beney Yisrael ‘ad hayyom hahu)

Jika merujuk pada Talmud, ada beberapa tafsiran perihal perubahan nama ini. Namun saya tidak akan membahas persoalan perubahan nama pada oknum yang sama tersebut. Yang hendak saya tekankan adalah ternyata Kitab Septuaginta (terjemahan TaNaKh dalam bahasa Yunani) tetap menuliskan dengan pelafalan Yunani IESOUS sebagaimana kita lihat berikut ini:

τι οκ ποίησαν π μερν ησο υο Ναυη
 οτως ο υο Ισραηλ ως τς μέρας


(oti ouch epoiesan apo hemeroon Iesou uiou Naun
 outoos oi uioi Israel heoos tes hemeras)

Apa yang dapat kita simpulkan dari data-data di atas? Bahwasanya nama hamba Musa yaitu YEHOSHUA atau YAHSHUA atau YAHUSHUA setelah pembuangan Babilon dieja dengan bentuk singkat YESHUA. Baik pelafalan Ibrani YEHOSHUA atau YAHSHUA atau YAHUSHUA atau YESHUA, bentuk Yunaninya adalah IESOUS.

Jika kita balik pemahaman ini bermakna bahwa nama Sang Mesias yang dalam Kitab Perjanjian Baru berbahasa Yunani ditulis IESOUS, maka dapat kita pastikan dalam bahasa Ibrani pra pembuangan adalah  יהושׁע (YEHOSHUA atau YAHSHUA atau YAHUSHUA) dan     dalam bahasa Ibrani paska pembuangan adalah ישׁוע   (YESHUA).

Dari pemaparan dan analisis di atas, maka tuduhan bahwa nama Yahshua tidak ada dalam Kitab Suci yang manapun juga, tidak terbukti dan sangat berlebihan. Nama Yahshua ada tertulis dalam Kitab Suci TaNaKh. Persoalan yang terjadi adalah perbedaan penafsiran bahwa nama penerus Musa ini akan dieja YEHOSHUA atau YAHSHUA atau YAHUSHUA. Namun huruf-huruf Ibrani yang menyusun nama itu tertulis dalam Kitab TaNaKh yaitu יהושׁע

Saya tidak memutlakan dengan nama yang mana Mesias akan diucapkan, YAHSHUA, YAHUSHUA, YEHOSHUA, YESHUA, karena dari perspektif kajian bahasa, semua opsi (pilihan) tersebut masuk akal dan memungkin serta memiliki kebenaran.

Mempertentangkan penyebutan nama Mesias dan memutlakan salah satu pelafalan serta mengkafirkan yang berbeda pemahaman perihal pelafalan namanya, mencerminkan sikap-sikap yang tidak bisa menahan diri dari perdebatan-perdebatan yang tidak perlu. Bagaimana mungkin kita akan menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mempersoalkan mengenai akurasi nama dan melupakan perintah-perintah Mesias?

Kiranya penjelasan ini dapat menetralisir tuduhan-tuduhan terhadap penggunaan nama Yahshua dibandingkan nama Yeshua. Saya tidak mempersalahkan apakah nama Mesias akan diucapkan Yahushua, Yahshua, Yehoshua serta Yeshua. Semua opsi tersebut masuk akal.

Alangkah indahnya jika kita bisa mengamalkan apa yang dikatakan dalam Mazmur 133:1 yang berkata, “hinneh matov uma nayim, shevet akhim gam yakhad” (sungguh amat baik dan nikmatnya jika saudara-saudara duduk dalam kesatuan). Kesatuan yang dimaksudkan bukan kesatuan yang didasarkan keseragaman melainkan keanekaragaman. Kiranya hasrat berpikir dan bersikap fundamentalistik terhadap orang yang memiliki pemahaman yang berbeda, semakin terkikis habis sehingga persatuan dalam keanekaragaman dapat terwujud diantara komunitas Judeo Christianity dan Messianic serta Sacred Name Movement di Indonesia.





1 DR. James Trimm, Nazarene & the Name of YHWH, www.nazerene.net

8 komentar:

  1. Kendis

    Shalom pak. Teguh Hindarto
    Saya mau berbagi informasi saja bahwa saya telah mengkonfirmasi tentang Penyebutan Nama Diri Mesias kita yang benar antara : Yeshua ataukah Yahshua.(mengingat masih menjadi perdebatan para gembala/pendeta gereja di indonesia).
    Saya telah mengkonfirmasi kepada para pendoa yang telah dipakai TUHAN (ABBA YAHUVEH) untuk menyampaikan pesan-pesanNYA yang sangat serius tentang penggunaan dan Penyebutan NAMA DIRI yg sebenarnya dari Juru Selamat kita untuk diketahui oleh umat-NYA dan banyak hal penting lainnya yang disampaikan. Kalau tidak keberatan, bapak Teguh bisa mengunjungi blog ini : end-time-propechy.com (semoga bapak berkenan) sekian dan terimakasih.

  1. Unknown

    Sama dengan komentar sy sebelumnya, uraian n analisisnya sangat bagus, tetapi apapun perdebatan atau kontroversi nama tertsebut adl subyektif. Ditafsirkan oleh mereka-mereka sesuai pengetahuannya dan kepentingan pribadi atau kelompoknya dengan berbagai argumentasi dan referensi. Mau yang benar n obyektif? Lihat n dengarkanlah apa yg diyakini n diajarkan gereja mula-mula dimana para Rasul berkarya dan mengajar serta melayani. Bagaimana mereka menuliskan n mengucapkan nama Bapa di Surga, nama sang Juruselamat, baik dalam bahasa Yunani maupun dalam bahasa Aramaik, bahasa sehari-hari yg digunakan sang Juruselamat bahkan ketika berkhotbah n mengajar, n juga bahasa yg digunakan para Rasul. Jadi mau nama yg sebenarnya n obyektif, kembalilah pd nama Bapa di Surga n nama sang Juruselamat yg dipakai n diajarkan oleh gereja mula-mula. Jangan menurut si A, si B atau si C dengan segudang argumen tapi untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya. Kecuali gereja mula-mula sudah punah, bolelah kita memilih pendapat si A, si B, si C atau si Z sesuai selera kita.

  1. Unknown

    Untuk menjawab siapa nama Allah Bapa yang sebenarnya di Alkitab, mari kita sama-sama telisik dan selidiki apakah ada nama Yahuweh seperti yang diperdebatkan oleh sekelompok orang percaya selama ini ?? Untuk memulai memahaminya, mari kita buka Injil Yones Pasal 17, ayat 6, yang berbunyi “Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu.

    Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci (Yohanes pasal 17:11-12).

    Dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka, (Yohanes pasal 17:26).

    Ada beberapa poin penting hal yang berkaitan dengan nama Allah Bapa didalam Kitab Injil Yohanes pasal 17, diatas, yang selama ini orang percaya disibukan dengan Nama Yahuweh berdasarkan Kitab Perjanjian lama serta diombang-ambingkan oleh arus pengajaran, yang memaksa kembali ke akar Ibrani, yang seharusnya orang percaya berfokus kepada Kitab Perjanjian Baru sebagai dasar dan landasan Theologia iman Kristen.

    Adapun poin penting dari Injil Yohanes Pasal 17 antara lain:

    Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia (pasal 6).
    Peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku (Pasal 11).
    Nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku (Pasal 12)
    Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka (Pasal 26).
    Kunci penjelasan 4 (empat) poin diatas adalah:

    Allah Bapa sudah memberikan namaNYA kepada Tuhan Yesus ini kunci pointer pentingnya untuk pemahamannya.
    Siapa nama Allah bapa yang diberikan kepada Tuhan Yesus ? Jawabannya ada pada Injil Matius Pasal 1:21, dimana malaikat Tuhan berpesan kepada Yusuf sebagai orang tua Yesus agar menamai anaknya: YESUS.
    Jadi Nama Allah Bapa yang diberikan kepada Tuhan Yesus adalah YESUS.
    Dalam kontek Kitab Perjanjian Baru Nama Allah Bapa yang sudah diberikan dan diberitahukan adalah YESUS dan tidak ada kata YHWH atau Yahuweh.
    Itulah sebabnya YESUS = BAPA = SATU. (Yohanes 10:30).
    YESUS adalah dalam kontek bahasa Indonesia.
    Sejarah kata Nama Yesus yang ada dalam Alkitab bahasa Indonesia berasal dari bahasa Latin Yunani Ἰησοῦς (Iēsous), dan dalam bahasa Ibrani Yeshua (ישוע), atau Yosua atau Yoshua. Nama Yesus dalam bahasa Indonesia diserap dari bahasa Eropa, sebutan untuk bahasa Inggris dan Portugis: Jesus, Belanda: Jezus, dan Spanyol Jesús. Nama ‘Yesus’ yang digunakan di dalam Perjanjian Baru berasal dari bahasa Latin-Yunani Ἰησοῦς (Iēsous).

    Perdebatan tentang nama Yahuweh, harus dikaji kembali sesuai Theologis Kristen yang berdasarkan Hukum Kasih Karunia dan bukan berakar pada Ibrani karena Yesus telah datang menggenapi Hukum Taurat. Sudah saatnya Theologia Kristiani yang tidak lagi didasarkan pada Hukum Taurat, tetapi kembali ke dasar Iman Kristiani dan Thelogis yang sudah dibangun oleh dasar Tuhan Yesus Kristus yaitu Hukum Kasih Karunia.

  1. Teguh Hindarto

    Komentar:
    Untuk menjawab siapa nama Allah Bapa yang sebenarnya di Alkitab, mari kita sama-sama telisik dan selidiki apakah ada nama Yahuweh seperti yang diperdebatkan oleh sekelompok orang percaya selama ini ?? Untuk memulai memahaminya, mari kita buka Injil Yones Pasal 17, ayat 6, yang berbunyi “Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu.

    Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci (Yohanes pasal 17:11-12).
    -------------------
    Tanggapan:
    Terimakasih untuk komentar Anda terhadap artikel ini. Ijinkan saya memberikan tanggapan terkait komentar Anda. Nampaknya Anda tidak membaca dengan seksama seluruh penjelasan dan analisis teks yang saya tuliskan dan tidak satupun teks yang saya tuliskan ditanggapi melainkan Anda malah membenturkan teks yang saya analisis dengan satu teks yaitu Yohanes 17:12. Jika ini yang Anda lakukan, maka terkesan teks-teks dalam Perjanjian Baru kontradiktif satu sama lain. Cara yang benar dalam memberikan tanggapan adalah melakukan analisis dan koreksi terhadap apa yang sudah dituliskan sebagai sebuah argumen teologis.
    Jika Anda berkesimpulan dari Yohanes 17:12 bahwa nama Bapa adalah Yesus maka konsekwensi logisnya “Yesus adalah Sang Bapa”. Namun dalam keseluruhan Kitab Suci Perjanjian Baru, Yesus tidak pernah menyebutkan dirinya sebagai Bapa – tidak pernah sekalipun – melainkan menyebut diri-Nya sebagai Anak Tuhan (Yoh 14:28). Bahkan rasul-rasulpun menyebut Yesus adalah Mesias dan Anak Tuhan (Mat 16:16). Jangankah rasul-rasul, Satan saja tahu bahwa Yesus adalah Anak Tuhan (Mat 5:7). Jika demikian faktanya, bagaimana mungkin Anda membuat kesimpulan bahwa nama Bapa adalah Yesus sementara Yesus tidak pernah menyebut diri-Nya sebagai Bapa melainkan Anak?

  1. Teguh Hindarto

    Baiklah, nampaknya Anda melandaskan kesimpulan tersebut pada pembacaan dan tafsir Yohanes 17:12. Sebelum saya memberikan analisis teks bahasa sumber Yohanes 17:12 sebaiknya Anda membaca terlebih dahulu Yohanes 17:6 yang berbunyi, "Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu". Kata ganti orang pertama “Aku” dan kata ganti orang ketiga “Engkau” tentu mengindikasikan perbedaan personalitas, sekalipun dalam konteks keilahian Sang Anak dan Sang Bapa sehakikat karena Yesus adalah Sang Firman yang menjadi manusia (Yoh 1:14) dan Sang Firman yang menjadi manusia itu “bersama Tuhan” (Yoh 1:1), maka Sang Firman alias Sang Anak tentu saja sehakikat, sederajat. Namun ketika Sang Firman menjadi manusia (Yoh 1:14) dan disebut Anak Tuhan (Yoh 1:18), maka ada distingsi antara “Aku” (Anak) dan “Dia” (Bapa).

    Jadi, menyamakan begitu saja adalah sebuah kekeliruan dalam penalaran dan logika teks. Kalaupun hendak menggunakan eks Yohanes 10:30 untuk menyamakan Yesus=Bapa tentu sebuah kekeliruan yang semakin fatal jika bukan kekacauan penalaran teologis. Istilah “Aku dan Bapa satu” bukan bermakna “Yesus adalah Bapa” melainkan “Anak dan Bapa satu kesatuan hakikat”, karena Pra Ada Yesus adalah Sang Firman Tuhan yang berdiam bersama Tuhan (Yoh 1:1) dan menjadi manusia (Yoh 1:14) serta disebut Anak Tuhan (Yoh 1:18). Dalam bahasa lain, Sang Firman itu “keluar dan datang dari Sang Bapa” (Yoh 8:42).

  1. Teguh Hindarto

    Mengenai Yohanes 17:12, kita akan membaca dalam teks Yunani sbb:
    ὅτε ἤμην μετ αὐτῶν ἐγὼ ἐτήρουν αὐτοὺς ἐν τῷ ὀνόματί σου ᾧ δέδωκάς μοι καὶ ἐφύλαξα καὶ οὐδεὶς ἐξ αὐτῶν ἀπώλετο εἰ μὴ ὁ υἱὸς τῆς ἀπωλείας ἵνα ἡ γραφὴ πληρωθῇ (Wescot and Hort Greek New Testament)
    “Ote emen met autoon ego eteroun autous en too onomati sou hoo dedookas moi kai epulaxa, kai oudeis ex autoon apooleto ei me ho huios tes apoleias ina he graphe pleroothe”
    “When I was with them in the world, I was keeping them in Thy name; those whom Thou hast given to me I did guard, and none of them was destroyed, except the son of the destruction, that the Writing may be fulfilled” (Young’s Literal Translation)
    Perhatikan frasa Yunani, “en tto onomati sou” (dalam nama-Mu). Kalimat ini hanya ditulis satu kali namun terjemahan LAI menuliskannya dua kali dan menambahkan keterangan, “yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku”, sehingga menimbulkan kesan bahwa nama Bapa diberikan pada Yesus dan nama Bapa adalah Yesus.
    Seharusnya, Yohanes 17:12 diterjemahkan sebagaimana Young’s Literal Translation menerjemahkan sbb: “Ketika Aku bersama mereka di dunia, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu; yaitu orang-orang yang telah Engkau berikan kepada-Ku untuk Aku pelihara dan tidak satupun dari mereka dibinasakan, kecuali anak kebinasaan, agar Kitab Suci digenapi”.

  1. Teguh Hindarto

    Demikian tanggapan saya terhadap komentar Anda. Untuk bahan pelajaran lebih lanjut, Anda dapat membaca beberapa artikel terkait di tautan berikut:
    SIAPAKAH NAMA BAPA SURGAWI DAN PUTRA-NYA?
    http://bet-midrash.blogspot.com/2011/09/siapakah-nama-bapa-surgawi-dan-putra.html

    NAMA MESIAS DALAM LIDAH BANGSA-BANGSA
    http://bet-midrash.blogspot.com/2018/03/nama-mesias-dalam-lidah-bangsa-bangsa.html

    AGUNGLAH RAHASIA IBADAH KITA: DIA YANG MENJADI MANUSIA
    https://bet-midrash.blogspot.com/2019/09/agunglah-rahasia-ibadah-kita-dia-yang.html

    SIAPA YANG MENJADI MANUSIA? TUHAN ATAU FIRMAN-NYA?
    https://bet-midrash.blogspot.com/2019/09/siapa-yang-menjadi-manusia-tuhan-atau.html

    MAKNA UNGKAPAN "AKULAH DIA"
    https://bet-midrash.blogspot.com/2019/09/makna-ungkapan-akulah-dia.html

    MAKNA KALIMAT "BARANGSIAPA TELAH MELIHAT AKU TELAH MELIHAT BAPA"
    https://bet-midrash.blogspot.com/2019/09/makna-kalimat-barangsiapa-telah-melihat.html

    APAKAH YESUS "BAPA YANG KEKAL" (AVI AD) DALAM YESAYA 9:5
    https://bet-midrash.blogspot.com/2019/09/apakah-yesus-bapa-yang-kekal-avi-ad.html

    MAKNA PERKATAAN YESUS, "KAMU ADALAH TUHAN" DALAM YOHANES 10:34
    https://bet-midrash.blogspot.com/2019/09/makna-perkataan-yesus-kamu-adalah-tuhan.html

  1. Paska benedictus

    Kasihan saudara ini,blum tau makna allah tp membahas yg lbh krusial.anda berkata tuhan yesus.
    Makna tuhan=allah.yg berarti esa,tak ada yg lain bkn 1,2ato3.
    Hukum taurat 1 mencatat hy ada 1 allah!!
    Yesus ialah ciptaan
    Yohanes 1:1(awal tercipta)
    Yohanes 6:38(yesus hy utusan)
    Yohanes 8:54 (yesus menyatakan allah/yg menciptakan dia)
    Yohanes 17:3 (hy ada 1 allah)
    Yohans 20:17(yesus berkata yg benar)
    Amsal 8:22-31 penciptaan yesus
    Yesaya 42:6 allah menciptakan yesus
    Jika akalmu msh berkata yesus itu tuhan jelas km menentang kitab suci.alkitab difirmankan allah.yg menolak kitab suci pst melawan allah!! Yg melawan allah (.....)
    Kalian pst tau siapa nama yg menentang allah
    Salam

Posting Komentar